Siswa Madrasah Malang Raih Medali Emas di Kanada

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 6 September 2018 13:29
Siswa Madrasah Malang Raih Medali Emas di Kanada
Dua siswa MAN 2 Kota Malang meneliti khasiat pepaya jantan untuk Malaria.

Dream - Siswa madrasah kembali membuat bangga Indonesia. Kali ini, dua siswa MAN 2 Kota Malang, Haidar Azzamuddin dan Arifah Ramadhani Azzam, menorehkan prestasi gemilang pada lomba tingkat dunia.

Keduanyanya memperoleh medali emas pada International Invention Innovation Competition in Canada (iCAN) 2018 yang digelar di Toronto International Society of Innovation & Advanced Skills (TISIAS), Kanada.

Mereka mengangkat tema riset 'The Jamu of Male Papaya as Novel Medicine for Malaria High Stadium'. Penelitian itu diganjar dua penghargaan sekaligus, yaitu Gold Medal dan International Special Inventor Award.

Kepala Madasah MAN 2 Kota Malang, Binti Maqsudah, mengatakan iCAN merupakan kompetisi tahunan siswa, mahasiswa dan profesional. Para peserta adalah mereka yang lolos tahap seleksi di negaranya masing-masing.

" Peserta yang meraih poin tertinggi diundang ke Kanada untuk mengikuti babak grand final," ujar Binti dikutip dari kemenag.go.id, Kamis 6 September 2018.

1 dari 1 halaman

Delegasi Pertama Asia Tenggara Peraih Penghargaan

Binti menjelaskan, iCAN merupakan wadah bagi para penemu, inovator, mahasiswa, profesor, dan ilmuwan riset dari seluruh dunia meraih peluang khusus. Caranya dengan menampilkan penemuan kreatif dan proyek inovasi.

" Selama ini delegasi dari negara Eropa dan Amerika selalu mendominasi kemenangan. Tahun ini delegasi kita sebagai delegasi dari Asia Tenggara berhasil mendapat penghargaan," ucap dia

Sebelumnya, penelitian Haidar dan Arifah mendapat penghargaan di ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Nasional 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tema penelitian mereka kala itu adalah Efikasi Jamu Pepaya Jantan. Dalam penelitian itu, pepaya jantan diramu dengan komposisi tertentu sehingga bisa menjadi obat penyakit malaria stadium akhir.

Beri Komentar