© 2025 Https://www.dream.co.id
“ Baru kali ini saya melihat pengantar Presiden begitu detail dan formatnya jelas, targetnya terukur, dan berangkat dari amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945,” ungkap Cucun usai sidang.
Politisi Fraksi PKB yang pernah sepuluh tahun mengabdi di Badan Anggaran DPR ini menilai, penjelasan Presiden soal arah belanja negara sangat tegas. Ia menyebut fokus belanja yang dipaparkan—mulai dari upaya menekan angka stunting, memperkuat kualitas pendidikan, hingga program-program sosial—benar-benar menjawab kebutuhan rakyat kecil.
Menurutnya, selama ini alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen kerap tidak sepenuhnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Namun, dari penyampaian kali ini, Cucun melihat adanya perubahan signifikan. “ Presiden menunjukkan komitmen bahwa setiap kebijakan harus benar-benar untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Tak hanya soal arah belanja, Cucun juga menyoroti kondisi defisit APBN yang masih dalam batas aman, bahkan terkendali di bawah 3 persen dari PDB. Angka defisit yang diperkirakan berada di kisaran 2,1 hingga 2,48 persen menurutnya mencerminkan manajemen fiskal yang rapi sekaligus tetap membuka ruang ekspansi untuk pertumbuhan ekonomi.
“ Belanjanya jelas prioritas, penerimaan diupayakan surplus, dan pengeluaran diarahkan agar betul-betul dirasakan manfaatnya oleh publik. Baru kali ini saya melihat pengantar APBN yang begitu detail dan sangat prorakyat,” pungkasnya.
Dengan apresiasi tersebut, Cucun menegaskan bahwa Nota Keuangan RAPBN 2026 bukan sekadar laporan fiskal, melainkan arah pembangunan yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai fokus utama.