Ahli Jessica:Kriminologi Tak Bisa Vonis Orang Sebagai Penjahat

Reporter : Dream.co.id
Senin, 19 September 2016 20:07
Ahli Jessica:Kriminologi Tak Bisa Vonis Orang Sebagai Penjahat
Eva mengatakan Fisiognomi merupakan ilmu penganalisis wajah seseorang. Ilmu tersebut berfungsi untuk mengetahui gambaran karakter seseorang melalui pembacaan wajah.

Dream - Ilmu Fisiognomi tidak bisa digunakan untuk menetapkan seseorang bersalah atau tidak. Menurut dia, cabang Kriminologi itu hanya untuk mengetahui gambaran karakter seseorang melalui pembacaan wajah.

Demikian diungkapkan oleh Kriminolog Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfa, saat memberikan keterangan dalam persidangan kasus kopi bersianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 19 September 2016.

“ Fisiognomi memang ilmu filsafat. Digunakan hanya menggambarkan potential offended, orang yang punya potensi melakukan kejahatan,” kata Eva, yang dihadirkan oleh Jessica.

Menurut Eva, Fisiognomi dapat digunakan untuk menganalisis gerak-gerik Jessica. Namun tidak bisa dipakai untuk menentukan apakah Jessica terbukti bersalah atau tidak.

1 dari 1 halaman

Tak Bisa Jadi Dasar

Tak Bisa Jadi Dasar © Dream

Pada persidangan sebelumnnya, Kriminolog Universitas Indonesia, Ronny Nitibaskara, menganalisis wajah Jessica. Ronny menyebut Jessica punya kepribadian kategori Emotional Unstable Personality, yang memiliki beberapa ciri khusus.

Menurut Ronny, ciri-ciri orang dengan kategori tersebut antara lain memanfaatkan orang lain, perasaan mudah berubah, serta tidak ingat dengan kebaikan orang lain.

Jessica juga disebut memiliki sifat berkeinginan kuat dan keras kepala. Selain itu, juga berpotensi memiliki dorongan untuk merencanakan menyakiti baik diri sendiri.

Namun Eva menyebut penggunaan Fisiognomi hanya dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar potensi kejahatan seseorang.

“ Tapi tidak bisa digunakan untuk mengatakan dialah penjahat. Dijadikan dasar juga tidak bisa,” ucap Eva. 

Beri Komentar