(Foto: Shutterstock)
Dream - Virus corona Wuhan (2019-nCoV) terus memakan korban. Jumlah kasus manusia yang terjangkit terus meningkat.
Data terbaru John Hopkins University-The Center for Systems Science and Engineering (JHU-CSSE) per Rabu, 29 Januari 2020 pukul 10.49 WIB, virus corona dikonfirmasi telah menginfeksi ke 5.578 orang. Sebanyak 5.494 orang di China terinfeksi dan sisanya dari sejumlah negara.
Jumlah kematian tercatat telah mencapai 131 jiwa. Kematian tertinggi terjadi Wuhan, Provinsi Hubei, yang menjadi pusat penyebaran virus corona.
Sementara, di Thailand terdapat 14 orang yang terjangkit. Hong Kong dan Taiwan saat ini mengklaim terdapat delapan orang yang mengalami infeksi.

Sebaran virus Corona Wuhan
Jepang, Makau, dan Singapura, masing-masing mengabarkan ada tujuh kasus infeksi corona. Adapun Australia dan Amerika Serikat melaporkan lima orang yang terinfeksi.
Perancis, Jerman, Malaysia, dan Korea Selatan juga melaporkan kasus yang sama. Masing-masing negara ini mengalami empat kasus.
Sementara itu Kanada dan Vietnam melaporkan masing-masing dua kasus positif terjangkit virus. Sedangkan Kamboja, Nepal, dan Sri Lanka, masing-masing melaporkan ada satu kasus.
Dream - Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan sudah ada 60 orang yang sembuh dari virus corona. Padahal obat untuk virus tersebut belum ditemukan. Pertanyaan pun bermunculan, mengapa para pasien bisa sembuh?
Rupanya, standar prosedur perawatan pasien virus corona 2019Ncov sudah ditetapkan oleh Komisi Kesehatan setempat untuk mengatasi virus corona yang mematikan. Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), prosedur tersebut diawali dengan melakukan isolasi pada suspek corona.
Pasien yang membutuhkan " perawatan dasar" harus diberikan oksigen tambahan dan obat antivirus. Virus corona ini memiliki gejala seperti pneumonia.
Penanganannya boleh dibilang mirip dengan penyakit pneumonia, termasuk pemberian obat-obatan. Sifat virus sebenarnya akan mati dengan sendirinya dalam hitungan hari jika imunitas tubuh bekerja dengan baik.
Untuk pasien dalam kondisi serius atau kritis, prosedur oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) dan pengobatan jantung-dan-paru buatan bisa diberikan.
ECMO merupakan prosedur pemompaan darah melalui perangkat yang menambah oksigen ke dalamnya dan kemudian memompanya kembali ke tubuh pasien.

Prosedur ini diketahui telah dilakukan pada pasien yang ada di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan. Pengobatan ECMO tak bisa diterapkan pada semua pasien, tapi hanya pada mereka yang sudah dalam kondisi sangat kritis.
" Perawatan ini membutuhkan banyak sumber daya dan hanya tersedia di rumah sakit utama. Perlu setidaknya empat perawat untuk melakukannya," kata Profesor David Hui Shu-cheong, spesialis paru di pernapasan di Universitas Cina Hong Kong.
Selama wabah SARS di Hong Kong pada 2003, pasien dengan gagal napas berat hanya didukung oleh ventilasi mekanik konvensional. Namun, ECMO telah digunakan di Cina untuk wabah influenza lainnya, termasuk H1N1 pada 2009 dan H7N9 (flu burung) pada 2013.
Sumber: SCMP
Dream - Sebanyak lima juta orang dikabarkan meninggalkan Kota Wuhan, China, sebelum masa karantina virus Corona diberlakukan di kota itu. Pernyataan itu dikeluarkan Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang pada Minggu, 26 Januari 2020.
Dilaporkan South China Morning Post, saat kota itu dikarantina ada sekitar 9 juta orang yang berada di kota.
Pemerintah China mulai mengisolasi kota Wuhan dan beberapa kota lain pada Kamis, 23 Januari 2020. Proses karantina itu diharapkan dapat menghentikan penyebaran virus ke daerah lain di China.

Tetapi, dilaporkan banyak warga yang sudah meninggalkan kota untuk liburan Tahun Baru Imlek. Sementara yang lain bergegas keluar dari Wuhan setelah adanya pengumuman karantina pada Rabu malam.
Dewan Negara China telah memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari untuk mengekang penyebaran virus.
Liburan itu, yang semula seharusnya berlangsung hingga 30 Januari, adalah festival paling penting di negara itu. Biasanya liburan itu dimanfaatkan para pekerja migran untuk mudik ke kampung halamannya.
Suzhou merupakan kota pertama yang mengumumkan masa perpanjangan libur tahun baru. Dia mengatakan, para pekerja di perusahaan-perusahaan dalam yurisdiksinya harus kembali bekerja tidak lebih awal dari 8 Februari 2020.
Dewan Negara juga mengatakan bahwa taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah, dan perguruan tinggi akan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut dari kementerian pendidikan.
Ma Xiaowei, penanggung jawab Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), mengakui sulitnya memerangi wabah itu. Terutama karena telah ditemukan bahwa virus Corona Wuhan dapat ditularkan selama periode inkubasi 1 hingga 14 hari, yang tidak terjadi pada SARS, sindrom pernapasan akut parah).
" Dari pengamatan, virus ini mampu menular bahkan selama periode inkubasi," kata Ma.
Advertisement