Drama Ferdy Sambo Kembali Diungkap di Persidangan: Mata Berkaca-kaca, Pukul Tembok dan Sandarkan Kepala

Reporter : Editor Dream.co.id
Kamis, 3 November 2022 14:52
Drama Ferdy Sambo Kembali Diungkap di Persidangan: Mata Berkaca-kaca, Pukul Tembok dan Sandarkan Kepala
"Dan dia kembali lihat saya. Saya lihat FS matanya sudah berkaca-kaca seperti sudah mau menangis. Tampak sedih," imbuh Soplanit.

Dream - Ridwan Soplanit menjadi polisi dari Polres Metro Jakarta Selatan yang pertama kali datang ke rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga setelah pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Saat menjadi saksi dalam persidangan kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Irfan Widianto, mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu mengaku melihat mayat Brigadir J.

Pria bernama lengkap Ridwan Rhekynellsom Soplanit itu juga melihat beberapa lubang di dinding bagian dekat tangga. Selain itu, ada pula selongsong peluru yang berserakan di lantai. Di rumah itu, Soplanit mendapat penjelasan dari Ferdy Sambo.

1 dari 2 halaman

" Saat dia (FS) sambil menjelaskan, kemudian pada saat dia menunjukkan ke arah pintu kamar, bahwa 'ini sebenarnya ini kejadian akibat dari istri saya dilecehkan'," kata Soplanit saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

" Ini istri saya dilecehkan dan peristiwa ini juga sebelumnya di Magelang. FS sempat sampaikan itu," tambah Soplanit.

Menurut Soplanit, Ferdy Sambo juga memukul tembok dengan tangan kanannya saat bercerita. Kepala Ferdy Sambo bersandar pada tembok

2 dari 2 halaman

" Dan dia kembali lihat saya. Saya lihat FS matanya sudah berkaca-kaca seperti sudah mau menangis. Tampak sedih," imbuh Soplanit.

Setelah itu, Soplanit menyampaikan kepada Ferdy Sambo untuk segera mendatangkan tim olah tempat kejadian perkara dari Polres Metro Jakarta Selatan. (Merdeka.com)

Beri Komentar