6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ninih Di Atas Jembatan (kiri), Saat Sesi Pemotretan (kanan). Foto: Indra Komara/Dream.co.id
Dream - Jadi gadis penjual getuk berparas ayu di 'jantung Jakarta', Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, membuat Ninih kini makin dikenal banyak orang. Tapi kondisi itu rupanya tak mengubah pribadi dan keinginan Ninih untuk menjadi tenaga kerja di Taiwan.
Demi mendapat pengalaman dan berjumpa sanak saudara di Taiwan, gadis yang memiliki nama asli Turinih ini masih menunggu panggilan dari perusahan yang menaunginya di Taiwan nanti.
Pengalaman sang Kakak yang lebih dulu menjadi tenaga kerja di Taiwan membuat Ninih bertekad untuk tetap pergi melintasi negara mengadu nasib di negeri orang. " Udah daftar tapi belum ada panggilan lagi. Kalo udah ada panggilan saya bikin paspor terus berangkat ke sana," kata Ninih saat datang ke redaksi Dream.co.id, Tebet, Jakarta Selatan.
Sama seperti anak pada umumnya, gadis berparas ayu ini juga punya banyak cita-cita di masa kecil. Menjadi dokter jadi salah satu impian yang diinginkan sejak dini. " Cita-cita kecil mau jadi dokter. Biar kalo emak sama bapak sakit, saya sendiri yang ngobatin," katanya malu-malu.
Namun sayang, impiannya harus terjanggal oleh keadaan ekonomi di desa. Ninih terpaksa harus berhenti sekolah dan bekerja membantu perekonomian keluarga.
" Bapak kan buruh tani di desa. Jadi kalo di kampung suka bantuin orangtua jualan. Kadang kalo lagi musim tandur (menanam padi), ya tandur. Di sana nggak ada pekerjaan selain bantu-bantu," tambah Ninih yang sudah di-make over dengan riasan yang bikin dia tambah cantik ini.

Tak lupa sebelum melangkah meninggal Indramayu kampung halamannya, sang ibu memberi pesan agar menjadi anak yang rajin dan tidak malas. Sukses menjadi pedoman yang di genggam Ninih hingga detik ini.
Tidak malu meski harus menjinjing keranjang dan berkejaran dengan petugas keamanan. Impiannya membahagiakan kedua orangtua di desa sudah menjadi harga mati bagi Ninih. Bekerja dan terus bekerja.
" Ninih sukses dulu biar enak. Jangan nakal kalo di Jakarta. Harus nurut sama kakak, kerja yang rajin biar sukses. Kalo udah sukses baru kamu mikirin yang lain," tutup Ninih menirukan sang ibu. (Ism, Laporan: Indra Komara)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
