Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Steak (Pixabay)
Dream - Memasak daging sapi memang tak semudah yang dibayangkan. Apalagi jika ingin memanggang steak. Salah mengolah, daging akan terasa keras dan sulit untuk digigit.
Untuk dapat menikmati daging yang empuk, pertama pastikan Sahabat Dream memilih daging yang tepat. Cari bagian perpaduan lemak dan daging seimbang.
Biasanya terlihat dari tampilan marbling atau kumpulan butiran lemak yang terdapat dalam jaringan serat-serat daging.
" Kalau beli daging, perhatikan marbling-nya. Semakin banyak serat putih, maka akan semakin tender dan juicy. Kalau keras, itu berarti kurang lemak," kata Chef Adhika Maxi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Adhika mengatakan, daging yang empuk biasanya berwarna merah dan segar. Belilah daging dalam kedaan beku untuk menjamin kesegarannya.
Mengolah daging juga tidak boleh asal. Jangan berikan terlalu banyak bumbu agar tidak menghilangkan cita rasa asli.
Gunakan bumbu sederhana seperti lada dan garam. Saat memasak, perhatikan kondisi api. Gunakan olive oil agar lebih sehat.
" Panaskan teflon terlebih dahulu, baru masukkan dagingnya. Kalau pas dimasak terdengar bunyi mendesis, itu berarti kamu memasak dengan benar," paparnya.
Daging bisa dimasak ke dalam tiga tingkat kematangan, yakni rare, medium hingga well done. Medium memiliki tekstur yang paling empuk.
" Masak setiap sisi daging selama 2 menit. Cukup dibalik satu kali, itu pun setelah benar-benar termasak 2 menit. Kalau mau lebih matang, bisa dimasak dengan waktu yang lebih lama," Adhika menambahkan.(Sah)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram