Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Dream - Tidak ada yang mengetahui datangnya hari akhir atau kiamat. Juga, tidak ada yang pernah melihat seperti apa kiamat terjadi nanti.
Kiamat diceritakan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW dalam Alquran. Tetapi, wujudnya tetap rahasia.
Lantas, bolehkah membuat gambar ilustrasi mengenai seperti apa kiamat itu?
Dikutip dari laman Konsultasi Syariah, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah bersabda,
Sesungguhnya aku telah melihat surga dan aku tadi berupaya meraih setandan buah-buahan darinya. Seandainya kamu mendapatkannya dan memakannya, niscaya kamu (tidak butuh lagi makanan) di dunia. Kemudian aku melihat neraka dan belum pernah aku melihat pemandangan yang ngerinya seperti itu…
Allah hanya menceritakan gambaran akhirat kepada Rasulullah. Salah satunya seperti pada Surat As Sajdah ayat 17.
Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.
Meski demikian, bentuknya tidak ditampakkan sebagai ujian keimanan bagi para hamba. Karena itu, ulama melarang pembuatan ilustrasi mengenai kiamat.
Setidaknya ada empat alasan mengapa ilustrasi kiamat dilarang. Pertama, manusia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi saat kiamat. Kedua, ilustrasi yang digambarkan jauh dari aslinya karena tidak ada yang melihat kiamat.
Ketiga, orang jadi tidak perlu was-was dengan kiamat karena kewibawaannya dapat hilang dengan munculnya ilustrasi. Keempat, oran bisa lebih mudah membayangkan akhirat sehingga tidak ada rasa takut.
Ibnu Utsaimin pernah ditanya mengenai hal ini. Dia pun memberikan jawaban dalam kitab Liqa'at Bab Al Maftuh.
" Semacam ini tidak boleh dilakukan. Karena kita tidak mengetahui hakekat dari semua itu. seperti yang Allah firmankan, (yang artinya), 'Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.' Dan seperti apa neraka juga tidak diketahui. Adakah orang yang bisa membuat gambar neraka? Tidak ada satupun yang mampu. Karena itu, sampaikan bahwa orang yang melakukan tindakan semacam ini bahwa itu haram. Meskipun sangat disayangkan, banyak masyarakat saat ini mereka menjadikan fenomena akhirat seperti kejadian terindera yang bisa disaksikan."
Selengkapnya... (ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?