Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Nazar kerap dipahami sebagai janji. Biasanya, nazar disampaikan seseorang agar keinginannya terkabul.
Misalnya, seseorang berjanji puasa Senin-Kamis selama setahun jika diterima bekerja di perusahaan mentereng. Atau bernazar sedekah satu kali gaji jika menang lelang proyek tertentu.
Lantas, jika dalam rentan waktu tertentu harapan belum juga terkabul, apakah berdosa jika nazar dibatalkan?
Dikutip dari laman rumah fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menjelaskan sebenarnya hukum bernazar dibolehkah dalam Islam. Tetapi, sesungguhnya amalan ini kurang disukai oleh sebagian ulama.
Sebab, ada akhlak yang dinilai kurang baik kepada Allah SWT di balik nazar tersebut. Kesannya, orang baru mau menjalankan amalan ibadah jika keinginannya dikabulkan Allah SWT.
Dalam sejumlah kitab fikih, nazar dimaknai sebagai amalan yang mewajibkan diri sendiri atau orang yang bernazar untuk melakukan perbuatan (ibadah) untuk Allah yang asal hukumnya tidak wajib menjadi wajib.
Contohnya, bernazar sedekah satu kali gaji kalau menang tender. Sedekah yang mulanya hukumnya sunah menjadi wajib karena nazar.
Sedangkan kewajiban membayar nazar terdapat dalam firman Allah SWT di Surat Al Hajj ayat 29.
Dan hendaklah mereka melaksanakan nazarnya.
Juga dalam Surat Al Insan ayat 7.
Mereka menunaikan nazarnya dan takut atas hari yang azabnya merata di mana-mana.
Hukum dasar nazar adalah wajib jika sudah diucapkan. Tidak boleh dicabut karena merupakan janji kepada Allah SWT.
Tetapi, apabila nazarnya mengandung kemaksiatan atau justru berkebalikan apa yang dibolehkan oleh Allah, maka nazar wajib dibatalkan. Contohnya seperti tidak menjimak istri selama tiga hari usai pernikahan untuk menjaga kesucian istrinya.
Sementara terkait nazar yang belum terjadi kemudian dibatalkan, hal itu boleh dilakukan selama belum ada tanda-tanda keinginannya terkabul. Jika sebaliknya, dia mendapati tanda-tanda harapannya dikabulkan, maka terlarang baginya untuk membatalkan nazarnya.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?