Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak Belajar (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Karakter anak tidak lepas dari peran dan didikan orangtua. Keliru dalam mendidik bisa membuat anak tumbuh tak sesuai harapan.
Apalagi di `jaman kekinian` seperti saat ini. Banyak orangtua begitu permisif dalam mendidik anak-anaknya. Alhasil, anak tumbuh dengan menjadi generasi yang justru malah menimbulkan banyak kerugian.
Tentu, semua orangtua ingin anaknya masuk dalam golongan generasi tangguh. Baik itu secara fisik, moral, apalagi akhlak. Hal itu dapat terwujud apabila orangtua menerapkan sikap tegas dalam mendidik anak-anaknya.
Ketegasan sangat diperlukan dalam proses pendidikan. Sikap ini akan menumbuhkan kedisiplinan sekaligus ketangguhan pada diri anak. Apalagi jika berkaitan dengan ajaran agama.
Sebagai contoh, perintah sholat. Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Abu Dawud bahwa orangtua harus memerintahkan anak-anaknya mendirikan sholat ketika berusia 10 tahun. Jika mereka tidak mau, maka harus dipukul.
"Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan sholat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan sholat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya."
Hadis ini memberikan batasan anak untuk mulai sholat, yaitu usia sepuluh tahun. Hadis ini juga memuat perintah agar orangtua menyuruh anak-anaknya melaksanakan sholat.
Selain itu, mengenalkan anak pada hal-hal yang ma'ruf dan munkar merupakan kunci pendidikan lainnya. Anak dapat berkomitmen untuk mengikuti yang ma'ruf dan menjauhi yang munkar.
Seperti pesan Lukman kepada anaknya, yang tercantum dalam Surat Lukman ayat 17.
"Wahai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?