Ilustrasi New Normal, Social Distancing, Physical Distancing (Foto: Shutterstock)
Dream - Empat orang pasien positif Covid-19 yang sempat dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan.
Kepulangan empat pasien tersebut menjadi tanda kini Kota Bontang tidak lagi punya kasus terkonfirmasi Covid-19.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniani, begitu gembira dengan fakta terebut. Dia pun berharap tidak ada lagi kasus positif Covid-19 di wilayahnya.
" Saya umumkan hari ini Kota Bontang zero kasus Covid-19, semoga ini menjadi kabar baik untuk kita semua," ujar Neni, dikutip dari Merdeka.com.
Neni mengatakan empat pasien tersebut merupakan kasus positif Covid-19 terakhir di Kota Bontang. Tiga pasien sempat dirawat di RSUD Taman Husada Bontang sementara satu dirawat di rumah sakit swasta.
Para pasien tersebut sudah dua kali menjalani tes swab dan hasilnya negatif. Sehingga, mereka diizinkan pulang.
Selanjutnya, Neni mengatakan meski kasus positif sudah tidak ada, status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bontang belum dicabut. Ini mengingat pandemi belum berakhir sehingga potensi penularan masih ada.
" KLB bisa dicabut jika dalam 28 hari ke depan tidak ada penambahan kasus baru," kata dia.
Saat ini, masih ada 17 spesimen yang menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium. Dia berharap spesimen tersebut hasilnya negatif.
Meski sudah nol kasus baru, Pemkot Bontang tetap melakukan pengetatan aktivitas masyarakat. Pintu masuk Kota Bontang dibuat satu jalur sehingga pemeriksaan dapat dijalankan secara efektif.
Neni menyayangkan tren pelaporan masyarakat usai berperjalanan menurun. Sementara di sisi lain, tren pelaku perjalanan justru meningkat.
" Kita berharap warga tetap melapor dan tetap melakukan protokol mandiri di rumah 14 hari," kata Neni.
Sejauh ini, Pemkot Bontang telah menggelar 7.156 rapid test. Hasilnya, 234 orang reaktif dan dilanjut ke tes swab dan 6.912 non-reaktif.
" Sosialisasi persiapan new normal terus kita lakukan termasuk ke beberapa perusahaan agar protokol kesehatan benar-benar dijalankaan," ucap Neni.
Masyarakat tetap diminta untuk berada di rumah jika tidak ada keperluan yang sifatnya mendesak. Selain itu, relawan tingkat RT terus bersiaga untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya penularan Covid-19.
" Kita juga mengantisipasi gelombang kedua dengan mengerahkan sumber daya yang ada, termasuk kembali melaksanakan penyemprotan disinfektan massal," kata dia.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement