Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Laylah Petersen (Emirates 24l7)
Dream - Kematian bukan berarti penghalang untuk berbuat baik pada orang lain. Sejumlah orang, sebelum meninggal bisa berwasiat untuk menyumbangkan organ tubuhnya kepada orang lain. Atau, keluarga berinisiatif menyumbangkan organ keluarganya yang telah meninggal untuk orang lain.
Itulah yang dilakukan keluarga Laylah Petersen. Bocah lima tahun asal Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, yang tewas karena ditembak orang tak dikenal. Pihak keluarga memutuskan untuk menyumbangkan jantung Laylah untuk anak lainnya yang membutuhkan.
Kasus penembakan Laylah ini menarik perhatian masyarakat setempat. Polisi setempat bahkan berjanji tak akan beristirahat sebelum penembak Laylah ditangkap. Polisi mengimbau masyarakat Milwaukee untuk memberikan informasi sekecil apapun yang diketahui terkait kasus ini.
Kepala Polisi Milwaukee, Edward Flyn, bahkan meneteskan air mata saat menggelar jumpa pers. Dia berjanji akan terus menyimpan foto Laylah dan akan menunjukkannya kepada cucu-cucunya, hingga para bandit penembak anak tak berdosa itu tertangkap.
" Dia selalu berada di hati kami, seperti jantungnya yang akan disumbangkan kepada orang lain," tutur Flynn dikutip Dream dari Emirates 24l7.
" Kita tahu bahwa dari kejadian yang mengerikan ini, dia akan tetap hidup dan menyelamatkan kehidupan."
Polisi yakin Laylah korban salah asaran. Namun, polisi tetap akan menyelidiki motif lain dalam kasus penembakan yang terjadi beberapa hari yang lalu itu. Dalam penyelidikan, polisi menemukan puluhan selongsong peluru di rumah kakek Laylah.
" Petugas tidak akan beristirahat sampai kami menemukan dan menyeret pelaku penembakan ini ke pengadilan," ujar Flynn.
Sebuah sayembara pun digelar. Siapa saja yang memiliki informasi tentang pelaku penembakan dan bisa membantu menangkapnya akan diberi hadiah sebesar US$ 5 ribu atau sekitar Rp 60 juta. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya