Banyak Pria Tak Sadar Bahwa Produk Olahan Susu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Prostat

Reporter : Abidah
Jumat, 25 September 2026 12:00
Banyak Pria Tak Sadar Bahwa Produk Olahan Susu Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Prostat
Survei terbaru menunjukkan sebagian besar pria belum mengetahui adanya kaitan antara konsumsi produk susu dan risiko kanker prostat.

DREAM.CO.ID - Survei terbaru menunjukkan sebagian besar pria belum mengetahui adanya kaitan antara konsumsi produk susu dan risiko kanker prostat. Setelah mengetahui temuan tersebut, 66 persen responden mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk menghindari produk susu.

Sebagian besar pria tampaknya belum mendapatkan informasi mengenai kemungkinan hubungan antara konsumsi susu dan produk olahannya dengan kanker prostat. Survei terbaru terhadap lebih dari 1.100 pria di Amerika Serikat menemukan hanya 20 persen responden yang mengetahui bahwa konsumsi produk susu pernah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat.

Survei tersebut dilakukan oleh Morning Consult untuk Physicians Committee for Responsible Medicine dan melibatkan 1.102 pria AS. Temuan ini dirilis pada September yang diperingati sebagai Prostate Cancer Awareness Month di Amerika Serikat.

Menariknya, ketika responden diberi tahu mengenai hubungan yang ditemukan dalam penelitian, sebanyak 66 persen mengatakan mereka kemungkinan akan mempertimbangkan untuk menghindari produk susu. Sebanyak 76 persen juga mendukung adanya label peringatan pada produk susu yang memberi tahu konsumen mengenai kaitannya dengan risiko kanker prostat.

Survei tersebut sekaligus menunjukkan masih terbatasnya komunikasi mengenai hubungan antara pola makan dan kanker prostat. Hanya sekitar 20 persen pria yang mengatakan pernah mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan mengenai kaitan nutrisi dengan risiko kanker prostat.

Temuan survei ini muncul di tengah sejumlah penelitian yang sebelumnya telah mengamati hubungan antara konsumsi produk susu dan kanker prostat. Sebuah meta-analisis yang mencakup 32 penelitian menemukan adanya bukti peningkatan risiko kanker prostat pada orang yang mengonsumsi produk susu dalam jumlah lebih tinggi.

1 dari 2 halaman

Dalam salah satu penelitian, pria yang mengonsumsi sedikitnya satu porsi susu rendah lemak atau susu skim setiap hari memiliki risiko kanker prostat 19 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang meminumnya. Penelitian lain yang mengikuti 3.612 pria selama 8-10 tahun juga menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi produk susu rendah lemak dalam jumlah tertinggi, sekitar tiga porsi per hari, memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat mengalami kanker prostat dibandingkan kelompok dengan konsumsi kurang dari satu porsi per hari.

Hubungan serupa juga pernah diamati terhadap kematian akibat kanker prostat. Meta-analisis terhadap 11 penelitian yang melibatkan lebih dari 700.000 peserta menemukan bahwa pria dengan konsumsi susu murni tertinggi memiliki risiko meninggal akibat kanker prostat hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi paling sedikit.

Namun, temuan tersebut menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa susu secara langsung menyebabkan kanker prostat. Risiko kanker merupakan persoalan kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor, sehingga hasil penelitian semacam ini tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara sederhana.

2 dari 2 halaman

Di sisi lain, sejumlah penelitian menemukan pola yang berbeda pada konsumsi makanan berbasis tumbuhan. Data Adventist Health Study-2, misalnya, menunjukkan pria yang mengikuti pola makan vegan memiliki risiko kanker prostat 35 persen lebih rendah dibandingkan pria dengan pola makan nonvegetarian maupun beberapa pola makan vegetarian lainnya.

Manfaat potensial makanan berbasis tumbuhan juga diamati pada pria yang sudah didiagnosis kanker prostat. Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 2.000 pria dengan kanker prostat, mereka yang mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan dalam jumlah terbanyak memiliki risiko perkembangan penyakit 56 persen lebih rendah dan risiko kekambuhan 59 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit mengonsumsi makanan tersebut.

Meski demikian, angka-angka tersebut berasal dari penelitian dengan desain dan populasi yang berbeda, sehingga tidak berarti pola makan tertentu dapat menjamin seseorang terhindar dari kanker prostat atau mencegah kekambuhan.

Kanker prostat sendiri masih menjadi persoalan kesehatan utama. Menurut American Cancer Society, kanker prostat merupakan kanker yang paling sering didiagnosis pada pria di Amerika Serikat sekaligus menjadi penyebab kematian akibat kanker kedua terbanyak pada kelompok tersebut. Untuk 2026, organisasi itu memperkirakan terdapat 333.830 kasus baru dan 36.320 kematian akibat kanker prostat di AS.

Temuan-temuan mengenai pola makan tersebut menunjukkan bahwa informasi tentang makanan dan kanker prostat semakin mendapat perhatian. Bagi pria, memahami bukti mengenai hubungan antara pola makan, produk susu, makanan berbasis tumbuhan, dan risiko kanker dapat menjadi bagian dari upaya membuat keputusan kesehatan yang lebih terinformasi.

Beri Komentar