Biografi Sunan Drajat, Wali yang Peduli Sesama dan Ajarkan Filosofi Hidup Sebagai Manusia

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 19 Agustus 2022 18:00
Biografi Sunan Drajat, Wali yang Peduli Sesama dan Ajarkan Filosofi Hidup Sebagai Manusia
Simak biografi Sunan Drajat dan ajaran tentang hidup bersosial yang dibawanya berikut ini:

Dream - Walisongo sangat terkenal di kalangan Muslim, terutama di Jawa. Para wali yang berjumlah sembilan orang itu merupakan para pendakwah yang menyebarkan Islam di Jawa.

Sunan Drajat termasuk salah satu dari sembilan wali tersebut, yang juga berjuang menyebarkan agama Islam agar diterima oleh masyarakat denga sukarela.

Dakwah para walisongo juga dikenal ramah dan tidak menimbulkan pertumpahan darah. Mereka menggunakan cara akulturasi budaya setempat dengan Islam, sehingga masyarakat sukarela menerima ajaran agama Islam.

Maka tak heran jika kini banyak dijumpai budaya yang berkaitan erat dengan ajaran Islam. Sebab sebelum Islam datang pun, masyarakat sudah memiliki spiritualitas dan kebudayaan yang adiluhung.

Dikenal sebagai salah satu dari walisongo, lantas siapa sebenarnya Sunan Drajat? Dalam artikel kali ini Dream akan membahas biografi Sunan Drajat, dirangkum dari berbagai sumber.

1 dari 6 halaman

Masa Kecil Sunan Drajat

Biografi Sunan Drajat tentu sangat penting diketahui sebagai upaya untuk mengikuti hikmah dari kehidupannya, terutama cara-cara yang ia gunakan untuk berdakwah menyebarkan agama Islam. Bahkan garis keturunan (nasab) Sunan Drajat sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Mengutip dari laman Laduni, ia berada di urutan ke 24 dari garis keturunan Rasulullah SAW.

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Ia merupakan putra bungsu dari Sunan Ampel sekaligus adik dari Sunan Bonang yang juga termasuk walisongo. Sunan Drajat memiliki nama kecil Raden Qasim. Ia merupakan putra dari Sunan Ampel dengan Nyi Ageng Manila.

Sunan Drajad dikenal sebagai tokoh Wali Songo yang mengembangkan dakwah Islam melalui pendidikan akhlak bagi masyarakat. Ia dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nasib fakir miskin.

Ia menyebarkan agama Islam melalui aktivtas sosialnya dengan mendidik masyarakat agar memperhatikan nasib fakir miskin, mengutamakan kesejahteraan umat, memiliki empati, etos kerja keras, kedermawanan, pengentasan kemiskinan, solidaritas social dan gotong-royong

Sunan Drajad memiliki banyak nama dibandingkan walisongo lainnya, yaitu Raden Qasim, Masaikh Munat, Raden Syarifuddin, Maulana Hasyim, Pangeran Kadrajat, Sunan Mayang Madu, dan yang paling masyhur adalah Sunan Drajat.

2 dari 6 halaman

Pernikahan dan Dakwah

Ilustrasi© Wikipedia

Sunan Drajat dikenal sebagai Syeikh Syarifuddin saat berdakwah di daerah Cirebon bersama Sunan Gunung Jati.

Lalu ia menikah dengan Dewi Sufiyah yang merupakan putri dari Sunan Gunung Jati, dan dikaruniai anak bernama Pangeran Trenggana, Pangeran Sandi dan Dewi Wuryan.

Pernikahan bisa menjadi sarana dakwah yang penting kala itu. Selain dengan Dew Sufiyah, Sunan Drajat juga menikah dengan Nyai Kemuning dan Nyai Retno Ayu Candrawati.

Nyai Kemuning adalah putri dari Mbah Mayang Madu yang merupakan seorang tetua desa Jelak. Mbah Mayang Madu adalah orang yang menolong Sunan Drajat saat ia terdampar dalam perjalanan dakwahnya menuju pesisir Gresik.

Sunan Drajat juga menikahi Nyai Retno Ayu Candrawati yang merupakan putri dari Raden Suryadilaga, seorang adipati di kawasan Kediri.

3 dari 6 halaman

Metode Dakwah Sunan Drajat

Seorang antropolog, E. Vogt, masyarakat akan memberikan respon beragam terhadap perubahan budaya. Apalagi jika sudah berpegang teguh pada ajaran nenek moyang, tentu akan susah untuk menyebarkan agama Islam. Namun Sunan Drajat tidak kehabisan akal. Berbekal ilmu dari para gurunya yang juga para pendakwah Walisongo, ia menggunakan cara-cara yang cerdas.

Sunan Drajat memiliki metode yang sangat bijak untuk memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam kebudayaan masyarakat kala itu. Berikut cara dakwah Sunan Drajat yang perlu diketahui:

1. Jadi Bagian Penting dalam Masyarakat

Kedudukan di masyarakat sangat penting dalam memberikan pengaruh. Agar bisa diperhitungkan, Sunan Drajat menjadi bagian penting di masyarakat. Ia menikahii putri-putri para petinggi di masyarakat.

Dengan begitu, cukup mudah baginya untuk mengajak pemimpin dan rakyatnya untuk memeluk agama Islam. Ia juga mengajak para saudagar dan orang kaya untuk mendermakan sebagian hartanya kepada kaum fakir miskin.

Tak hanya itu, ia juga mengambil hati masyarakat dengan membantu orang yang sakit dengan ramuan tradisional dan bacaan doa-doa.

2. Mengayomi Masyarakat

Sunan Drajat dikenal sangat dekat dengan rakyat, sebab ia sering ronda malam untuk mengamankan para warga dari gangguan jin yang kerap meneror warga. Ia juga sering berkeliling kampung sambil berdzikir, dan mengajak para warga untuk mendirikan sholat.

4 dari 6 halaman

3. Mengentaskan Kemiskinan

Dengan jiwa sosialnya yang tinggi, Sunan Drajat sangat perhatian dengan kaum fakir miskin. Ajaran yang dibawanya lebih kepada persoalan sosial sebagaimana yang tercatat dalam Al-Quran. Ia selalu mengajak orang-orang untuk bersikap dermawan, gotong royong, dan mengentaskan kemiskinan. Jika masalah sosial sudah teratasi, maka akan sangat mudah untuk memberikan pemahaman tentang ajaran Islam.

4. Dakwah dengan Bijaksana

Metode dakwah yang arif dan bijaksana tentu perlu dilakukan oleh para pendakwah Islam. Sunan Drajat menggunakan cara dakwah yang tidak memaksakan kehendak para warga.

Ia kerap memberikan ceramah dan pengajian bahkan mendirikan pesantren untuk mengajarkan nilai Islam. Ia mengajarkan kepada murid-muridnya tentang kaidah untuk tidak saling menyakiti baik secara perkataan maupun perbuatan, seperti: “ Hindari pembicaraan yang menjelek-jelekkan orang lain, apalagi melakukannya."

5. Dakwah Lewat Kesenian

Seperti Sunan Bonang, Sunan Drajat juga berdakwah menggunakan kesenian tradisional. Petuah yang berisi ajaran Islam disampaikan melalui tembang pangkur (salah satu tembang macapat) yang diiringi dengan alat musik gending.

Beberapa tembang pangkur yang diubah telah disimpan rapi di museum Sunan Drajat. Selain itu, keahlian bermusik Sunan Drajat juga dibuktikan dengan adanya seperangkat gamelan ‘Singo Mengkok’.

5 dari 6 halaman

Filosofi dan Tata Cara Hidup Sebagai Manusia

Sunan Drajat juga menyampaikan tentang tata cara hidup sabagai makhluk sosial. Manusia harus saling membantu kepada sesama makhluk Tuhan. Hal yang paling menonjol adalah tentang pengetantasan kemiskinan.

Filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat.

Makna filosofis ketujuh sap tangga tersebut adalah:

  • Memangun resep tyasing Sasoma (kita selalu membuat senang hati orang lain).
  • Jroning suka kudu éling lan waspada (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada).
  • Laksmitaning subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan).
  • Mèpèr Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu).
  • Heneng–Hening–Henung (dalam keadaan diam kita akan memeroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita–cita luhur).
  • Mulya guna Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan salat lima waktu).

Ajaran catur piwulang

  • Mènèhana teken marang wong kang wuta (berikanlah tongkat kepada orang buta),
  • mènèhana mangan marang wong kang luwé (Berikanlah makan kepada orang yang lapar),
  • mènèhana busana marang wong kang wuda (berikanlah baju kepada orang yang telanjang),
  • mènèhana ngiyup marang wong kang kodanan (Berikanlah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan).
6 dari 6 halaman

Demikian itulah biografi Sunan Drajat lengkap dengan ajaran tata cara hidup bersosial yang ia ajarkan kepada masyarakat. Secara sederhana, ajaran Sunan Drajat tersebut bisa dirangkum menjadi:

  • Berilah ilmu agar orang menjadi pandai.
  • Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin.
  • Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu.
  • Beri perlindungan untuk orang yang menderita.
Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More