Hakikat Perintah Berjilbab bagi Wanita Mukmin

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 12 Maret 2018 07:00
Jilbab itu membebaskan, bukan membelenggu.

Dream - Bagi Muslimah, menggunakan jilbab adalah perintah Allah SWT. Perintah ini tercantum dalam Surat Al Ahzab ayat 59.

" Hai, Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuan, dan perempuan-perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenal dan mereka tidak akan diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Para ulama memang berbeda pendapat dalam memaknai jilbab. Ada yang menyebut untuk menutup kepala sampai dada, ada pula yang menyatakan harus menutupi seluruh tubuh. Meski demikian, jumhur ulama menyatakan jilbab adalah kewajiban.

Tetapi, sebenarnya apa hakikat dari perintah penggunaan jilbab bagi wanita?

Dikutip dari Islami.co, ayat tentang perintah berjilbab turun dengan tujuan agar wanita mukmin tidak diganggu dan mudah dikenali. Sebagian ahli tafsir menjelaskan ayat di atas turun pada situasi sosial yang rawan bagi kaum hawa.

Di Madinah kala itu masih banyak orang fasik yang suka mengganggu perempuan. Apalagi jika sudah malam hari. Sementara kaum hawa biasa keluar di malam hari untuk buang hajat.

Di zaman Nabi SAW, tempat buang hajat terpisah dari rumah. Para wanita kala itu memanfaatkan waktu malam untuk buang hajat agar tidak dilihat orang.

Biasanya, wanita merdeka pergi dengan budak wanita. Karena malam, sulit dibedakan mana wanita merdeka dan budak sehingga keduanya sering mengalami gangguan pria hidung belang.

Hal ini menjadi latar belakang diturunkannya ayat di atas. Jilbab adalah pembeda perempuan merdeka dengan budak.

Budak wanita tidak terkena perintah ini karena mereka mendapat beban dari majikannya. Mereka sering keluar rumah dan mengerjakan pekerjaan berat, sehingga apabila dikenai perintah berjilbab justru memberatkan mereka.

Selengkapnya...

Beri Komentar
Ramai Dibicarakan, Lina Mantan Sule Buka Suara