Ifan Seventeen Pertanyakan Kinerja BMKG Deteksi Tsunami

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 30 Desember 2018 14:24
Ifan Seventeen Pertanyakan Kinerja BMKG Deteksi Tsunami
Terbawa emosi, Ifan meluapkan kekecewaannya terhadap BMKG.

Dream - Ifan Seventeen terpaksa kehilangan orang-orang terdekatnya akibat amukan tsunami di Tanjung Lesung, Anyer, Serang, Banten pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu. Meski sudah ikhlas, terbersit tanda tanya pada diri Ifan terkait kinerja Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ifan merasa janggal dengan pernyataan BMKG yang sempat menyatakan gelombang di Anyer bukanlah tsunami. Padahal, banyak dokumentasi yang merekam kejadian dan menyatakan sebaliknya.

" Sebenarnya ada yang masih penasaran di aku, ini terkait masalah BMKG. Jadi aku ingat setelah kejadian Ade Jigo ngirim video, upload kalau itu tsunami, kembaranku juga instastory kalau itu tsunami soalnya hp-nya selamat, ini berarti bencana tsunaminya jelas terjadi," katanya seperti dilansir dari Liputan6.com.

Menurut Ifan, sangat disayangkan BMKG gagal mendeteksi tsunami sejak dini. Alhasil, ratusan korban pun berjatuhan.

" Aku enggak mencari kambing hitam atas kesedihanku, aku cukup dewasa, aku enggak mencoba menyalahkan atas musibah yang bencana, maksudku gini loh, BMKG itu badan yang dibangun untuk memperingatkan masyarakat terhadap tanda-tanda adanya bencana, kan begitu?" tutur Ifan dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.

Informasi tsunami yang dikeluarkan setelah kejadian dianggapnya tidak berguna lantaran sudah terlambat.

" Kalau informasinya dikeluarkan setelah adanya bencana ini kan berarti useless (tak berguna). Tapi kalau informasinya dikeluarkan setelah bencana ternyata salah aku juga enggak ngerti lagi," sambungnya.

Lebih lanjut, Ifan berharap agar BMKG dapat memperbaiki kinerja. Ini agar tidak lagi timbul korban di kemudian hari akibat bencana.

" Seventeen itu manggung acara BUMN, which is itu badan milik negara. Masak PLN yang ngundang sendiri aja itu nggak dapat peringatan apa pun itu. Jadi yang dia bilang ada peringatan bla bla bla apapun itu kalau aku sih bullshit (omong kosong)," ia meluapkan emosinya.

1 dari 7 halaman

Pasha Ungu Lantunkan Lagu Seventeen, Ifan: Makasih, Kanda

Dream - Duka masih menyelimuti Riefian Fajarsyah atas meninggalnya sang istri, Dylan Sahara, serta ketiga rekannya di Seventeen akibat terjangan tsunami Anyer pada 22 Desember lalu.

Kisah pilu pria yang akrab disapa Ifan Seventeen itu mengundang empati dari sesama musisi. Salah satunya Pasha Ungu.

Vokalis yang juga menjadi Wakil Wali kota Palu itu membawakan lagu Seventeen berjudul 'Kemarin' di acara Celeb Fest, Singapura, pada Sabtu kemarin.

Sambil memetik gitar akustik, Pasha menyanyikan lirik lagu karya mendiang gitaris Seventeen, Herman Sikumbang.

Lagu yang tengah menjadi buah bibir usai tragedi tsunami itu dibawakannya dengan syahdu tanpa diiringi personil Ungu lainnya.

Meski begitu, Pasha meminta maaf kepada Ifan usai membawakan lagu. Aksinya ini diunggah melalui Instagram Story akun @pashaungu_vm.

 Unggahan pasha Ungu

" Dinda @ifanseventeen maaf ya tadi kanda ga izin dulu. Kanda bawain lagunya di singapore dan semua nyanyi juga titip doa buat dinda.. InsyaAllah dinda kuat dan dan terus berkarya," tulis Pasha.

Kendati demikian, Ifan tidak marah dibuatnya. Ia justru mengunggah ulang postingan Pasha di Instagram pribadinya.

 Unggahan Ifan Seventeen

" MasyaAllah kanda, makasih udah mau nyanyiin lagu @seventeenbandid anak2 kalo tau pasti seneng banget, barakallah kanda :)," tulisnya lewat Insta Story @ifanseventeen.

Ia juga memuji aksi sahabatnya itu.

" Kanda lebih keren bawainnya," Ifan menambahkan.

Sebelumnya, Pasha juga pernah menyanyikan lagu tersebut dengan alunan piano sambil mengajak Ifan.

2 dari 7 halaman

Menyayat Hati, Jawaban Ifan Seventen Diajak Pasha Ungu Nyanyi Lagu Kemarin

Dream - Ifan Seventen belum bisa menghapus kesedihannya kehilangan sang istri, Dylan Sahara,  dan tiga rekannya belum bisa sirna. Pria bernama lengkap Riefian Fajarsyah itu menjadi satu-satunya anggota Seventeen yang selamat dari amukan Tsunami Anyer, Sabtu, 22 Desember 2018, lalu.

Sepekan berlalu, Ifan banyak mendapat dukungan dan semangat dari rekan sesama artis. Salah satu yang cukup sering menunjukan empati kepada Ifan adalah Pasha Ungu.

Terakhir, vokalis Ungu yang menjadi wakil walikota Palu itu mencoba menyanyikan lagu Seventeen berjudul 'Kemarin'. Sambil bermain piano, Pasha menyanyikan lirik lagi yang diciptakan mendiang gitaris Seventen, Herman Sikumbang.

" Lagi coba belajar mainin musiknya dan ngafalin lyricnya. Siapa tahu nanti nyanyi bareng saudaraku @ifanseventeen," tulis Pasha dalam insta storiesnya.

Rupanya postingan Pasha kembali diunggah Ifan di akun Instagramnya. Sebuah jawaban haru justru diberikan Ifan pada suami Adelia Pasha itu.

Ifan dengan halus menolak ajakan Pasha untuk menyanyikan lagu Kemarin. Suami Dylan itu mengaku tak cukup kuat untuk menyanyikan lagu yang diciptakan oleh salah satu personil Seventeen.

Lagu 'Kemarin' diketahui mengandung lirik yang mengisahkan tentang seseorang yang ditinggal selama lamanya oleh orang yang dicintai.

" Ya Allah Kanda, aku nggak tau kapan bisa nyanyi lagi, apalagi lagu itu," balas Ifan Seventeen.

Malah dia menyarankan untuk Pasha menyanyikan lagu itu sendiri.

" Kanda saja yang nyanyi ya, pasti lebih bagus," usul Ifan kepada Pasha.

Melihat Ifan yang menolak ia untuk nyanyi bersama, Pasha justru menguatkan Ifan dan membujuk Ifan agar tetap kuat dan mau kembaki untuk menyanyi

 Pasha Ungu Ajak Ifan Seventeen Nyanyi Lagu Kemarin

" Jangan dong. Harus dinda yang nyanyiin nanti sama Ungu kanda temenin ya," kata Pasha Ungu.

3 dari 7 halaman

Gelagat Tak Biasa Istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara Sebelum Meninggal

Dream - Ifan Seventeen menyambut tahun 2019 dengan penuh duka. Kehilangan tiga personil Seventeen, kesedihan Ifan semakin mendalam setelah sang istri, Dylan Sahara, ikut menjadi korban terjangan tsunami Anyer pada 22 Desember 2018 lalu. 

Berusaha tegar dengan garis nasib yang dijalaninya, pria bernama asli Riefian Fajarsyah itu mencoba menceritakan detik-detik pertemuan terakhirnya saat diwawancara stasiun televisi TVOne baru-baru ini. 

Menurut Ifan, Dylan di hari jelang kepergiannya memang menunjukan galagat yang tak biasa. Sang istri tiba-tiba sangat manja saat dia akan manggung di acara Family Gathering unit bisnis PLN di Tanjung Lesung, Anyer, Banten, hari itu. 

Dylan lanjut Ifan, meminta dipangku padahal masih ada kursi kosong yang disediakan di belakang panggung. 

“ Tiba-tiba nyamperin aja ke belakang panggung. Padahal dia orangnya enggak pernah kayak gitu,” kata Ifan.

 

4 dari 7 halaman

Pelukan Terakhir Sang Istri

Ternyata gelagat tak biasa Dylan tak berhenti disitu. Setelah minta dipangku, kata Ifan, Dylan juga minta dipeluk padahal saat itu dia harus bergegeras naik ke panggung.

Kelakuan Dylan tersebut dianggap tak biasa karena selama ini wanita asal Ponorogo itu dikenal sebagai pribadi periang dan tak suka merepotkan orang lain. 

“ Paling dia suka cari makan aja, eh tiba-tiba dia nyamperin ke belakang panggung minta pangku, terus minta peluk," ujarnya.

Satu hal tak lazim lain yang dilihat Ifan dari Dylan sesaat sebelum tsunami Anyer menerjang adalah sang istri meminta dicium. Namun Ifan tak bisa memenuhi permintaan tersebut.

Ifan berjanji akan mencium Dylan usai manggung. Namun kini kata Ifan, janjinya justru tak ditepati. Dylan sudah  meninggal dunia akibat tersapu tsunami.

“ Ya gitulah aku nyiumnya nggak kena, karena aku ngeledekin. Nanti aku ciumnya abis manggung. Ya Allah, kan beda lagi ceritanya kalau aku tahu ya (istri mau meninggal)," tutur Iran sambil meneteskan air mata.(Sah)

5 dari 7 halaman

Terungkap, Hal Pilu yang Dipendam Ifan Seventeen Usai Dylan Sahara Berpulang

Dream - Wajah Ifan Seventeen selama ini terlihat tegar menerima kepergian sang istri, Dylan Sahara, dan tiga personil bandnya. Orang-orang terdekat pria bernama lengkap Riefian Fajarsyah ini berpulang setelah tak bisa menyelematkan diri dari terjangan tsunami Banten pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Di balik ketegaran Ifan, saudara kembarnya, Riedhan Fajarsyah mengungkapkan kabar mengejutkan.

Riedhan mengatakan Ifan sebetulnya sangat terpukul dengan musibah yang dialaminya. Namun dia berusaha tidak menunjukan kesedihannya di depan publik.

“ Pasti terpukul lah. Tapi Ifan itu di keluarga adalah sosok yg paling tegar. Itu dari dulu,” kata Riedhan saat ditemui Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

Sebagai anak kembar dan sangat mengenal karakter saudaranya, Riedhan merasakan apa yang dialami Ifan.  Jika bersedih seperti saat ini, Lanjut Riedhan, Ifan cenderung tak mau terlihat lemah.

“ Mungkin kalau di depan orang-orang dia bisa kuat. Cuma di depan saya, depan mama, dia cerita gak kuat sendiri,” ujarnya.

Disinggung perihal Ifan yang masih bisa tersenyum di hadapan publik meski musibah berat menderanya, Riedhan mengatakan, saudara kembarnya memang memiliki sifat ramah. 

“ Saya nggak pernah lihat dia marah. Yang selalu saya lihat itu senyum. Jarang saya, bahkan nggak pernah dengar kata-kata yang keluar dari dia itu menyakitkan hati orang lain. Orang yang sangat baik ya,” imbuhnya.(Sah)

 

 

6 dari 7 halaman

2 Jam Terapung di Tengah Laut

Dream - Ifan Seventeen tak berhenti melantunkan sholawat saat tubuhnya terombang-ambing di laut usai tsunami Banten perlahan-lahan mulai mereda. Pria bernama Riefian Fajarsyah itu menjadi satu-satunya personil Seventeen yang selamat saat tsunami menerjang Pantai Tanjung Lesung, Sabtu malam 22 Desember 2018.

Perjuangan Ifan bertahan hidup dari amuk tsunami Banten itu tak mudah. Suami Dylan Sahara itu sempat pasrah dengan nasibnya saat berusaha bertahan dua jam di lautan.

" Pakai kotak kecil gitu berempat 2 jam lebih, itu mikir ga mungkin hidup," kenang Ifan seperti dikutip Dream dari tayangan cumicumi, Kamis, 27 desember 2018.

Selama 2 jam terombang ambing diatas laut, Ifan mengaku sempat muntah-muntah melihat banyak jasad bergelimpangan.

 

7 dari 7 halaman

Pasrah dan Terus Bersholawat

Semangat Ifan untuk bertahan hidup sempat memudar saat dia melihat daratan sudah semakin menjauh dari lokasinya. Dia pun sudah ikhlas jika harus meninggal di hari tersebut.

" (Mau) menyeberang, badan sudah berat karena banyak keminum. Kalau mati ya mati," ujarnya.

Tak putus asa, Ifan tak henti-hentinya terus bershalawat agar tetap hidup. dan terbukti hingga saat ini Ifan masih tetap hidup, meski ditinggaloleh 3 rekannya dan istrinya Dylan Sahara.

" Allah masih ngasih jalan. Selawat deh aku, selawat terus enggak berhenti," paparnya.

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri