Laylah Petersen (Emirates 24l7)
Dream - Kematian bukan berarti penghalang untuk berbuat baik pada orang lain. Sejumlah orang, sebelum meninggal bisa berwasiat untuk menyumbangkan organ tubuhnya kepada orang lain. Atau, keluarga berinisiatif menyumbangkan organ keluarganya yang telah meninggal untuk orang lain.
Itulah yang dilakukan keluarga Laylah Petersen. Bocah lima tahun asal Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, yang tewas karena ditembak orang tak dikenal. Pihak keluarga memutuskan untuk menyumbangkan jantung Laylah untuk anak lainnya yang membutuhkan.
Kasus penembakan Laylah ini menarik perhatian masyarakat setempat. Polisi setempat bahkan berjanji tak akan beristirahat sebelum penembak Laylah ditangkap. Polisi mengimbau masyarakat Milwaukee untuk memberikan informasi sekecil apapun yang diketahui terkait kasus ini.
Kepala Polisi Milwaukee, Edward Flyn, bahkan meneteskan air mata saat menggelar jumpa pers. Dia berjanji akan terus menyimpan foto Laylah dan akan menunjukkannya kepada cucu-cucunya, hingga para bandit penembak anak tak berdosa itu tertangkap.
" Dia selalu berada di hati kami, seperti jantungnya yang akan disumbangkan kepada orang lain," tutur Flynn dikutip Dream dari Emirates 24l7.
" Kita tahu bahwa dari kejadian yang mengerikan ini, dia akan tetap hidup dan menyelamatkan kehidupan."
Polisi yakin Laylah korban salah asaran. Namun, polisi tetap akan menyelidiki motif lain dalam kasus penembakan yang terjadi beberapa hari yang lalu itu. Dalam penyelidikan, polisi menemukan puluhan selongsong peluru di rumah kakek Laylah.
" Petugas tidak akan beristirahat sampai kami menemukan dan menyeret pelaku penembakan ini ke pengadilan," ujar Flynn.
Sebuah sayembara pun digelar. Siapa saja yang memiliki informasi tentang pelaku penembakan dan bisa membantu menangkapnya akan diberi hadiah sebesar US$ 5 ribu atau sekitar Rp 60 juta. (Ism)