(Foto: Http://shanghaiist.com/)
Dream - Petugas pemadam kebakaran dan polisi terpaksa turun tangan mengeluarkan kepala anak laki-laki yang terjepit lubang meja pijat di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur selama akhir pekan kemarin.
Menurut surat kabar Sina, anak itu pergi ke panti pijat pada Minggu sore dengan orang tuanya. Ketika kedua orang tuanya dipijat, anak itu bermain dengan memasukkan kepalanya ke lubang meja pijat.
Tak lama kemudian, orang tuanya mendengar suara tangisan anak mereka. Setelah diperiksa, mereka melihat anaknya menangis karena tidak bisa menarik keluar kepalanya dari lubang meja pijat.
Polisi pun dipanggil untuk dimintai bantuan. Namun mereka gagal menyelamatkan anak tersebut. Beruntung, petugas pemadam kebakaran yang dihubungi segera datang dan berhasil mengeluarkan kepala anak tersebut dari lubang meja pijat meski dengan susah payah.
Anak laki-laki itu akhirnya bisa diselamatkan dan tidak mengalami cedera apa pun.
Tapi ini bukan pertama kalinya hal semacam ini terjadi.
Pada tahun 2013, seorang gadis kecil kepalanya terjebak di meja pijat. Untuk menyelamatkannya, petugas pemadam kebakaran terpaksa merusak meja pijat yang 'melilit' kepala gadis malang tersebut.
(Sumber: shanghaiist.com)
Dream - Seorang gadis di Arab Saudi harus merasakan kemalangan saat bermain dengan wadah air. Lidahnya terjepit pada lubang wadah dan tidak bisa dikeluarkan.
Gadis ini tampaknya tengah iseng. Dia mencoba memasukkan lidahnya ke lubang berhasil.
Tetapi, dia tidak bisa menarik lidahnya. Alhasil, gadis ini harus dilarikan ke Rumah Sakit Raja Fahd di dekat pelabuhan Laut Merah, Jeddah.
Dokter pun harus bekerja cepat memburu waktu. Sebab, lidah gadis ini mulai mati rasa.
" Akhirnya, mereka bisa mengeluarkan lidah gadis itu. Lidah dikeluarkan secara pelan-pelan dan hati-hati, tetapi gadis itu masih harus tinggal di RS untuk diobservasi di hati itu," tulis harian Sada yang tidak menyebut identitas gadis itu.
Sumber: emirates247.com
© Dream
Dream - Seorang wanita Rusia berusia 61 tahun terpaksa melewatkan stasiun, di mana dia seharusnya berhenti, setelah kepalanya terjepit pintu kereta.
Akibat kejadian itu, wanita itu melakukan perjalanan tambahan sejauh tiga mil (4,8 kilometers) sementara kepalanya masih terjepit pintu kereta.
Polisi Rusia kini sedang menyelidiki mengapa kepala wanita bernama Ilona Shubina itu bisa terjepit dan memaksanya melakukan perjalanan yang aneh itu.
Shubina baru bisa melepaskan kepala saat kereta yang ditumpanginya berhenti di stasiun Dmitrovskaya dekat Moskow.
Kepada polisi, Shubina mengatakan tidak ada seorang pun yang mau menolongnya selama kepalanya terjepit. Akibat kejadian ini, Shubina mengalami cidera di lehernya saat diperiksa dokter.
(Ism, Sumber: Mirror.co.uk)
© Dream
Dream - Para penggemar film animasi Disney Pixar pasti tahu kisah sepasang kakek nenek, Carl Fredericksen dan Ellie. Film yang menyentuh hati ini ternyata terjadi juga di kehidupan nyata.
Bedanya bila dalam cerita animasi " Up" tersebut Carl mempertahankan rumahnya dari tangan-tangan developer atau orang yang bekerja mengubah bangunan untuk tujuan tertentu.
Walaupun ditawar dengan harga tinggi, Carl tetap bersikukuh mempertahankan rumah mungil miliknya. Menurut Carl rumah tersebut berisi kenangan bersama sang istri yang lebih dahulu meninggalkannya.
Itu pun yang dilakukan Edith Mcefield, wanita berusia 84 tahun. Rumah mungilnya terletak di ujung jalan antara Northwest 46th Street, 15th Avenue di Ballard, Seattle, Amerika dibiarkan tetap berdiri walaupun sekelilingnya telah dibangun gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Edith tidak mau melepas kediamannya walaupun ditawari uang sekitar USD 1 juta atau setara dengan Rp. 11,9 miliar rupiah sebagai gantinya. Developer pun sudah habis akal untuk meminta wanita paruh baya ini mengosongkan rumahnya.
Edith semasa hidupnya mengaku pernah bekerja sebagai mata-mata selama Perang Dunia II, sampai ia ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi Dachau, kemudian berhasil melarikan diri.
" Saya tidak ingin pindah, saya tidak butuh uang. Kenangan dalam rumah ini berharga untuk saya," kata Edith dikutip Dailymail, Jumat, 20 Maret 2015.
Rupanya Edith berjanji pada sang ibu untuk terus menjaga rumah tersebut dengan baik. " Ibu saya meninggal di atas sofa rumah ini. Saat itu saya berjanji pada ibu untuk menjaga rumah ini sampai mati. Dan saya akan terus di sini, di atas sofa ini," kata Edith.
Namun sayang kini bangunan tersebut kabarnya akan dihancurkan. Setelah meninggalnya Edith, rumah tersebut diwariskan kepada Barry, kepala proyek pengembang yang pernah ingin mengambil rumahnya.
Edith melakukan hal tersebut karena Barry yang merawat Edith sehari-hari, seperti menyediakan makanan, mengajaknya jalan-jalan, dan mendengarkan segala cerita nenek tua itu.
Barry kemudian menjual rumah ini seharga $ 310 ribu atau sekitar Rp 4 miliar. Dalam buku yang ditulisnya, ia ingin pemilik baru agar menjaga rumah tersebut agar tetap utuh.
Sayang sekali, ternyata rumah tersebut malah diambil alih pihak pengembang dan akan dilelang. Rencananya pihak pemenang lelang akan menghancurkan rumah tersebut untuk dibangun kembali.