Profesi Satpam Wanita dalam Pandangan Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 5 September 2018 09:01
Profesi Satpam Wanita dalam Pandangan Islam
Wanita boleh keluar rumah asal atas izin wali atau suaminya.

Dream - Satuan Pengamanan (satpam) merupakan profesi yang kerap diidentikkan dengan pria. Salah satu sebabnya, pria dianggap memiliki keberanian ketika berhadapan dengan keributan.

Tetapi, dewasa ini sudah banyak wanita yang berprofesi sebagai satpam. Mereka memiliki kewajiban yang setara dengan para pria.

Lantas, bagaimana pandangan Islam terkait hal ini?

Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menjelaskan kaum hawa dibolehkan ke luar rumah asal terhindar dari hal-hal yang diharamkan serta atas izin suami atau walinya. Bahkan dibolehkan bagi wanita untuk bekerja.

Sebagian ulama memandang para wanita tidak boleh keluar rumah. Mereka diwajibkan tinggal di rumah.

Pandangan semacam ini kerap didasarkan pada Surat Al Ahzab ayat 3.

" Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."

Tetapi, para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat ini. Sebagian besar ulama menyatakan ayat ini hanya berlaku untuk para istri Rasulullah, bukan untuk semua Muslimah.

Wanita, sebagaimana pria, berhak untuk mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Sehingga, perlu kiranya ada tenaga yang khusus melayani kaum hawa, yang juga terdiri dari para wanita.

Hal ini termasuk pada profesi satpam. Sebab, layanan keamanan juga diperlukan para wanita.

Selengkapnya...

Beri Komentar