Psikolog Ungkap Fakta Soal Sindrom Anak Bungsu

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 28 Juni 2021 16:02
Psikolog Ungkap Fakta Soal Sindrom Anak Bungsu
Stereotipe manja begitu melekat pada anak bungsu.

Dream - Terlahir paling akhir dalam keluarga, anak bungsu kerap dicap manja, sulit diatur dan tak setangguh anak pertama atau kedua. Hal ini lantaran kondisi keluarga sudah jauh lebih stabil.

Memang tak semua anak bungsu demikian, tapi sulit sekali membuat stereotipe tersebut. Selain memiliki kekurangan, anak bungsu juga punya kelebihan. Psikolog bernama Alfred Adler adalah orang yang pertama kali mencetuskan sindrom anak bungsu pada 1927. Ia mengklasifikasikan anak urutan terakhir sebagai orang yang:

- Berjiwa sosial tinggi
- Memiliki kepercayaan diri yang tinggi
- Memiliki jiwa kreativitas yang tinggi
- Lebih efisien dalam memecahkan masalah
- Mahir membuat orang lain melakukan sesuatu untuk mereka

Kelebihan tersebut kadang tertutup dengan cap manja. Anak bungsu juga sulit sekali lepas dari adik yang paling kecil seumur hidup. Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., seorang psikolog, teori yang menjelaskan tentang karakteristik seseorang sesuai urutan lahir memang benar adanya.

 

1 dari 5 halaman

Pola Asuh

Pola Asuh © Dream

Dikutip dari KlikDokter, hal tersebut tidak serta-merta bisa menjadi tolok ukur untuk setiap orang. Karena pada dasarnya, karakteristik anak bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan dan pola asuh orangtuanya.

" Bukan perkara anak bungsu, tengah, atau sulung. Hal yang terpenting, orangtua dapat menerapkan pola asuh yang tepat dan konsisten bagi anak," kata Gracia.

Jika orangtua menerapkan pola asuh yang turut membentuk karakter anak mandiri sejak dini, maka hal tersebutlah yang akan dibawanya hingga dewasa kelak. Hal ini berlaku pada setiap anak, terlepas dari urutan lahirnya.

 

2 dari 5 halaman

Bisa Lakukan Hal Ini

Bisa Lakukan Hal Ini © Dream

" Selain itu, orangtua juga mesti membangun lingkungan keluarga yang terbuka, harmonis, hangat; mengarahkan dan memenuhi kebutuhan anak secara tepat sesuai usia maupun kemampuannya; serta memberikan contoh yang baik bagi anak," ujar Gracia

Bagi orangtua yang ingin menghindari terjadinya sindrom anak bungsu, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

- Membiarkan anak untuk melakukan berinteraksi secara bebas agar dapat mengasah kemampuannya dalam melakukan beberapa hal. Biarkan pula mereka untuk menyelesaikan persoalannya sendiri. Dengan demikian, anak akan lebih mandiri dan tidak bergantung pada saudara atau orangtuanya.
- Berikan ia tanggung jawab. Hal ini harus disesuaikan dengan perkembangan dan usia anak. Kita dapat memulainya dengan meminta anak untuk membereskan mainan setiap kali selesai bermain.
- Jangan segan menegur saat anak bungsu melakukan kesalahan. Anak perlu mengenal rasa empati sejak usia dini. Mereka juga perlu tahu bahwa ada konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukannya.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 5 halaman

Benarkah Urutan Kelahiran Pengaruhi Kepribadian Anak?

Benarkah Urutan Kelahiran Pengaruhi Kepribadian Anak? © Dream

Dream - Kevin Leman, merupakan psikolog yang telah mempelajari urutan kelahiran sejak 1967. Ia menulis buku " The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are (Revell)" .

Leman percaya rahasia perbedaan kepribadian saudara terletak pada urutan kelahiran. Apakah anak tertua, tengah, termuda, atau satu-satunya dan bagaimana orangtua memperlakukan anak mereka karena urutan kelahiran tersebut. Meri Wallace, seorang terapis anak dan keluarga selama lebih dari 20 tahun dan penulis buku " Birth Order Blues (Owl Books)" , setuju tentang teori urutan kelahiran ini.

" Beberapa di antaranya berkaitan dengan cara orang tua berhubungan dengan anak di posisinya, dan beberapa di antaranya benar-benar terjadi. Setiap posisi memiliki tantangan yang unik," kata Wallace, dikutip dari Parents.

Berikut yang perlu diketahui orangtua tentang ciri-ciri kepribadian urutan kelahiran untuk anak tertua, tengah, dan bungsu.

Kepribadian Anak Sulung
Anak sulung secara alami akan dibesarkan dengan campuran naluri dan coba-coba. Hal ini sering menyebabkan orangtua mengasuh sangat 'textbook', perhatian dan penuh aturan. Hal ini pada gilirannya, dapat menyebabkan anak menjadi perfeksionis, selalu berusaha untuk menyenangkan orang tuanya.

Anak pertama juga rajin dan ingin unggul dalam segala hal yang mereka lakukan. Sebagai yang pertama mereka cenderung bisa diandalkan, teliti, waspada, memegang kontrol dan berprestasi.

" Banyak orangtua menghabiskan lebih banyak waktu untuk membaca dan menjelaskan hal-hal kepada anak sulungnya. Tidak mudah ketika anak-anak lain muncul," kata Frank Farley, Ph.D., seorang psikolog di Temple University.

Anak sulung cenderung sangat takut gagal, jadi tidak ada yang mereka capai terasa cukup. Mereka juga takut membuat kesalahan. Anak-anak tertua cenderung berpegang teguh pada sikap lurus dan kaku.

Selain itu, karena anak sulung sering kali diberi banyak tanggung jawab di rumah. Entah itu membantu pekerjaan rumah atau mengawasi adik-adiknya. Beban tersebut dapat menyebabkan stres berlebih bagi seorang anak yang sudah merasakan tekanan untuk menjadi sempurna.

 

4 dari 5 halaman

Kepribadian Anak Tengah

Kepribadian Anak Tengah © Dream

Anak tengah sering merasa tersisih dan merasa, 'saya bukan yang tertua, aya bukan yang termuda, siapa yang perhatikan?'. Hal ini kerap membuat anak tengah jadi yang paling mudah beradaptasi dengan situasi.

Begitu seorang adik lahir, mereka harus belajar bagaimana terus-menerus bernegosiasi dan berkompromi untuk " menyesuaikan diri" dengan semua orang. Anak tengah biasanya paling ramah dan berempati tinggi.

Secara umum, anak tengah cenderung pribadi yang menyenangkan, agak memberontak, punya banyak teman, memiliki lingkaran pergaulan yang besar dan suka mendamaikan.

Kepribadian anak paling kecil/ bungsu
Anak-anak bungsu cenderung menjadi yang paling berjiwa bebas karena sikap orangtua yang semakin longgar dalam prinsip pengasuhan anak. Si bungsu biasanya pecinta kesenangan, tidak rumit, manipulatif, pencari perhatian, dan berpusat pada diri sendiri.

Kekuatan anak bungsu adalah mereka punya cara sendiri untuk memenangkan perhatian. Mereka pemikat alami dengan kepribadian sosial yang ramah. Tidak mengherankan jika banyak aktor terkenal dan komedian adalah anak bungsu. Anak bungsu cenderung mendapat skor lebih tinggi dalam " keramahan" pada tes kepribadian daripada anak sulung.

5 dari 5 halaman

Sikap Orangtua yang Membandingkan Bisa Picu Konflik Sengit Kakak Beradik

Sikap Orangtua yang Membandingkan Bisa Picu Konflik Sengit Kakak Beradik © Dream

Dream - Bersikap adil memang sangat sulit, namun bukan berarti tak bisa diusahakan. Terutama adil pada anak-anak yang lahir dari buah cinta. Banyak orangtua menganggap kelebihan tiap anak harus sama.

Adik diminta mencontoh kelebihan kakak dan sebaliknya. Maksud hati mungkin ingin mencontohkan kebaikan, padahal hal tersebut malah bisa menimbulkan perpecahan. Dilansir dari I Heart Intelligence, hubungan saudara kandung harusnya dibangun atas dasar cinta, rasa hormat, salin, dan perhatian.

Tak bisa dipungkiri jika hubungan ini sangat sulit dan rumit. Apalagi jika hubungan persaudaraan berasal dari keluarga yang tak berfungsi sebagaimana mestinya. Kenyataannya dalam keluarga yang sehat aja beberapa saudara kandung bisa tak akur bahkan menjadi saingan.

Banyak alasan yang menyebabkan hubungan persaudaraan tak berjalan mulus, namun sikap orang tua yang toxic bisa menjadi penyebab yang paling umum. Jika orangtua punya anak kesayangan dan dengan terang-terangan menunjukkannya, maka tak heran jika hubungan persaudaraan antar anak terasa seperti sebuah persaingan.

Selain itu, sikap orangtua yang narsis, suka mengontrol, atau manipulatif juga akan membahayakan anak-anak mereka di masa depan. Lebih jauh lagi, orang tua narsistik dapat menggunakan strategi pengendalian pikiran dan manipulasi yang dapat merusak hubungan antar saudara.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya kita terus mengevaluasi tindakan yang kita lakukan pada anak-anak. Usahakan untuk selalu berlaku adil pada setiap anak agar mereka tak merasa mendapatkan kasih sayang yang berbeda. Selengkapnya baca di Diadona.id.

Beri Komentar