Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Papa Reji Dan Anak-anaknya (Humans Of Bombay)
Dream - Papa Reji. Inilah pria yang menghidupi 24 anak, 22 di antaranya mengidap HIV positif. Meski bukan darah daging sendiri, Reji memelihara mereka seperti anak sendiri.
Kisah Reji ini sungguh inspiratif. Bagaimana dia bertemu dengan anak-anak itu, dan mengubah jalan hidup mereka. Sungguh membuat hati setiap orang menjadi trenyuh.
Dikutip Dream dari Humans of Bombay, Senin 20 Juni 2016, Reji menuturkan awal mula merawat anak-anak itu. Mulanya, dia melihat gadis mungil yang tidur di jalanan saat dia melintas di rumah sakit DY Patil.
Kondisi bocah itu sungguh memprihatinkan. Bocah itu sangat lemah. Badannya kurus kering, hingga tulang-tulangnya terlihat menonjol. “ Saya kemudian tahu dia mengidap HIV positif dan kehilangan kedua orangtuanya,” tutur Reji.
Dia kemudian mulai mendekati gadis itu dan bertanya ingin makan apa. Bocah itu menjawab ingin makan mie. Tapi kala itu Reji tak menemukan mie, sehingga berjanji akan datang esok hari.
Tapi nahas, belum lagi Reji memenuhi janjinya, bocah itu telah wafat. “ Dia meninggal malam itu dan peristiwa itu terus menghantui saya.”
Sejak itu, dia langsung masuk ke rumah sakit, meminta manajemen pusat kesehatan itu. “ Saya meminta mereka menelefon saya jika ada anak seperti anak itu di kemudian hari.”
© Dream
Pada awalnya memang sulit. Dia harus menghidupi keluarga dan anak-anak pungut. Namun Reji dan istrinya tak pernah kehilangan harapan.
“ Pada 2009, saya menyewa rumah di Navi Mumbai untuk istri, dua anak saya, dan dua anak yang mengidap HIV positiv,” tutur dia.
Saat pertama, memang susah. Kamar sempit itu hanya digelari tikar untuk dua anak kandung dan dua anak angkatnya. Reji dan sang istri tak kebagian tempat.
“ Akhirnya orang-orang mulai menyumbang, kasur, gandum, dan uang,” kata dia.
Sejak itu, keluarganya terus bertambah. “ Keluarga saya yang 4 secara perlahan bertambah menjadi 24, anak demi anak yang mengidap HIV positif dikirimkan kepada saya,” tambah Reji.
© Dream
Anak-anak itu menjadi kebanggaan Reji. Dia tak pernah membeda-bedakan mereka. Istri Reji memberi dukungan. Mereka tak pernah membeda-bedakan di antara anak-anak itu.
“ Kami memarahi, mencintai, dan memberi hadiah yang sama kepada mereka,” tutur Reji.
Dan istrinya memasak untuk 24 anak itu, merawat mereka, dan menjaga kesehatan anak-anak itu. “ Kami telah mencoba memberi mereka pendidikan yang baik dan memastikan mereka hidup layak.”
Dengan bangga, Reji menyebut keluarganya hidup dengan penuh cinta. Menjadi pengidap HIV positif bukan berarti memutuskan kehidupan mereka.
“ Mereka bisa hidup seperti orang normal dan itu yang saya inginkan, untuk menyelamatkan mereka dan memberi mereka umur panjang,” kata Reji.
Ya, anak-anak itu telah memanggilnya dengan sebutan Papa Reji. Dan itu berarti dia wajib menjadi ayah untuk melindungi anak-anak ini.
“ Sehingga saya bukanlah orang yang istimewa. Saya hanya ayah yang merawat anak-anak saya,” kata Reji dengan rendah hati.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya