Ummi Pipik
Dream - Pipik Dian Irawati, perempuan yang kini gemar memakai pakaian serba hitam ini sangat aktif berdakwah dalam acara majlis taklim. Begitu pula saat mengisi pengajian Fatima Azzahra pada Senin, 24 Agustus 2015. Ummi Pipik menyampaikan tentang pentingnya mengenal Allah secara lebih dekat.
Melalui pantauan di akun Instagramnya, Ummi Pipik menyerukan pada seluruh jamaah untuk meraih cinta Allah. Pada foto yang diunggahnya itu, nampak semua jamah mengenakan pakaian busana muslim berwarna hitam.
Kemudian pada keterangan foto yang sama, ibu dari empat orang anak ini mengungkapkan kedudukan Allah itu sangat dekat dengan manusia. Bahkan Ummi Pipik menggambarkan kedekatan itu seperti melekat di urat nadi manusia itu sendiri.
Kesombongan seringkali membuat seseorang menjauh dari Allah. Hingga Ummi Pipik menilai banyak orang pintar yang kosong imannya karena tidak mengenal siapa Tuhannya.
Lebih jauh Ummi Pipik mengungkapkan, manusia sendiri yang menciptakan tembok pembatas dengan penciptanya.
Sebagai istri yang telah ditingggal Ustadz Jefri menghadap Allah, membuat Ummi Pipik memandang dunia sebagai tempat sementara. Sehingga ia menyerukan untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bekal di akhirat kelak.
Kebaikan yang ditanam manusia, akan berbuah manis untuknya kelak ketika hari perhitungan tiba. Hal ini yang juga memotivasi Ummi Pipik ingin menjadi wanita penghuni surga.
Bahkan, di akhir tulisannya, Ummi Pipik menyampaikan jika ingin dicabut nyawanya dalam kondisi tersenyum.
Advertisement

Sejarah Batik: Dari Teknik Pewarnaan Kuno hingga Menjadi Identitas Budaya Indonesia

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Seniman dan Anak Bungsu Soekarno Tutup Usia

Kenapa Ada Pria yang Terobsesi dengan Ketiak Perempuan? Ini Penjelasannya

Ini Jenis Tes yang Mampu Turunkan Kadar Trigliserida, Bisa Bantu Cegah Masalah Kolesterol

Sarapan Sebaiknya Protein atau Karbohidrat? Ahli Gizi Ungkap Pilihan yang Lebih Tepat

Kurang Tidur Bikin Kepala Sakit? Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

Spesies Kucing Baru Ditemukan di Bolivia, Ukurannya Lebih Kecil dari Kucing Rumahan