73 Tewas Akibat 2 Bom ISIS di Luar Bandara Kabul, 13 di Antaranya Tentara AS

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 27 Agustus 2021 12:00
73 Tewas Akibat 2 Bom ISIS di Luar Bandara Kabul, 13 di Antaranya Tentara AS
Serangan itu terjadi di tengah proses evakuasi di Bandara Kabul.

Dream - Dua ledakan terjadi di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, di tengah konflik politik Afghanistan yang belum mereda. Sedikitnya 13 tentara Amerika Serikat dan 60 warga Afghanistan dilaporkan tewas akibat ledakan tersebut.

Sebanyak 13 tentara AS yang tewas tersebut telah dikonfirmasi Pentagon pada Kamis waktu setempat. Ini merupakan jumlah terbanyak ke dua tentara AS mati di Afghanistan setelah insiden 30 prajurit Negeri Paman Sam tewas dalam serangan terhadap helikopter yang mereka naiki pada Agustus 2011.

" 13 anggota militer AS tewas akibat luka-luka dalam serangan di Gerbang Abbey," ujar Juru Bicara Pusat Komando AS, Kapten Bill Urban.

Terlepas dari serangan itu, Komandan Pusat Komando AS, Jenderal Marinir Kenneth McKenzie Jr, menegaskan misi evakuasi terhadap warga AS dan warga Afghanistan yang memiliki dokumen keluar negeri tetap berjalan.

" Misi kami untuk mengevakuasi warga AS atau warga dari negara ketiga, khsusunya imigran pemegang visa, staf Kedutaan Besar AS, dan warga Afghanistan yang dalam risiko," kata McKenzie.

Sebelumnya, dua pejabat mengungkapkan 12 militer AS tewas, terdiri dari 11 anggota Marinir dan satu anggota medis Angkatan Laut. Saat ini, terdapat 5.800 tentara AS yang bertugas melakukan evakuasi di Kabul.

1 dari 4 halaman

Bom Bunuh Diri

McKenzie mengatakan ledakan tersebut dipicu bom bunuh diri yang dilakukan anggota kelompok teroris ISIS. Dia juga mengatakan anggota ISIS menembaki massa dan militer AS setelah bom meledak.

Ledakan pertama terjadi di dekat Gerbang Abbey menuju bandara tempat warga Afghanistan berbaris untuk memasuki bandara yang diamankan AS. Bom kedua dekat dengan Baron Hotel di mana banyak warga Inggris telah menunggu evakuasi.

" Dampak ledakan ini sangat besar," kata kepala bantuan medis non-pemerintah, Rossella Miccio.

Miccio mengatakan para relawan kedaruratan menerima sekitar 60 warga sipil Afghanistan yang terluka dengan banyak luka pada anggota badan yang hancur, tulang yang patah dan luka proyektil dan enam orang tewas.

Tanggung jawab atas pengeboman pada awalnya dikaitkan dengan afiliasi kelompok ISIS di Afghanistan, yang dikenal sebagai Negara Islam di Provinsi Khorasan, (ISIS-K). Kelompok ini tumbuh dari anggota Taliban yang tidak puas yang memiliki pandangan garis keras, seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Associated Press.

" Jika kami dapat menemukan siapa yang terkait dengan ini, kami akan mengejar mereka. Kami bekerja sangat keras sekarang untuk menemukan siapa yang terkait dengan ini," kata McKenzie.

 

2 dari 4 halaman

ISIS Bertanggung Jawab

Beberapa waktu setelah insiden, ISIS membuat pengakuan bertanggung jawab atas serangan itu di sebuah situs web, menurut layanan berita AFP dan dalam saluran telegram berbahasa Arab.

Yang lain memperingatkan agar tidak menarik kesimpulan tentang sumber serangan.

" Meskipun terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang mereka yang bertanggung jawab, ISIS-K memiliki motivasi yang jelas untuk mengganggu upaya kami untuk mengevakuasi puluhan ribu orang," kata Perwakilan Komite Intelijen Parlemen, Adam Schiff.

Ada beberapa peringatan resmi dari AS dan Inggris tentang potensi serangan bom terhadap orang banyak yang mencoba masuk ke bandara.

Gedung Putih mengatakan 13.400 orang dievakuasi dalam 24 jam yang berakhir Kamis pagi, waktu Pantai Timur AS, penurunan substansial dari 19.000 yang diangkut dengan segala cara sehari sebelumnya.

Presiden Joe Biden, yang mendapat kecaman di Kongres AS atas krisis yang sedang berlangsung di Afghanistan ketika pasukan AS ditarik, sedang diberi pengarahan oleh tim keamanan nasionalnya di Gedung Putih pada hari Kamis.

" Sementara kami menunggu rincian lebih lanjut, satu hal yang jelas: Kami tidak dapat mempercayai Taliban dengan keamanan Amerika," cuit Senator Bob Menendez, Ketua Demokrat dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat, dikutip dari Aljazeera.

3 dari 4 halaman

Warga Afghanistan Diminta Jauhi Bandara Kabul, Ada Ancaman Serangan ISIS-K

Dream - Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, meminta semua orang menjauhi Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan. Peringatan itu disampaikan karena muncul ancaman serangan yang dilancarkan teroris ISIS Khurasan (ISIS-K) atau ISIS cabang Afghanistan.

Peringatan ini muncul pada Kamis di tengah pasukan Barat bergegas mengevakuasi sebanyak mungkin warga mereka dan warga Afghanistan yang rentan sebelum batas waktu penarikan pada 31 Agustus. Kedutaan Besar AS di Kabul mengeluarkan peringatan yang menyarankan warga AS untuk menghindari bepergian ke bandara dan mengatakan mereka yang sudah berada di gerbang harus segera pergi.

Kantor Luar Negeri Inggris mengeluarkan peringatan serupa. Mereka memberi tahu orang-orang di area bandara untuk segera pergi ke lokasi yang aman.

" Ada ancaman serangan teroris yang sedang berlangsung dan tinggi," demikian pengumuman tersebut.

Departemen Luar Negeri Australia juga mendesak warganya dan Afghanistan dengan visa Australia untuk meninggalkan daerah itu. Mereka memperingatkan ancaman serangan teroris yang " sangat tinggi" di bandara.

Kerumunan orang putus asa yang berusaha melarikan diri dari pemerintahan Taliban berupaya mengakses bandara Kabul sejak kelompok pemberontak itu merebut ibu kota Afghanistan pada 15 Agustus. Sejak Taliban berkuasa, AS dan sekutunya telah menerbangkan lebih dari 88 ribu orang asing dan warga Afghanistan keluar dari Kabul, salah satu evakuasi udara terbesar dalam sejarah.

4 dari 4 halaman

Ancaman Mengkhawatirkan ISIS-K

Taliban telah berjanji untuk memberikan keamanan di luar bandara tetapi mengatakan pasukan asing harus keluar pada akhir bulan. Mereka telah mendorong warga Afghanistan untuk tetap tinggal sambil mengatakan mereka yang memiliki izin untuk pergi dibolehkan keluar negeri begitu penerbangan komersial dibuka kembali setelah pasukan asing pergi.

Ketika kerumunan terus memadati luar lapangan terbang, para pejabat keamanan mengatakan mereka semakin takut akan kemungkinan serangan oleh ISKP. Para pejabat keamanan menganggap ISIS-K adalah saingan Taliban di Afghanistan.

" Sangat mudah bagi seorang pembom bunuh diri untuk menyerang koridor yang dipenuhi orang dan peringatan telah dikeluarkan berulang kali," Ahmedullah Rafiqzai, seorang pejabat Afghanistan yang bekerja di Direktorat Penerbangan Sipil di bandara Kabul.

" Tetapi orang-orang tidak mau pergi, tekad mereka untuk meninggalkan negara ini kuat, bahkan mereka tidak takut bahkan mati, semua orang mempertaruhkan hidup mereka," kata Rafiqzai.

Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden diberitahu tentang ancaman dari kelompok ISIS-K serta rencana darurat untuk evakuasi.

" ISIS-K adalah musuh bebuyutan Taliban, dan mereka memiliki sejarah pertempuran satu sama lain," kata Biden.

" Tetapi setiap hari kami memiliki pasukan di lapangan, pasukan ini dan warga sipil tak berdosa di bandara menghadapi risiko serangan dari ISIS-K," kata Biden, dikutip dari Aljazeera.

Beri Komentar