Polisi Temukan 4 Anak di Rumah Kumuh, Gizi Buruk 3 Hari Belum Makan

Reporter : Okti Nur Alifia
Senin, 21 Februari 2022 12:00
Polisi Temukan 4 Anak di Rumah Kumuh, Gizi Buruk 3 Hari Belum Makan
Salah satu dari mereka bahkan terinfeksi Covid-19. Mereka pun belum makan selama tiga hari.

Dream - Empat anak di Kazakhstan ditemukan polisi di sebuah apartemen kumuh, penuh dengan kotoran dan sampah. Mereka mengalami gizi buruk yang parah. 

Anak-anak yang tidak disebutkan namanya ini berusia sekitar tiga hingga tujuh tahun. Mereka ditemukan di flat kotor yang penuh dengan popok kotor. 

Saat ditemukan, kondisi anak-anak tersebut hampir tidak bisa berbicara atau berjalan dengan baik. Salah satu dari mereka bahkan terinfeksi Covid-19. Mereka pun belum makan selama tiga hari.

1 dari 5 halaman

Kedatangan Polisi

Apartemen ini terletak di kota Ekibastuz, Pavlodar, Kazakhstan. Disitulah keluarga tersebut tinggal. Apartemen mereka penuh dengan sampah dan kondisinya pun kotor. 

Awal mula polisi datang tidak lain karena ada panggilan dari tetangga yang mendengar pertengkaran dari apartemen tersebut.

Relawan lokal yang juga menyelamatkan anak-anak pun memberikan keterangannya.

" Ada panggilan ke polisi dari tetangga tentang perdebatan dan perkelahian yang diduga datang dari apartemen," kata relawan.

2 dari 5 halaman

Kurang Gizi

Anak-anak kekurangan gizi© Ilustrasi anak (foto: unsplash.com)

Polisi yang tiba di lokasi menemukan anak-anak tersebut kurang gizi dengan orang tua mereka. Mereka hidup tanpa kebutuhan dasar. 

Anak-anak ini mengalami malnutrisi dengan gizi buruk yang parah, terlihat seperti Mowgli di dunia nyata. Badan mereka sangat kurus dan kecil.

" Setelah tiba, polisi melihat bahwa semuanya tenang di apartemen, tetapi melihat ada anak-anak kurang gizi dengan orang tua mereka, hidup tanpa kebutuhan dasar," kata relawan.

 

3 dari 5 halaman

Belum Makan Selama Tiga Hari

Suasana apartemen memang mengkhawatirkan, seperti tak pernah diurus dan ada kotoran di mana-mana. Baik itu dari kotoran lalat dan bahkan bau urin di mana-mana.

Relawan bernama Lyudmila Bylinina memberikan kesaksiannya, bagaimana penampakan apartemen yang tidak sehat.

" Anak-anak berada di apartemen yang kotor, ada kotoran, lalat, dan bau urin di mana-mana," kata  Lyudmila Bylinina.

Empat anak-anak ini diketahui berusia berusia 7, 5, 4, dan 3 tahun. Mereka belum makan selama tiga hari dan tak ada makanan apapun di rumah.

" Mereka belum makan selama tiga hari, ada tidak ada makanan di rumah," lanjut Lyudmila.

 

4 dari 5 halaman

Berhenti Berjalan Selama Setahun

Anak-anak kekurangan gizi© Ilustrasi anak (foto: unsplash.com)

Lyudmila pun menjelaskan bagaimana kondisi anak-anak tersebut. Mereka tidak memakai baju, tidak bisa berjalan. Bahkan dua anak yang lebih besar memiliki anggota tubuh yang bengkok. Salah satu anak perempuan, perutnya besar.

" Anak-anak telanjang, kotor. Mereka tidak semua berjalan. Anak perempuan itu perutnya besar, salah satu dari anak laki-laki itu muntah-muntah selama dua hari, dua anak yang lebih besar memiliki anggota badan yang bengkok,” cerita Lyudmila.

Ibu anak-anak itu memberi tahu para sukarelawan bahwa kesehatan mereka memang memburuk setiap tahun dan anak-anak itu berhenti berjalan sekitar setahun yang lalu.

Anak-anak tersebut tidak pernah didaftarkan ke pihak berwenang dan tidak pernah menerima perawatan medis. Menurut dokter, hanya bocah tujuh tahun yang bisa berbicara.

 

5 dari 5 halaman

Dibawa ke Rumah Sakit

Keempat anak tersebut dan ibunya yang berusia 27 tahun dibawa ke Rumah Sakit Penyakit Menular Anak Pavlodar untuk pemeriksaan kesehatan. 

Relawan yang bertugas memberikan penjelasan bahwa mereka memanggil layanan darurat dan ambulans. Para relawan pun telah menyiapkan makanan, popok, sabun, dan produk sanitasi yang sudah disediakan.

" Ketika asosiasi kami disiagakan, kami dengan cepat mengumpulkan makanan, popok, sabun, dan produk sanitasi yang sudah kami simpan," kata relawan. 

Diketahui, keluarga tersebut telah pindah ke Ekibastuz tiga tahun yang lalu dari sebuah desa kecil. Lalu menyewa apartemen, sementara sang ayah melakukan pekerjaan sampingan.

Sumber: Dailystar.co.uk 

 

Beri Komentar