Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Sebentar lagi, langit Indonesia akan diliputi fenomena alam gerhana bulan total. Gerhana kali ini disebut Supermoon, karena jarak antara bulan dengan bumi begitu dekat, sehingga terlihat sangat besar.
Umat Muslim dianjurkan menjalankan sholat gerhana khusuf. Sholat ini dikerjakan ketika terjadi gerhana bulan, sebagaimana dijelaskan Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab Nihayatuz Zein.
"Jenis kedua adalah sholat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu sholat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjemaah yaitu sholat dua gerhana, sholat gerhana matahari dan sholat gerhana bulan. Ini adalah sholat yang disunahkan."
Mengenai tata caranya, sholat ini diawali dengan sholat sunah dua rakaat dilanjutkan dengan dua khutbah seperti sholat Id. Bedanya, setiap rakaat sholat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk.
Untuk khutbah sholat gerhana, tidak dianjurkan takbir seperti khutbah dua sholat Id.
Secara urutannya, sebagai berikut.
1. Niat,
2. Takbiratul Ikhram,
3. Membaca taawuz dan Surat Al Fatihah, dilanjutkan membaca Surat Al Baqarah dengan suara keras,
4. Rukuk dengan membaca tasbih 100 kali,
5. I'tidal dan membaca Surat Al Fatihah, lalu Surat Ali Imron,
6. Rukuk dan membaca tasbih 80 kali,
7. I'tidal dan membaca doa i'tidal,
8. Sujud dan membaca tasbih sebanyak 100 kali seperti rukuk pertama,
9. Duduk di antara dua sujud,
10. Sujud kedua dan membaca tasbih seperti rukuk kedua,
11. Duduk sejenak sebelum bangkit untuk rakaat kedua,
12. Bangkit dan mengerjakan rakaat kedua yang sama dengan rakaat pertama. Bedanya, pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surat An Nisa dan rakaat kedua Surat Al Maidah,
13. Salam,
14. Khotbah oleh imam atau khotib yang ditunjuk.

Kemudian membaca doa ini.
© Dream

Wamaa ya'zubu arrabbika min mitzqaali dzarratiin fil ardli wa laa fis samaa i wa laa ashghara min dzaalika wa man akbara illa fii kitaabim mubin.
Artinya:
"Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti