Bumi Ternyata Berputar lebih Cepat Akhir Bulan Lalu, Apa Akibatnya?

Reporter : Nabila Hanum
Senin, 1 Agustus 2022 17:01
Bumi Ternyata Berputar lebih Cepat Akhir Bulan Lalu, Apa Akibatnya?
Fenomena ini diduga terjadi karena proses di lapisan dalam atau luar inti, lautan, pasang surut atau bahkan perubahan iklim.

Dream - Tahukah kamu pada 29 Juni 2022 lalu bumi berputar lebih cepat? Fenomena ini memang tak banyak disadari umat manusia karena putarannya yang sangat pelan. Planet bumi di hari itu berputar 1,59 milidetik lebih pendek standar 24 jam.

Peristiwa ini sekaligus membuat rekor baru untuk waktu tercepat bumi menyelesaikan satu rotasi.

Dilansir dari India Times, Para ilmuwan mencatat bahwa tahun 2020 memiliki 28 hari terpendek sejak tahun 1960. Hari terpendek pada tahun 2021 lebih panjang daripada tahun 2020, membalikkan tren dari tahun sebelumnya.

Namun pada 29 Juni 2022, planet kita melakukan rotasi tercepat yang pernah ada, dan pada 26 Juli 2022, tampaknya ada hari yang berlangsung kurang dari 1,50 milidetik.

1 dari 7 halaman

Ilustrasi© Shutterstock

Penyebab perbedaan kecepatan rotasi bumi ini masih belum diketahui. Tetapi para ilmuwan berspekulasi bahwa ini bisa jadi karena proses di lapisan dalam atau luar inti, lautan, pasang surut atau bahkan perubahan iklim.

Sedangkan ahli lainnya menduga pergerakan kutub geografis Bumi melintasi permukaannya yang dikenal sebagai 'goyangan Chandler'.

2 dari 7 halaman

" Ini mirip dengan getaran yang terlihat ketika gasing yang berputar mulai mendapatkan momentum atau melambat," kata ilmuwan Leonid Zotov, Christian Bizouard, dan Nikolay Sidorenkov.

Jika Bumi berputar lebih cepat, maka ia akan mencapai posisi yang sama sedikit lebih awal. Ada juga konsekuensi yang berpotensi membingungkan untuk smartphone, komputer, dan sistem komunikasi, yang disinkronkan dengan server Network Time Protocol (NTP).

Ilustrasi© Shutterstock

Selain itu, kita mungkin perlu menerapkan detik kabisat negati" . Ini berarti kita mungkin harus menyesuaikan jam resmi dan mengurangi satu detik.

Banyak fenomena planet-planet yang memang hanya disadari oleh para ilmuwan. Namun salah satu yang paling banyak beredar adalah masih adanya anggapan bahwa bumi berbentuk datar. 

3 dari 7 halaman

Ilmuwan Ungkap Hal yang Bakal Terjadi Jika Planet Bumi Datar

Bentuk Bumi adalah bulat. Ini adalah fakta sederhana yang diketahui manusia selama ribuan tahun. Fakta ini telah dikonfirmasi secara tak terbantahkan begitu Uni Soviet meluncurkan satelit Sputnik 1 pada tahun 1957 yang kemudian mengelilingi Bumi.

Namun demikian, ada sekelompok kecil orang yang bersikeras dan meyakini Bumi ini datar. Kelompok ini kemudian disebut kaum Bumi datar.

Dengan gencarnya, mereka menabur keraguan tentang realitas paling mendasar ini secara online dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak kaum Bumi datar melakukan berbagai upaya dalam meramu penjelasan alternatif mengapa Bumi seolah-olah bulat padahal itu benar-benar datar.

Padahal, bentuk Bumi yang bulat sangat cocok dengan pengamatan yang dilakukan manusia tentang planet ini selama beberapa milenium terakhir.

Karena jika Bumi itu memang datar, ia tidak akan berfungsi seperti planet yang kita kenal sekarang. Bahkan, umat manusia dan isi dunia ini akan musnah.

Berikut penjelasan para ahli mengapa Bumi itu harus bulat, bukan datar, yang dilansir Dream dari Live Science.

4 dari 7 halaman

David Stevenson, seorang ilmuwan planet di Caltech di Pasadena, California, menjelaskan tentang proses pembentukan benda kosmik.

Katanya, untuk membentuk sebuah benda kosmik yang berbentuk cakram (datar) maka dibutuhkan putaran yang sangat cepat.

Namun, jika itu dilakukan, akan menghancurkan planet ini dengan merobeknya menjadi partikel-partikel kecil.

Pada tahun 1850-an, astronom James Clerk Maxwell membuktikannya secara matematis. Dia mengatakan bahwa benda padat seperti cakram bukanlah konfigurasi yang stabil di kosmos.

5 dari 7 halaman

Terjadi Pada Cincin Saturnus

Maxwell kemudian memberi contoh pada cincin Saturnus. Penelitian Maxwell memprediksi bahwa cincin Saturnus terbuat dari banyak partikel kecil yang tidak terhubung.

Dia ternyata benar. Perhitungan matematisnya juga menjelaskan mengapa tidak ada planet berbentuk cakram yang melayang di sekitar galaksi.

Selain itu, jika ingin permukaan Bumi jadi datar tanpa memutarnya dengan sangat cepat, maka dibutuhkan tekanan yang sangat kuat dari galaksi atau sebuah keajaiban.

Bagaimanapun, Bumi yang permukaannya datar tidak akan bertahan lama. Dalam beberapa jam, gaya gravitasi akan menekan planet ini kembali ke bentuk bola.

Gravitasi akan menarik permukaan Bumi secara merata dari semua sisi, sehingga planet ini membentuk bola atau yang serupa dengan itu.

Karena itu Bumi tidak mungkin akan berbentuk cakram jika ada gravitasi yang memengaruhinya, seperti yang ditunjukkan oleh Maxwell.

6 dari 7 halaman

Yang Terjadi Pada Bumi Datar Jika Tidak Punya Gravitasi

Menurut teorinya, Bumi datar tidak memiliki gravitasi. Jika demikian, maka segala sesuatu tentang planet ini akan menjadi tidak masuk akal.

Atmosfer akan hilang. Karena gravitasi, astmosfer bisa melayang di atas planet Bumi. Selain itu laut tidak punya gelombang dan pasang surut.

Seperti diketahui, gelombang dan pasang surut disebabkan oleh tarikan gravitasi bulan. Bulan itu sendiri juga hilang, karena setiap penjelasan tentang keberadaan bulan melibatkan gravitasi Bumi.

Gravitasi juga bertanggung jawab atas struktur berlapis Bumi, di mana material terpadat berada di dalam inti. Sementara material yang lebih ringan membentuk mantel dan paling ringan membentuk kerak bumi.

Tanpa struktur berlapis ini, planet ini akan berperilaku jauh berbeda dari yang kita rasakan saat ini. Inti luar cair bumi, misalnya, bertindak sebagai magnet dinamis raksasa, yang menciptakan medan magnet planet.

7 dari 7 halaman

Tak Punya Dasar Matematis dan Fisik

Medan magnet ini menjadi pelindung atmosfer Bumi dari efek badai Matahari yang mengerikan. Badai inilah yang menghancurkan atmosfer Mars setelah medan magnet planet itu hilang 4 miliar tahun lalu.

" Jika Bumi datar, maka lempeng tektonik - pergerakan lempeng yang membentuk kerak planet - juga tidak akan bekerja," kata James Davis, ahli geofisika di Columbia University Lamont-Doherty Earth Observatory di New York City.

Menurut Davis, kaum Bumi datar merangkai penjelasan yang berbeda tentang bagaimana semua pengamatan ini bisa terjadi di planet yang datar.

" Masalahnya adalah bahwa penjelasan mereka tidak memiliki dasar dalam matematika atau realitas fisik," kata Davis.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More