Mantan Ketua Ikatan Dokter Anak: Masker Tak Boleh Dibuka di Sekolah

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 2 Agustus 2022 08:48
Mantan Ketua Ikatan Dokter Anak: Masker Tak Boleh Dibuka di Sekolah
Bermunculan kasus positif di sekolah, Profesor Aman ingatkan lagi masker adalah hal wajib.

Dream - Sejak awal Juli 2022, sekolah mulai diberlakukan dengan pertemuan tatap muka (PTM). Selama dua tahun terakhir, sekolah dilakukan dengan online karena pandemi Covid-19.

Setelah PTM diberlakukan, muncul beberapa kasus positif Covid-19 di sekolah. Dalam kondisi, ini memang memunculkan kekhawatiran para orangtua. Profesor Aman Pulungan, mantan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

" Setiap hari kita mendengar anak yang positif Covid yang sudah sekolah. PTM ini sangat bagus. Apakah sekolah PTM ini aman? Tergantung apakah protokol dilakukan atau tidak. Kuncinya masker itu harus tetap dipakai. Masker tidak boleh dibuka di sekolah," ujar Profesor Aman, dikutip dari akun Instagramnya resminya @amanpulungan.

Menurutnya, jangan sampai murid, guru dan petugas sekolah melepas masker. Protokol kesehatan tidak boleh kendor sama sekali, karena sangat berbahaya.

" Jadi seluruh yang ada di sekolah, anak murid, guru dan seluruh pegawai sekolah, tidak boleh membuka masker, untuk alasan apa pun. Pada saat mereka berkumpul atau dalam kelas, tidak ada yang membuka masker, jadi tidak ada kegiatan apapun yang membuka masker," pesannya.

Hal ini agar tidak terjadi penularan Covid-19 di sekolah yang tentunya bisa membahayakan anak, guru, juga para petugas sekolah. Selalu ingatkan anak agar tidak melepas masker di sekolah dan tetap melakukan protokol kesehatan, ya Sahabat Dream.

1 dari 6 halaman

Sakit Perut, Gejala Covid-19 Pada Anak yang Sering Tak Disadari

Dream - Virus Covid-19 hingga saat ini masih sangat mengkhawatirkan, terutama pada anak-anak yang belum mendapat vaksin. Vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 5 tahun memang belum tersedia.

Selama ini gejala Covid-19 pada anak identik dengan demam, batuk, sakit kepala dan tak nafsu makan. Ada satu lagi gejala yang kerap tak disadari orangtua, yaitu masalah pencernaan, seperti sakit perut, muntah dan diare.

Sakit Perut, Gejala Covid-19 Pada Anak yang Sering Tak Disadari© MEN

Seringkali saat anak mengeluh sakit perut, kita menganggapnya keluhan pencernaan biasa. Bisa jadi hal itu adalah salah satu gejala Covid-19.

" Covid-19 memiliki daftar panjang gejala potensial, seperti sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, dan kelelahan. Sebuah studi Desember 2021 yang diterbitkan di JAMA menemukan bahwa sepertiga anak-anak dengan COVID-19 juga mengalami gejala gastrointestinal. Ini bisa termasuk diare, mual, muntah, dan sakit perut, kata Jonathan Maynard, M.D., seorang dokter anak di Providence Mission Hospital di California Selatan.

 

2 dari 6 halaman

Disertai demam

Anak mungkin terlihat kelelahan dan mulai mengeluh sakit perut. Bisa juga ia merasa mual dan selalu ingin muntah. Secara umum, Covid-19 menyerang lebih banyak sistem tubuh daripada patogen khas yang menyebabkan masalah perut.

" Meskipun mungkin ada beberapa kesamaan antara gejala Covid-19 dan flu perut, gejala Covid-19 umumnya lebih luas," katanya.

Salah satu cara membedakan antara Covid-19 dan flu perut adalah adanya demam. Banyak virus yang sebabkan masalah pencernaan perut yang menyebabkan muntah dan diare dan sedikit yang menyebabkan demam juga.

" Covid lebih cenderung menyebabkan demam daripada yang lain," ujar Maynard.

 

3 dari 6 halaman

Keluhan pernapasan

Flu perut juga jarang muncul dengan gejala pernapasan. Jika anak muntah atau diare, juga tampak sesak atau batuk, Covid-19 kemungkinan jadi pemicunya. Radang tenggorokan juga mungkin terjadi, karena dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan muntah.)

" Penting untuk diingat bahwa satu-satunya cara untuk memastikan apakah itu Covid-19 atau flu perut adalah dengan melakukan tes," kata Maynard.

Jangan ragu untuk lakukan swab test jika anak mengalami muntah, diare dan disertai batuk. Berkonsultasilah dengan dokter jika gejala tak mereda atau semakin parah dalam 3 hari.

Sumber: Parents

4 dari 6 halaman

Anak- anak Juga Bisa Alami Gejala Post Covid Sydrome

Dream - Terpapar Covid-19 dan sembuh, sejumlah penyintas memiliki keluhan jangka panjang. Mulai dari mudah lelah, sakit kepala, muntah dan masih banyak lagi. Post-covid syndrome merupakan sejumlah masalah kesehatan atau gejala yang baru, kembali muncul, atau terus terjadi selama 4 minggu atau lebih sejak pertama kali terinfeksi virus penyebab COVID-19.

Walaupun mayoritas penderita COVID-19 akan membaik dalam beberapa minggu setelah sakit, sebagian penderita mengalami post-covid syndrome yang gejalanya menetap selama beberapa waktu setelah sembuh. Kondisi ini sangat bervariasi dan memiliki jangka waktu yang berbeda antar penyintas Covid-19.

Penderita COVID-19 usia berapa pun dapat mengalaminya. Memang, kondisi ini lebih banyak terjadi pada usia dewasa lebih sering terjadi tetapi kelompok anak dan remaja tetap berisiko mengalaminya.

" Penelitian menunjukkan gejala jangka panjang pada anak, baik yang memiliki gejala ringan atau berat (termasuk multisystem inflammatory syndrome, MIS), antara lain kelelahan/fatigue, pusing, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, nyeri otot dan sendi, serta batuk," ujar dr. Desilia Atikawati, Sp.P, FAPSR, dokter spesialis paru dan pernapasan, RS Pondok Indah - Puri Indah dalam siara persnya.

 

5 dari 6 halaman

Kondisi MIS

Walau jarang, beberapa orang, terutama anak-anak, dapat mengalami MIS sesaat atau segera setelah mengalami infeksi Covid-19. MIS merupakan kondisi di mana berbagai organ tubuh mengalami inflamasi, termasuk jantung, paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau sistem pencernaan.

Hingga saat ini, belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya. MIS merupakan kondisi serius dan dapat menyebabkan kematian. Gejala yang perlu diwaspadai sebagai MIS adalah adanya demam disertai minimal satu dari gejala berikut:
- nyeri perut
- kemerahan pada mata
- diare,
- pusing atau lightheadedness,
- ruam kulit, dan
- muntah

 

6 dari 6 halaman

Gejala post-COVID syndrome

Post-COVID syndrome tidak hanya terjadi pada penyintas COVID-19 yang bergejala berat saja. Penyintas COVID-19 dengan gejala ringan, bahkan tidak bergejala, juga dapat mengalaminya.

Gejala-gejala yang sering dilaporkan antara lain: sesak napas/sulit bernapas lega, fatigue/rasa lelah, gejala yang dirasa memburuk setelah aktivitas/post-exertion malaise, kesulitan berpikir/berkonsentrasi/brain fog, batuk, nyeri dada/perut, pusing, rasa berdebar, nyeri otot/sendi. Termasuk kesemutan, diare, gangguan tidur, demam, pusing ketika berdiri/lightheadedness, ruam kulit, perubahan suasana hati, perubahan kemampuan indra penciuman/perasa, perubahan siklus menstruasi, dan rambut rontok.

Beri Komentar