Bolehkah Memisahkan Diri dari Imam Karena Terlalu Lama?

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 4 Maret 2018 18:00
Bolehkah Memisahkan Diri dari Imam Karena Terlalu Lama?
Ada kewajiban bagi makmum untuk mengikuti gerakan Islam.

Dream - Dalam sholat jemaah, para makmum diwajibkan mengikuti seluruh gerakan imam. Mereka juga tidak boleh melakukan gerakan sholat mendahului imam.

Sayangnya, terkadang ada imam yang terlalu lama membaca surat dalam sholat. Bagi beberapa jemaah yang memiliki keperluan mendesak tentu hal ini akan menimbulkan kecemasan karena harus terburu-buru.

Mungkin ada sebagian dari kita yang pernah berpikir memisahkan diri dari jemaah karena imam terlalu lama. Apakah hal ini dibolehkan?

Dikutip dari laman Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menjelaskan dalam kajian fikih, memisahkan diri dari imam disebut dengan istilah mufaraqah. Amalan ini memiliki konsekuensi hukum tertentu yaitu haram, boleh, dan wajib.

Mufaraqah yang haram yaitu yang dijalankan tanpa uzur. Artinya, jika dilakukan seenaknya tanpa adanya alasan yang bisa dibenarkan secara syar'i, maka hukumnya haram.

Mufaraqah yang boleh yaitu dijalankan dengan adanya uzur jelas dan dapat diterima secara syar'i. Hal ini disepakati oleh ulama mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hambali.

Beberapa alasan yang bisa diterima seperti bacaan imam terlalu panjang. Atau bisa karena imam meninggalkan sunah maqshudah.

Contoh sunah maqshudah adalah meninggalkan qunut pada sholat subuh. Dalam kondisi itu, bagi makmum yang meyakini qunut harus dibaca ketika sholat subuh, dibolehkan untuk memisahkan diri dari imam.

Sedangkan mufaraqah wajib yaitu yang dijalankan karena sholat imam batal. Contohnya, ketika imam kentut saat sholat, maka makmum wajib memisahkan diri.

Selengkapnya...

Beri Komentar