Sholat Sunah karena Gempa, Adakah?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 Januari 2018 06:03
Sholat Sunah karena Gempa, Adakah?
Muslim tentu selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT terhadap semua musibah dan kemalangan.

Dream - Pekan lalu, gempa bumi 6,1 Skala Richter mengguncang Lebak, Banten. Getarannya sampai terasa hingga DKI Jakarta.

BMKG menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Meski begitu, gempa tersebut merusak ratusan rumah di Lebak dan sekitarnya.

Bencana alam tentu tidak dapat dihindari. Gempa tak pernah bisa diprediksi baik kapan munculnya maupun berapa kekuatannya.

Sebagai Muslim, kita tentu selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT atas segala keburukan dan kemalangan. Caranya dengan banyak berdoa dan beribadah.

Contohnya, kita dianjurkan menjalankan sholat istisqa' ketika hujan lama tidak turun. Juga ada sholat khusuf ketika terjadi gerhana bulan dan sholat kusuf jika ada gerhana matahari.

Lalu, bagaimana jika terjadi gempa bumi? Adakah sholat sunah karena gempa?

Dikutip dari Islami.co, Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid memberikan uraian sebagai berikut.

" Suatu kaum (ulama) menganjurkan sholat sebab gempa, angin (kencang), gelap (awan) dan selainnya yang termasuk tanda-tanda (kebesaran Allah) dengan mengqiyaskan kepada gerhana bulan dan matahari, karena ada suatu nash dari Nabi Saw yang serupa illatnya dalam hal itu, yaitu tanda (kebesaran Allah). Dan tanda itu adalah jenis qiyas yang paling kuat, karena sama-sama menqiyaskan illat yang ada dalam nash. Akan tetapi Imam Malik, Imam Syafi'i dan para ulama tidak berpendapat bahwa sholat karena gempa dan lain sebagainya disunahkan. Imam Abu Hanifah berkata, 'Apabila melaksanakan sholat sebab gempa maka baik, jika tidak melaksanakannya maka tak masalah.' Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasannya beliau melaksanakan sholat saat peristiwa di atas seperti sholat gerhana matahari."

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar