Risiko Tersedak, Selalu Awasi Anak Saat Makan Anggur

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 30 Desember 2016 08:00
Risiko Tersedak, Selalu Awasi Anak Saat Makan Anggur
Beberapa kasus kematian anak terjadi karena tersedak saat makan anggur.

Dream - Balita memang harus diperkenalkan dengan beragam makanan agar mengenal rasa dan tak jadi pemilih. Tapi dalam memberi makanan, terutama yang ukurannya cukup besar, harus selalu dalam pengawasan.

Salah satunya saat memberikan buah anggur. Beberapa kasus kematian anak terjadi karena tersedak saat makan anggur. Hal ini berdasarkan fakta dari Aberdeen Royal Infirmary yang
dituliskan dalam Journal Archives of Disease in Childhood.

" Tersedak anggur bisa menyebabkan obstruksi jalan napas pada anak dan hal ini dampaknya tentu sangat fatal, bisa berujung kematian," tulis tim dari Aberdeen Royal Infirmary.

Buah anggur yang kecil dan keras memang bisa dengan mudah lepas dari sisa saluran napas atas pada orang dewasa. Namun pada jalan napas anak, ukurannya kecil dan anggur bisa menutup jalan napas.

Ada tiga makanan yang menurut laporan Journal Archives of Disease in Childhood, pemicu utama tersedak pada anak-anak, yaitu hot dog, permen dan anggur. Meski orang dewasa dapat memakan anggur hanya dengan satu suapan, tapi tidak demikian dengan anak-anak.

Ukuran anggur yang cenderung lebih besar dibanding saluran napas anak, menjadi alasan utama mengapa memakan anggur dalam keadaan utuh tidak disarankan, khususnya untuk anak-anak di bawah 5 tahun.

Terlebih lagi setelah banyak kasus yang terjadi pada anak-anak dengan penyebab utama adalah tersedak makanan. Hingga kasus yang membuat orangtua turut prihatin adalah kasus yang menimpa Louis Emaho pada Februari 2012. Bocah laki-laki berusia 5 tahun itu dinyatakan meninggal akibat tersedak saat memakan anggur.

Untuk itu pengawasan dari orangtua untuk memantau makanan apa saja yang dimakan anak, dirasa amat penting. Mengingat tersedak kini sudah menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak.

Para ahli pun kini menyarankan untuk memberi label peringatan pada setiap jenis makanan yang dikhawatirkan tidak dapat dimakan anak-anak, seperti anggur dan tomat.

Cara lain yang lebih efektif dapat dilakukan dengan memotong buah menjadi beberapa bagian sebelum diberikan kepada anak. Hal itu dinilai lebih aman serta mempermudah anak dalam memakan dan mengunyahnya.

Sumber: Daily Mail

 

Laporan Nanda Febriani

 

Beri Komentar