Ilustrasi Tahlilan (nu.or.id)
Dream - Menggelar acara seperti tahlilan sudah menjadi kebiasaan di masyarakat Indonesia. Biasanya, acara ini diisi dengan pengajian, doa dan makan bersama.
Tentu, yang harus diladeni tidak hanya satu dua orang. Sementara untuk menjamu para undangan yang datang, butuh biaya tidak sedikit.
Sayangnya, ada sebagian dari kita yang terbebani dengan biaya sajian makanan. Alhasil, mereka harus mengutang demi bisa menjamu para tamu.
Lantas, bagaimana hal ini dipandang dari ajaran Islam?
Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, sebenarnya menggelar tahlilan adalah bagian dari sedekah. Pahala sedekah bisa kita niatkan untuk keluarga yang sudah meninggal.
Patut diingat bahwa menyajikan makanan untuk orang banyak di tahlilan adalah dianjurkan. Hukum ini bisa berubah menjadi makruh bahkan haram jika dilaksanakan tidak sesuai konteksnya.
Demikian pula jika jamuan makan disediakan dengan berutang yang jelas memberatkan pihak penyelenggara. Hukumnya bisa menjadi makruh.
Jika menghadapi persoalan ini, dianjurkan untuk menggelar tasyakuran cukup di antara keluarga saja. Apabila ingin mengundang, cukup orang-orang terdekat.
Memang, potensi untuk menjadi bahan pergunjingan selalu ada. Menghadapi hal ini, dianjurkan bagi memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kondisi yang dialami keluarga yang mengadakan acara tidaklah sama. Jangan sampai kesunahan itu justru menjadi memberatkan.
Sementara terkait dengan tahlil beberapa hari usai kematian, Mazhab Syafi'i menyatakan keluarga yang ditinggalkan seorang mayit sedang berada dalam kedukaan. Sehingga, dianjurkan untuk pelayat dan tetangga agar menjamin makanan mereka karena tidak bisa memasak.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda