4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Dream - Islam melarang seorang wanita yang haid untuk berhubungan intim atau jima' dengan suaminya. Tidak ada satupun ulama yang membolehkan jima' tersebut.
Larangan ini didasarkana pada Surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya,
Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: " Haid itu adalah kotoran" . Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
Rasulullah Muhammad SAW juga melarang jima' antara wanita haid dengan suaminya. Larangan itu terdapat dalam hadis riwayat Muslim.
Dari Anas RA bahwa orang Yahudi bila para wanita mereka sedang mendapat haid, mereka tidak memberikan makanan pada para wanita itu. Rasulullah SAW bersabda, " Lakukanlah segala yang kau mai kecuali nikah (berhubungan badan)" .
Lantas bagaimana jika suami tidak bisa menahan hasrat bercinta?
© Dream
Dikutip dari laman rumah fiqih Indonesia, Ustazah Aini Aryani Lc menjelaskan para ulama membolehkan suami mencumbui istrinya yang sedang haid. Tetapi, ada batasan yang ditetapkan yaitu tidak sampai terjadi dukhul atau penetrasi.
Dasarnya adalah hadis muttafaq 'alaih dari Aisyah RA.
Dari Aisyah RA beliau berkata, " Rasululullah SAW menyuruhku untuk memakai sarung, kemudian beliau mencumbuiku dalam keadaan haid" .
Juga dalam hadis ini.
Jika salah satu dari kami (istri Nabi) ada yang haid dan Rasulullah SAW ingin mencumbuinya, maka beliau SAW menyuruh istrinya yang haid untuk memakai sarung, kemudian mencumbuinya.
© Dream
Sementara terkait bagian tubuh istri yang boleh dicumbui, para ulama berbeda pandangan dalam memberikan batasan.
Ulama Mazhab Hanafi membolehkan suami mencumbui anggota tubuh istrinya di antara lutut dan pusarnya. Syaratnya, percumbuan harus menggunakan penghalang bersentuhnya kulit baik sarung ataupun kain, dan suami tidak boleh melihat organ vital istri.
Ulama Mazhab Maliki menyatakan suami dilarang mencumbui anggota tubuh istri yang sedang haid. Suaminya hanya dibolehkan melihat dengan syahwat bagian tubuh istrinya di antara lutut dan pusar.
Ulama Mazhab Syafi'i membolehkan suami mencumbui seluruh tubuh istrinya asalkan menggunakan penghalang. Artinya, tidak boleh ada persentuhan kulit antara suami dan istri. Mazhab ini juga membolehkan suami melihat organ vital istri dengan atau tanpa syahwat.
Sedangkan Mazhab Hambali membolehkah suami mencumbui seluruh anggota tubuh istrinya yang sedang haid. Syaratnya tidak boleh terjadi dukhul atau penetrasi.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
