Grup Salam Cinta Allah (Foto : Nur Ulfa/Dream)
Dream - Merayakan Ramadan, aktris Sylvana Herman dan Eddies Adelia meluncurkan album religi sebagai bentuk syiar Islam. Album itu merupakan karya keduanya bersama delapan orang lainnya yang tergabung dalam grup vokal Salam Cinta Allah.
Sylvana mengaku awalnya sempat dilanda kebimbangan sebelum bergabung dengan grup itu. Karena dorongan dari adik-adiknya serta mempertimbangkan niat bersyiar, Sylvana mantap mengambil keputusan menjadi bagian dari Salam Cinta Allah.

" Ini niatnya sih bukan hanya bikin lagu aja, tapi juga buat baksos, buat ibadah. Sebagian hasilnya untuk anak-anak yatim piatu," kata Sylvana saat di Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Juni 2017.
Eddies mengaku penggarapan album ini begitu spontan sehingga memberikan kesan mendalam. Dia cukup yakin album itu dapat bermanfaat bagi banyak orang.
" Kemarin memang proyek ini spontan, saya ditawarin pas lagi di luar kota. Saya dengerin, liriknya mudah diinget ya."
Eddies pun mengatakan, penggarapan album ini merupakan bagian dari syiar Islam. Dia pun mengaku bahagia bisa bergabung dengan grup vokal beranggotakan 10 orang ini.
" Insya Allah ini bisa jadi kegiatan sosial dan bisa diterima," kata Eddies.
Allbum religi itu berisi empat lagu, yakni Cinta Allah, Hanya Allah, Sajadah Cinta dan Salam Silaturahmi. Keempat lagu tersebut merupakan ciptaan Acho Jibrani.
Sepuluh personel Salam Cinta Allah yakni Shelvy Herman, Chika, Irvy, Eva WD, Princessa, Maleya, Lady Nabila, Diana Kartika, Wulan Gernando, dan Heni Mar. (ism)
Advertisement

Deretan Makanan yang Sering Tak Disadari Ternyata Berbahan Tepung dan Perlu Dihindari Saat Diet

Crab Mentality, Ketika Seseorang Justru Menarik Orang Lain agar Tidak Ikut Sukses

10 Kesalahpahaman tentang Dinosaurus yang Selama Ini Dianggap Benar

Lutut Sering Berbunyi Krek-Krek? Ini 4 Penyebab yang Perlu Diketahui

Punya Anak Bisa Mengubah Banyak Hal dalam Hidup, Ini Perubahan yang Sering Dialami Orang Tua

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik