Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak-anak Di Masjid (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dunia anak-anak adalah bermain dan bercanda. Hal itu sudah menjadi fitrah dari anak-anak.
Di mana saja mereka berada, anak-anak selalu ingin bermain. Meski begitu, kadang mereka punya tempat favorit untuk bermain.
Tak jarang kita temui anak-anak bermain di masjid. Tetapi, terkadang candaan mereka mengganggu para jemaah yang sedang melaksanakan sholat jemaah.
Menghadapi hal ini, bagaimana kita menyikapinya?
Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, seringkali pengurus masjid merasa kebingungan ketika harus menyikapi anak-anak. Namun demikian, patut kiranya kita menyimak penjelasan Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin.
"Anak kecil tidak masalah masuk ke masjid selagi ia tidak bermain. Bermain di masjid tidak haram bagi mereka. Membiarkan mereka bermain di masjid juga tidak diharamkan kecuali jika mereka menjadikan masjid tempat bermain, dan itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Kalau sudah demikian (masjid jadi tempat bermain), maka wajib dilarang karena bermain di masjid termasuk aktivitas yang halal jika sedikit, dan tidak halal ketika banyak. Dalilnya adalah hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW berdiam demi Aisyah RA yang menyaksikan anak-anak Habasyah menari dan bermain perisai dari kulit dan berperang-perangan pada hari Idul Fitri di masjid. Tidak diragukan lagi bahwa anak-anak Habasyah itu seandainya menjadikan masjid tempat bermain, niscaya mereka akan dilarang bermain. Rasulullah SAW tidak memandang anak-anak bermain itu sebagai sebuah kemunkaran sehingga beliau SAW ikut menyaksikannya karena saking jarang dan langkanya."
Sayid Muhammad Az Zabidi dalam kitab Ithafus Sadatil Muttaqin bi Syarhi Ihya' Ulumuddin menjelaskan ada golongan manusia tertentu yang harus diwaspadai ketika masuk masjid. Golongan tersebut yaitu orang gila, anak kecil dan orang mabuk.
Sebabnya, tiga golongan ini tidak bisa menguasai diri sendiri. Sehingga mereka dikhawatirkan mencemari masjid.
"Di antara kemunkaran adalah masuknya orang gila, anak kecil, dan orang mabuk ke dalam masjid. Karena, mereka tidak memiliki daya pilih. Mereka tidak bisa memelihara diri mereka sendiri. Karenanya diusahakan mereka tidak masuk ke dalam masjid. (Anak kecil tidak masalah masuk ke masjid selagi ia tidak bermain). Dan bersamaan dengan (bermainnya) itu aman dari pencemaran."
Ketika anak ke masjid, apalagi yang berusia di bawah 7 tahun, mereka butuh pendampingan. Tetapi, kita patut bersyukur jika anak mulai usia 7 tahun pergi ke masjid, karena mereka memulai kebiasaan sedini mungkin.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?
