Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ijab Kabul (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Pernikahan dalam Islam merupakan hal yang sangat dianjurkan. Menikah adalah upaya menggabungkan dua insan lawan jenis beserta keluarganya menjadi satu ikatan.
Di masyarakat kita, pada pandangan yang menempatkan kakak wanita harus mendapat penghormatan. Jika seorang pria punya kakak wanita yang belum menikah, dia disarankan tidak menikah dulu.
Salah satu pertimbangan, agar si kakak tidak merasa sakit hati dilangkahi. Tentu ada kekhawatiran kakak wanita tidak laku.
Terkait masalah ini, bagaimana pandangan Islam?
Dikutip dari laman rumah fiqih Indonesia, menurut Ustaz Ahmad Sarwat Lc., sebenarnya syariah Islam tidak mengenal konsep melangkahi. Tidak ada aturan yang menganjurkan sekaligus melarang seorang adik mendahului kakak wanitanya menikah.
Tetapi, syariat Islam menganjurkan seorang adik menghormati kakaknya. Artinya, adik sebagai orang yang lebih muda menaruh hormat kepada kakak yang usianya lebih tua.
Jika dikaitkan apakah mendahului kakak wanita menikah termasuk bagian dari menghormati, hal itu diserahkan kepada kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Persoalan semacam ini masuk dalam kaidah al 'aadah muhakkamah atau adat suatu tempat bisa bernilai hukum.
Memang kondisi semacam ini sering menjadi masalah. Hal ini karena dapat menimbulkan kesan sang kakak 'tidak laku' sampai dijuluki sebagai perawan tua.
Padahal, bisa jadi di daerah atau negara lain, melangkahi kakak wanita dengan menikah lebih dulu bukanlah sebuah masalah. Sang kakak tidak akan merasa tersinggung karena sudah dilangkahi.
Sehingga, masalah ini lebih disebabkan perbedaan kultur dan bukan syariat. Dalam hal ini, hukum syariat bisa dikatakan mengikuti budaya.
Jika memang nantinya menimbulkan sakit hati, sebaiknya dihindari. Meski pada dasarnya tidak ada dosa atas perbuatan ini.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains