76 Negara Gabung Aliansi COVAX, Dukung Pemerataan Vaksin Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 7 September 2020 07:00
76 Negara Gabung Aliansi COVAX, Dukung Pemerataan Vaksin Covid-19
COVAX berdiri dengan tujuan membantu membeli dan mendistribusikan vaksin Covid-19 secara adil serta merata.

Dream - Sebanyak 76 negara kaya berkomitmen bergabung dengan rencana alokasi vaksin Covid-19 global (COVAX) yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Aliansi ini resmi berdiri pada Rabu 2 September 2020 dengan tujuan membantu membeli dan mendistribusikan vaksin Covid-19 secara adil serta merata.

Kepala Eksekutif Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI), Seth Berkley, mengatakan, rencana terkoordinasi yang dikenal sebagai COVAX ini telah diikuti oleh Jepang, Jerman, Norwegia, dan 70 negara lain yang telah mendafatar.

Negara-negara yang bergabung bersama COVAX setuju untuk mendapatkan vaksin Covid-19 melalui COVAX untuk didistribusikan ke negara masing-masing.

" Kami memiliki, saat ini, 76 negara berpenghasilan menengah ke atas dan negara berpenghasilan tinggi yang telah mengirimkan konfirmasi niat untuk berpartisipasi - dan kami berharap jumlah itu meningkat," kata Berkley dalam sebuah wawancara.

" Ini kabar baik. Ini menunjukkan bahwa fasilitas COVAX terbuka untuk bisnis dan menarik minat di seluruh dunia yang kami harapkan," katanya.

Dia menambahkan, koordinator COVAX sedang dalam pembicaraan dengan China apakah negara itu tertarik untuk bergabung.

" Kami melakukan diskusi kemarin dengan pemerintah (China). Kami belum memiliki kesepakatan yang ditandatangani dengan mereka. Tetapi Beijing telah memberikan sinyal positif," tambahnya.

1 dari 2 halaman

Mencegah Terjadinya Penimbunan Vaksin

COVAX dipimpin bersama oleh GAVI, WHO, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), dirancang untuk mencegah satu negara menimbun vaksin Covid-19 dan fokus pada vaksinasi pertama bagi orang-orang yang beresiko tinggi di setiap negara.

Negara-negara kelas menengah atas yang bergabung dengan COVAX, akan membiayai pembelian vaksin dari anggaran nasional mereka dan akan bermitra dengan 92 negara miskin sehingga vaksin dikirimkan secara adil.

 

2 dari 2 halaman

AS Tolak Bergabung

Pada hari Selasa lalu, sehari sebelum peresmian COVAX, Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka tidak akan bergabung lantaran menilai keterlibatan WHO disebut " mengecewakan" .

Berkley mengatakan dia tidak terkejut dengan keputusan AS, tetapi akan berusaha melanjutkan pembicaraan dengan Washington.

Koordinator COVAX berusaha menambah fleksibilitas untuk mengajak partisipan yang lebih besar, jelas Berkley.

Tujuan COVAX adalah untuk mendapatkan dan mengirimkan 2 miliar dosis vaksin yang disetujui pada akhir tahun 2021. Saat ini COVAX memiliki sembilan kandidat vaksin Covid-19 dalam portofolionya yang menggunakan berbagai teknologi dan pendekatan ilmiah yang berbeda.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar