Ratna Sarumpaet (Foto: Merdeka.com/budy Susanto)
Dream - Sebuah foto wajah wanita mengalami luka lebam tengah beredar di media sosial. Diduga, wanita dalam foto tersebut adalah aktivis Ratna Sarumpaet.
Pele, sosok yang mengaku staf Ratna, mengatakan aktivis tersebut kini tengah beristirahat di rumahnya di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Tetapi, dia mengaku belum mengetahui kabar penganiayaan yang dialami Ratna lantaran baru datang dari luar kota.
" Lagi istirahat di rumah di Kampung Melayu," ujar Pele, dikutip dari Merdeka.com.

Wajah wanita penuh lebam yang diduga adalah Ratna Sarumpaet (merdeka.com)
Koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, membenarkan wanita dalam foto tersebut adalah Ratna Sarumpaet. Dia mengatakan Ratna sempat menjadi korban pemukulan.
" Iya, kabarnya tanggal 21 (September) di Bandung, dipukuli di Bandung, tapi sudah lama. Kemarin ditelepon kawan-kawan," kata Dahnil
Tetapi, Dahnil tidak menyebut pelaku dan maupun motif di balik pemukulan Ratna. Dia juga mengatakan Ratna sendiri tidak ingin kabar pemukulannya dipublis.
" Beliau takut atau apa, kita enggak tahu. Saya juga enggak tahu kok bisa tersebar. Ada baiknya telepon beliau," kata Dahnil.
(Sumber: Merdeka.com/Liputan6.com)
Dream - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, terlibat perdebatan dengan aktivis Ratna Sarumpaet. Peristiwa itu terjadi ketika keduanya berada di Posko Basarnas di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Luhut tengah meninjau Posko Basarnas yang sedang aktif melakukan pencarian korban insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Luhut sempat bertatap muka dengan keluarga korban.
Suasana yang tenang menjadi memanas dengan kedatangan Ratna Sarumpaet. Mengklaim diri sebagai perwakilan keluarga korban KM Sinar Bangun, Ratna memprotes keputusan pemerintah yang akan menghentikan pencarian.
Luhut mengatakan sedang berkoordinasi dengan Basarnas. Dia menegaskan tidak akan berbicara apapun terkait keputusan mengenai operasi pencarian dengan Ratna.
" Kami sedang rapat. Saya akan bicara dengan mereka, bukan dengan Anda," kata Luhut, dikutip dari merdeka.com.
" Saya bicara mewakili mereka," kata Ratna.
" Saya nggak ada urusan dengan Ratna Sarumpaet," tegas Luhut.
" Tapi merek berurusan dengan saya. Mereka semua berurusan dengan saya," kata Ratna menyanggah Luhut.
Beberapa saat kemudian, sejumlah petugas meminta Ratna meninggalkan posko. Ratna terus saja protes meski sudah berada di luar posko.
Peristiwa itu sempat terekam kamera dan tersebar di YouTube. Namun video tersebut kini sudah dihapus.
Dream - Parkir mobil di Jakarta memang tak boleh sembarangan. Apalagi parkir di pinggir jalan yang bisa menggangu lalu-lintas. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bakal turun tangan untuk menertibkan mobil yang parkir seenaknya.
Seperti yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Mobilnya diderek oleh petugas Dishub saat parkir di pinggir jalan. Mobil SUV berwarna hitam itu pun langsung dipasangkan alat untuk ditarik ke tempat penampungan mobil yang melanggar ketertiban.
Tak terima mobilnya diderek ia pun protes pada petugas. Tapi petugas kukuh untuk melakukan penderekan. Ratna pun emosi dengan suara tinggi menanyakan Perda soal penderekan.
" Perda apa, mana aturannya. Oke saya telepon Anies sekarang ya," ungkap Ratna.
Anies yang dimaksud Ratna tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Video penderekan tersebut ramai beredar di media sosial. Akun Lambe Turah juga ikut mengunggahnya.