Juara 3 Lomba Hafiz Dunia, Musa Diundang Presiden Mesir

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 15 April 2016 14:13
Juara 3 Lomba Hafiz Dunia, Musa Diundang Presiden Mesir
Undangan tersebut disampaikan oleh Menteri Wakaf Mesir, Muhammad Mukhtar Jum'ah.

Dream - Musa mampu tampil memukau dalam ajang lomba hafiz internasional di Sharm el-sheikh, Mesir. Sebagai juara ketiga dalam ajang tersebut, Musa mendapat kehormatan, secara khusus diundang untuk bertemu Presiden Mesir, Abdul Fattah as-Sisi.

“ Diundang, Insya Allah,” kata ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, saat berbincang dengan Dream.co.id, Kamis 14 April 2016.

Bocah berusia 7 tahun ini memang tampil bagus dalam ajang lomba Musabaqah Hafalan Quran Internasional ke-23 tersebut. Sebagai peserta termuda, Musa mampu memperoleh nilai 91,17 dan menjadi juara ke-3.

Menurut Hanafi, undangan tersebut disampaikan oleh Menteri Wakaf Mesir, Muhammad Mukhtar Jum'ah. Mereka, diundang untuk bertemu pada bulan Ramadan mendatang.

“ Menyampaikan akan mengundang kami, santri dan kami, secara khusus sebagai pemulian panitia dan Presiden dan Mentri.”

Juara pertama untuk lomba hafiz ini adalah Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah, Mesir, dengan nilai 98,58. Peringkat ke dua diraih oleh Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dari Provinsi Kafr el-sheikh, Mesir.

1 dari 5 halaman

Keajaiban Musa Menghafal Alquran

Dream - Meski belum genap berusia enam tahun, Musa hampir menghafal seluruh ayat Alquran. Namun, usaha untuk menghafal 30 juz kitab suci Islam itu tidak mudah. Bocah ini harus belajar tekun.

" Setiap harinya Adik Musa mulai bangun pagi pukul 02.30 untuk mulai belajar," tutur paman Musa, Abu Unais, kepada Dream.co.id, Kamis 3 Juli 2014.

Saat tampil dalam acara " Hafiz Indonesia" beberapa waktu yang lalu, Musa mengaku tinggal menghafal Surat An Nahl dan Bani Israil. Sebagian dari surat itu pun sudah dihafalnya. " Jadi insya Allah Adik Musa sekarang sudah hafal seluruhnya," tambah Abu Unais.

Musa, ka aAbu Unais, merupakan bocah yang luar biasa. Dia mampu menghafal ayat demi ayat Alquran secara cepat. " Di antara keistimewaan Adik Musa, sanggup menghafal setengah lembar Alquran yang besar dalam waktu 30 menit," ujar dia.

Sejak di kandungan, ayah dan Ibu Musa memang selalu membacakan Alquran untuk Musa. Sejak usia dua tahun, anak petani ini telah diperkenalkan huruf-huruf hijaiyah.

Metodenya sederhana. Sang ayah hanya menempel satu atau dua huruf hijaiyah di dinding untuk selalu diulang-ulang oleh Musa. Setelah Musa hafal, huruf itu diganti dengan yang lainnya.

Metode ini dilakukan hingga Musa hafal seluruh huruf hijaiyah. Meski demikian, bukan berarti proses belajar itu selalu lancar. Sekitar usia 3,5 tahun, Musa pernah merasa bosan. Kala bosan, Musa selalu menangis saat diajak mengaji. (Ism)

2 dari 5 halaman

Dilahirkan Saat Pengajian

Dream - Peran ibu ternyata sangat besar dalam membentuk Musa sebagai penghafal Alquran dan Hadis. Sang ibu sangat bersemangat untuk menjadikan bocah berumur enam tahun itu sebagai hafiz, mendampingi suaminya, La Ode Abu Hanafi.

" Sejauh mana peran istri, ini yang saya bilang keutamaan istri solehah. Istri di rumah ngajar Musa, Musa belajar dari istri saya hafalan hadis," kata ayah Musa, Hanafi, di Jakarta, Sabtu kemarin.

Menurut Hanafi, setiap hari sang istri tak pernah melewatkan waktu untuk mengajar Musa. Padahal, pekerjaan rumah tangga lainnya yang juga berat tetap dijalani sang bunda.

" Bagaimana dengan pekerjaan rumah, dia sekarang nuggu anak keempat. Itu suah hamil besar nyetrika baju, pergi ke majelis taklim tidak pernah luput," ujar dia.

Hanafi mengakui peran istrinya sangatlah besar dalam membentuk Musa sebagai penghafal Alquran. Tak hanya saat ini saja, sang istri sudah mengajar Musa dengan ilmu agama semenjak anak pertamanya itu masih berada di dalam kandungan.

" Istri saya mengajar Musa tidak pernah luput. Bahkan lahirnya Musa itu sepulang dari majelis taklim. Itu saking semangatnya istri saya mengajar Musa," ujar Hanafi.

Musa adalah salah satu hafiz yang mampu menghafal Alquran dalam usia yang masih kecil. Bocah Bangka Besar, Bangka Belitung, ini sudah hafal 30 juz saat berusia lima tahun sebelas bulan.

Prestasi ini menarik perhatian Kementerian Agama dan Kedutaan Besar Arab Saudi. Sehingga Musa diikutkan dalam lomba hafiz cilik tingkat internasional di Jeddah. Sebagai peserta paling muda, Musa menempati peringkat 12 dari 25 peserta dari berbagai negara.

3 dari 5 halaman

Pukau Saudi

Dream - Hafiz cilik Indonesia, Musa, mendapat hasil memuaskan dalam lomba penghafal Alquran di Jeddah, Arab Saudi. Meski menjadi peserta paling muda dalam ajang internasional itu, bocah yang belum genap berusia enam tahun itu mampu menempati peringkat tengah.

Alhamdulillah, Musa peringkat 12 dari 25 peserta,” tutur paman Musa, Abu Unaisah, saat berbincang dengan Dream.co.id, Selasa 8 Juli 2014.

“ Dia mendapat nilai mumtaz,” tambah Abu Unaisah. Ya, nilai yang diperoleh Musa memang istimewa. Bocah yang juga menjadi peserta ajang “ Hafiz Indonesia” ini mampu meraih nilai 90.83 dari 100 yang menjadi nilai sempurna.

Musa. Sumber foto: Facebook-Abdillah Syarda

Saat ini, lanjut Abu Unaisah, Musa masih berada di Arab Saudi. Dia mengaku belum tahu kapan keponakannya itu tiba di Tanah Air. “ Sekarang sedang berlangsung acara kenegaraan di Saudi,” kata Abu Unaisah.

Musa memang memiliki kemampuan yang luar biasa. Menurut Abu Unaisah, dia bisa menghafal setengah lembar Alquran ukuran besar hanya dalam waktu 30 menit saja. Namun, dengan kemampuan itu bukan berarti Musa tampil sempurna dalam ajang di Saudi itu.[crosslink_1]

4 dari 5 halaman

Rahasia Menghafal

Dream - Hafiz cilik, Musa, membagi kiat menghafal Alquran. Bocah asal Bangka Belitung itu hadir bersama sang ayah, La Ode Abu Hanafi, dalam Tablig Akbar di Masjid Astra, Sunter, Jakarta.

" Awalnya, mengapa saya begini, karena teringat dosa yang sangat besar. Sehingga, kalau punya anak, harus hafal Alquran," kata Hanafi, Sabtu 23 Agustus 2014.

Dengan mengajari Musa menghafal Alquran, Hanafi berharap bisa mendapat pahala. Sebab, kata dia, orang yang mengajari seseorang membaca Alquran akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajari. " Dan itu yang nendorong saya mencetak penghafal Alquran," kata dia.

Menurut Hanafi, orangtua harus selalu mendekatkan diri pada Allah jika ingin mendidik anaknya sebagai penghafal Alquran. Dan untuk mencetak anak menjadi hafiz, orangtua tak harus menjadi penghafal Alquran terlebih dahulu. " Tapi kalau bisa demikian lebih baik."

Tak mudah bagi Hanafi untuk mencetak anak menjadi hafiz. Apalagi, Musa masih kecil dan harus memperkenalkan huruf-huruf Arab kepadanya. " Mulanya susah. Saya tempel satu-satu huruf itu. Sampai Musa hafal," ujar dia.

Yang tak kalah penting, Hanafi mendidik Musa dengan disiplin. Memanfaatkan waktu menjadi salah satu kunci sukses Musa menghafal Alquran. Jangan sampai waktu terbuang sia-sia. " Belajar mulai setengah tiga dini hari sampai pagi," ujar Hanafi.

Berkat latihan rutin tiap hari itu, Musa akhirnya berhasil menghafal Alquran sebelum genap berusia enam tahun. " Sebenarnya saya target Musa hafal Alquran umur lima setengah tahun. Tapi meleset, hafal lima tahun sebelas bulan." (Ism)

5 dari 5 halaman

Saudi Kepincut Musa

Dream - Sebagian warga Arab Saudi tampaknya terkesan dengan kemampuan Musa saat mengikuti lomba menghafal Alquran di Jeddah. Sehingga, sebagian warga Negeri Petro Dolar itu meminta bocah yang belum genap berusia enam tahun itu tetap tinggal di sana.

" Sebagian saudara kita yang memintanya, tentunya setelah mendapat persetujuan dari pemerintah," tutur paman Musa, Abu Unaisah, saat berbincang dengan Dream.co.id, Selasa 8 Juli 2014.

Mendapat permintaan itu, bocah asal Bangka dan sang ayah, Hanafi, malah menjadi bingung. Mereka belum bisa menjawab permintaan itu dan menyatakan akan berfikir sebelum mengambil keputusan. " Masih bingung katanya," ujar Abu Unaisah.

Musa saat lomba di Jeddah

Sumber foto: www.facebook.com/abu.unaisah

Namun, tambah Abu Unaisah, kemungkinan Musa dan keluarga tidak akan memenuhi permintaan itu. Sebab, keluarga Musa tidak bisa meninggalkan nenek mereka yang kini tinggal di Bekasi.

" Neneknya Musa juga belum tentu mau terima. Neneknya nggak mau jauh dari cucunya. Sekarang saja suka ngomel kalau ingat Musa yang tingal jauh di Bangka," tambah dia.

Dalam lomba menghafal Alquran internasional di Jeddah, Musa mendapat nilai istimewa, yaitu 90.83. Dengan nilai istimewa itu, Musa yang menjadi peserta termuda itu menempati peringkat ke-12 dari 25 peserta dari berbagai negara.

Meski masih bocah, Musa telah menghafal Alquran. Dia punya kemampuan istimewa, bisa menghafal ayat-ayat Alquran dengan cepat. " Dalam satu hari Musa dapat menghafal lima lembar Alquran," kata Abu Unaisah. (Ism)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone