Satu Lagi Kota di China Kena Lockdown! 400 Ribu Warga Dikarantina

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 29 Juni 2020 19:01
Satu Lagi Kota di China Kena Lockdown! 400 Ribu Warga Dikarantina
Wilayah yang di-lockdown adalah Kabupaten Anxin di Provinsi Hebei.

Dream - Otoritas China kembali menerapkan penguncian wilayah atau lockdown menyusul adanya lonjakan kasus baru virus corona. Kali ini, lockdown dijalankan di Kabupaten Anxin di Provinsi Hebei, dekat dengan Beijing.

Sebanyak 400 ribu warga setempat terkena dampak dari kebijakan ini. Mereka diharuskan berada di dalam rumah dan hanya boleh keluar untuk kepentingan mendesak.

China dilaporkan berhasil menekan peningkatan kasus positif Covid-19 secara konsisten sejak wabah tersebut muncul di wilayahnya akhir tahun lalu. Mengantisipasi gelombang kedua, kenaikan kecil dari kasus Covid-19 ditanggapi sangat serius oleh otoritas kesehatan setempat.

Keputusan untuk menerapkan lockdown diambil pada Minggu waktu setempat. Otoritas menyatakan Kabupaten Anxin " Sepenuhnya tertutup dan dikendalikan."

 

1 dari 2 halaman

Hanya Satu Anggota Keluarga Dibolehkan Keluar Rumah

Mereka yang dibolehkan keluar rumah adalah para pekerja di sektor-sektor penting. Sementara, hanya satu orang dari setiap keluarga yang diizinkan keluar rumah untuk membeli berbagai keperluan.

Sedangkan warga yang bukan penduduk setempat tidak diizinkan memasuki gedung, kawasan perumahan maupun desa-desa. Siapapun yang melanggar akan dihukum oleh polisi.

Anxin terletak di 150 Kilometer arah selatan dari Beijing. Media setempat melaporkan ada 18 kasus baru infeksi Covid-19 muncul di wilayah tersebut sejak dua pekan lalu.

Populasi penduduk di Anxin tidak sepadat kota-kota besar China. Para ahli pun menyatakan optimis penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.

 

2 dari 2 halaman

Ahli Khawatir Gelombang Kedua di China

Di sisi lain, para ahli mengkhawatirkan kemunculan gelombang kedua Covid-19 di Beijing. Dalam 24 terakhir, Beijing melaporkan 4 kasus baru sehingga total menjadi 311 orang terinfeksi Covid-19.

Jumlah ini tergolong sangat kecil dibandingkan dengan Amerika Serikat yang melaporkan ribuan kasus baru setiap harinya. Meski demikian, China segera bereaksi begitu ada kasus baru untuk menahan penyebarannya.

Sejumlah lingkungan di Beijing serta perjalanan warganya dibatasi. Kemudian digelar tes dalam gelombang besar.

Sebelum terjadinya lonjakan, dalam 57 hari Beijing melaporka tidak ada kasus baru yang ditransmisikan secara lokal.

Sumber: BBC

Beri Komentar