Beli Mobil Pakai Uang Berkarung-karung, Di Sini Sudah Biasa...

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 8 Juni 2017 09:31
Beli Mobil Pakai Uang Berkarung-karung, Di Sini Sudah Biasa...
ATM jarang ada di negara ini.

Dream - Apa yang ada dalam bayangan Anda ketika akan membeli mobil? Anda pasti berpikir melakukan pembayaran dengan cara non-tunai, bisa dengan transfer atau kartu kredit.

Tetapi, di negara Myanmar, membeli mobil atau rumah yang harganya ratusan juta masih menggunakan uang tunai. Bahkan orang keluar masuk bank membawa karung uang sudah menjadi pemandangan umum di sana.

Begitu sampai di lobi bank, mereka akan membuka karung dan mengeluarkan uang tunai. Satu karung mampu menampung 250 juta kyat, setara Rp2 miliar.

Petugas kasih akan memeriksa bergepok-gepok uang itu dan menghitungnya. Setelah itu, uang masuk dalam rekening pribadi pemilik.

10 Negara Dengan Nominal Mata Uang Terbesar di Dunia

ilustrasi

Demikian pula saat membutuhkan uang itu. Teler akan sibuk menghitung uang dan memasukkannya ke karung, untuk kemudian dibawa pergi pemiliknya.

" Orang-orang biasanya menggunakan uang tunai untuk transaksi besar seperti membeli mobil atau bahkan apartemen," ujar Wakil Direktur Manajemen AYA Bank, David Wang, dikutip dari Channel News Asia.

ATM jarang ada di sini. Sementara kartu kredit hanya diberikan kepada mereka dengan penghasilan menengah atau tinggi.

" Myanmar didominasi masyarakat berbasis tunai. Satu tantangan besar adalah tidak ada biro kredit di sini. Jadi sangat sulit menyalurkan kredit kepada nasabah," ucap David.

Mata uang dengan nominal terbesar di dunia

ilustrasi

Umumnya, kata dia, bank-bank di Myanmar memiliki cadangan dana tunai sebesar 5 persen hingga 10 persen. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan bank di Singapura dengan cadangan dana tunai hanya sebesar 1 persen.

Tetapi, apakah kebiasaan transaksi tunai ini bisa berubah? Penetrasi traksaksi mobile di Myanmar menunjukkan pertumbuhan signifikan dari 15 persen menjadi 80 persen dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Sebagian mengatakan layanan mobile banking dan pembayaran adalah solusi. Bahkan sebelum biro kredit dibentuk.

" Ada peluang besar pada transaksi mobile. Tapi ini masih tahap permulaan di mana masih ada banyak tantangan. Selain itu, juga bergantung perkembangan negara seiring berjalannya waktu," kata David. (ism)

Beri Komentar