Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Dream - Dalam berkhotbah Jumat, Rasulullah pernah bersandar pada benda-benda tertentu. Ada riwayat yang menyebut sandaran Rasulullah adalah busur, sementara riwayat lain menyebut pangkal pohon kurma.
Riwayat-riwayat itulah yang kemudian menjadi dasar disunahkannya penggunaan tongkat bagi khotib dalam berkhotbah Jumat.
Tetapi, pada suatu waktu, Rasulullah menyampaikan khotbah di atas mimbar. Sejak saat itu, Rasulullah selalu menggunakan mimbar ketika berkhotbah.
Pembuatan mimbar itu sebenarnya merupakan gagasan dari salah satu sahabat Rasulullah, Tamim bin Aus bin Kharijah bin Sud bin Jadzimah bin Dari' bin Adi bin Al Dar bin Hani' bin Habib bin Nuramah.
Dia dulunya adalah pendeta Nasrani yang menjadi mualaf ketika Rasulullah masih hidup dan dinamai Abdullah.
Dalam kitab Al Thabaqat Al Kubra karya Ibnu Sa'ad, termuat riwayat mengenai gagasan pembuatan mimbar untuk Rasulullah. Suatu hari, Rasulullah berkhotbah dengan berdiri dan bersandar para pangkal pelepas kurma.
Usai khotbah, Rasulullah bersabda, " Sesungguhnya khotbah sambil berdiri benar-benar melelahkan saya."
Mendengar perkataan Rasulullah, Tamim segera menemui Rasulullah dan mengusulkan pembuatan mimbar. Dia mengatakan pernah melihat mimbar sewaktu di Syam.
Rasulullah menampung saran itu, lalu bertanya kepada para sahabat lainnya. Para sahabat akhirnya sepakat membuatkan mimbar untuk Rasulullah.
Mimbar itu dikerjakan oleh pandai kayu yang juga budak dari Abbas bin Abdul Mutthalib bernama Kilab. Kilab membuat mimbar itu dari kayu Atsilah, dengan tiga anak tangga dan dilengkapi tempat duduk.
Mimbar itu diletakkan di tempat Rasulullah menaruh pangkal pohon kurma setiap kali menyampaikan khutbah pada Jumat sebelum-sebelumnya. Kemudian, Rasulullah naik mimbar itu dan melewati pangkal kurma yang dulu sering digunakan Rasulullah bersandar.
Tiba-tiba, pangkal kurma itu mengeluarkan suara seperti tangisan bayi lalu terjatuh. Rasulullah turun dari mimbar dan memungut pangkal kurma tersebut.
Rasulullah kemudian mengusap pangkal kurma itu dengan tangannya hingga kembali tenang. Saat masjid direnovasi, Ubay bin Ka'ab mengambil pangkal kurma itu dan menyimpan di rumahnya hingga lapuk.
(ism)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia