Kandungan Surat Al Ahzab Ayat 59, Perintah Untuk Menutup Aurat

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 4 Februari 2021 10:05
Kandungan Surat Al Ahzab Ayat 59, Perintah Untuk Menutup Aurat
Surat Al Ahzab tergolong dalam surat Madaniyyah yaitu diturunkan saat Rasulullah sedang berdakwah di Madinah tepatnya saat perang Khandaq.

Dream – Al Quran menjadi pedoman hidup utama bagi umat Muslim. Setiap ayatnya berisi tentang perintah dan larangan demi kebaikan manusia.

Salah satunya adalah surat Al Ahzab ayat 59. Ayat ini menjelaskan tentang kewajiban menutup aurat.

Surat Al Ahzab tergolong dalam surat Madaniyyah yaitu diturunkan saat Rasulullah sedang berdakwah di Madinah tepatnya saat perang Khandaq.

Kata Al Ahzab memiliki arti golongan yang bersekutu, yaitu sekutu Kafir Quraisy yang menyerang Madinah saat peperangan berlangsung.

1 dari 3 halaman

Bacaan Surat Al Ahzab Ayat 59

Bacaan Arab

Surat Al Ahzab Ayat 59© Dream.co.id

Bacaan Latin

Yaa ayyuhan nabiyyu qul li azwaajika wa banaatika wa nisaa-il mu’miniina yudniina ‘alaihinna minn jalaabiibihinna dzaalika adnaa ay yu’rofna falaa yu’dzaina wakaanalloohu ghofuuror rohiimaa

Terjemahan

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

2 dari 3 halaman

Asbabun Nuzul Surat Al Ahzab Ayat 59

Ilustrasi© Freepik

 

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah, ia mengatakan, “ Pada suatu hari, Saudah pergi keluar untuk suatu keperluan. Hal itu terjadi setelah turunnya perintah hijab. Saudah adalah perempuan yang cukup gemuk yang mudah dikenali siapa saja yang sudah mengenalnya.

Ketika Umar melihatnya, ia berkata, “ Wahai Saudah, ketahuilah bahwa sesungguhnya engkau tidak asing bagi kami dan mudah kami kenali. Karena itu, perhatikanlah bagaimana engkau pergi keluar.”

Lalu Saudah pun langsung berputar arah dan kembali, sementara waktu itu Rasulullah sedang di rumahku makan malam. Tangan beliau sedang memegang ‘arq (tulang setelah dagingnya tinggal sedikit). Kemudian Saudah masuk dan berkata, “ Ya Rasulullah, saya pergi keluar untuk suatu keperluan, lalu di tengah jalan Umar bin Khattab berkata kepadaku begini dan begitu.”

Lalu Allah SWT  pun menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW. Hingga proses turunnya wahyu selesai, sedang Rasulullah masih memegang ‘arq tersebut. Lalu beliau bersabda, “ Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian pergi keluar untuk suatu keperluan.”

Ada pula riwayat lain mengenai asbabun nuzul Surat Al Ahzab ayat 59 ini.

Ibnu Sa’d dalam Ath Thabaqat meriwayatkan dari Abu Malik, ia berkata, “ Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi pada malam hari untuk suatu keperluan. Ada sejumlah orang munafik yang suka mengganggu mereka sehingga mereka merasa terganggu dan tersakiti.

Mereka kemudian mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu orang-orang munafik itu ditanya. “ Sesungguhnya kami melakukan hal semacam itu hanya terhadap para budak perempuan,” demikian kilah mereka. Maka Allah menurunkan surat Al Ahzab ayat 59.

3 dari 3 halaman

Kandungan Surat Al Ahzab Ayat 59

Ilustrasi© Shutterstock

 

Berikut ini adalah isi kandungan surat Al Ahzab ayat 59:

  1. Ayat ini mempertegas kewajiban menutup aurat. Tidak boleh bagi perempuan membuka auratnya di depan laki-laki asing (bukan mahram).
  2. Ayat ini memerintahkan perempuan beriman ketika keluar rumah agar menutup seluruh tubuhnya dengan jilbab. Tidak menampakkan aurat, tidak pula menampakkan sesuatu yang mengundang fitnah.
  3. Di antara hikmah jilbab dan menutup aurat adalah menjaga kemuliaan perempuan, mereka lebih mudah dikenal sebagai wanita terhormat sehingga orang-orang fasik tidak mengganggu.
  4. Ayat ini menunjukkan keutamaan memakai cadar atau niqab bagi wanita mukminah yang keluar rumah.
  5. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Terutama dosa di masa lalu karena belum memahami ilmunya.
  6. Islam hendak membentuk masyarakat Islam yang mulia, yang sama sekali berbeda dengan masyarakat jahiliyah.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar