Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Kisah si Badut Kembar di Ujung Maut

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 27 November 2014 11:13
Kisah si Badut Kembar di Ujung Maut
Motto hidup keduanya adalah nikmati hidup, cintai hidup, dan tertawalah. Menurut Bissell, membuat orang lain tertawa dan bersenang-senang merupakan obat terbaik.

Dream - Ini kisah duo badut profesional. Peter dan David Bissell. Kedua pria yang terlahir kembar identik ini telah berhasil membuat tertawa ratusan anak di balik karakter lucu yang mereka perankan, Peebo dan Dagwood.

Dikutip Dream dari ABC International, Peter dan David terlahir dengan kelainan genetika yang disebut Fibrosis Kistik. Secara medis, keduanya diyakini tidak akan mampu bertahan hidup hingga usia dewasa. Namun nyatanya mereka bisa bertahan hidup hingga usia 41 tahun.

Vonis itu pula yang mendorong keduanya mengisi hari-hari dengan membuat orang tertawa. Mereka mengaku keterampilan membadut dipelajari ketika kerap menghabiskan waktu berhari-hari di bangsal rumah sakit sebagai pasien anak.

" Kami banyak menghabiskan waktu di rumah sakit, karena penyakit Fibrosis Kistis yang kami derita. Suatu hari seorang teman datang dari Amerika dan mengajari kami trik sulap," kata mereka.

Setiap kembali dirawat di rumah sakit, Peter dan David menampilkan trik sulap kepada pasien yang lebih tua. Sehingga para pasien itu bisa bangkit dan bahkan lari. Dari pengalaman itulah mereka menjadi kerap tampil pada acara ulang tahun keluarga atau teman.

" Seorang teman kemudian meminta saya menggunakan kostum badut dan mengendarai sepeda roda satu dan tampil pada pesta ulang tahun puterinya," tutur David.

Sekarang, keduanya bisa tampil delapan kali dalam seminggu dalam pesta anak-anak hingga orang dewasa. " Kami banyak juga tampil di bangsal pasien kanker di Rumah Sakit Royal Brisbane, karena kami paham sekali bagaimana rasanya menjadi pasien anak," ujar David.

Motto hidup keduanya adalah nikmati, cintai hidup, dan tertawalah. Menurut Bissell, membuat orang lain tertawa dan bersenang-senang merupakan obat terbaik.

" Kami memiliki karunia dapat membuat orang tertawa sehari-hari dan ketika kita berada di rumah sakit kita tahu sekali kalau anak-anak itu perlu tertawa," kata Bissel.

" Tertawa itu menular, jika Anda berada dalam sekelompok orang dan ada satu yang tertawa maka semua tertawa," tambah dia.

Fibrosis Kistik

Penyakit Fibrosis Kistik (Cystic Fibrosis/CF) merupakan penyakit genetik yang ditandai perubahan atau mutasi gen yang memicu kelainan pada produksi kelenjar, seperti kelenjar ludah dan kelenjar keringat. Kelainan ini membuat cairan dari kelenjar ludah dan keringat penderita menjadi sangat kental sehingga menimbulkan masalah pada saluran pernafasan dan paru.

Dokter sempat memberi tahu orangtua si kembar ini kalau mereka berdua tidak akan mampu melewati usia 3-4 tahun karena kelainan ini. Bissell mengatakan tahun depan keduanya bersiap merayakan hari jadi ke-10 mereka setelah menerima transplantasi paru-paru ganda pada tahun 2005.

Keduanya juga hidup dengan paru-paru cangkokan. " Jika bukan karena organ yang mereka donorkan untuk kami, maka saya tidak mungkin hidup hari ini dan memberikan tawa bagi banyak orang lebih dari 20 tahun terakhir," ujar Bissel.

Paru-paru pengganti tidak menyembuhkan, tapi biasanya mampu membantu penderita Fibrosis Kistik bertahan hidup 3 sampai 5 tahun lebih lama. " Dan pada kasus kami, bahkan kami bisa bertahan hidup hingga 10 tahun oleh karena itu kami menganggap setiap hari adalah berkah," tambah Bissel.

Kedua saudara laki-laki ini terus meminum 60 tablet obat setiap harinya. " Kami harus meminum pil tablet anti-rejection dan jika kami berhenti meminumnya maka paru-paru pengganti kami akan menolak kami dan menjadi tidak berfungsi," tutur Bissel. (Ism)

Beri Komentar