Kisah Gadis di Wuhan Bertahan Saat Lockdown 40 Hari & Tak Tertular Virus Corona

Reporter : Sugiono
Selasa, 24 Maret 2020 13:01
Kisah Gadis di Wuhan Bertahan Saat Lockdown 40 Hari & Tak Tertular Virus Corona
Bagaimana caranya?

Dream - Wuhan, Provinsi Hubei, China, merupakan tempat asal virus Covid-19, yang pertama kali muncul pada akhir Desember 2019.

Waktu itu, penyebaran virus yang masih disebut dengan 2019-nCoV itu begitu cepat. Hanya dalam satu bulan, jumlah korban yang terinfeksi di China saja tercatat 2,7 ribu orang pada tanggal 27 Januari 2020.

China memutuskan melakukan penutupan atau lockdown terhadap kota Wuhan. Banyak kisah perjuangan warga asing yang terjebak di kota itu selama lockdown.

Salah satunya pengalaman seorang warga Malaysia bernama Erycaz Lim. Dia bercerita bagaimana rasanya hidup di kota yang ditutup karena wabah Covid-19.

Gadis yang tinggal di Provinsi Chongqing selama di China ini juga berbagi tips agar tidak tertular ketika lockdown diterapkan di kota Wuhan yang berlangsung selama 40 hari.

1 dari 5 halaman

Hanya Boleh Keluar Rumah 2-3 Hari Sekali

Erycaz mengatakan meski pemerintah China mengaku hanya menerapkan lockdown pada Wuhan dan Hubei, faktanya penutupan diberlakukan di seluruh China.

Meski Chongqing terbilang jauh, sekitar 800 kilometer, dari Wuhan, Erycaz mengaku dia tidak boleh keluar rumah sembarangan selama lockdown.

Hanya satu orang anggota keluarga yang diizinkan untuk meninggalkan rumah. Itu pun hanya 2-3 hari sekali untuk membeli barang kebutuhan, seperti makanan, obat, dan sebagainya.

2 dari 5 halaman

Ketahuan 'Keluyuran' Dipaksa Pulang

Erycaz mengatakan setiap kali orang masuk dan keluar gedung mana pun, suhu tubuh selalu diperiksa dengan teliti. Selain itu, warga tidak boleh 'keluyuran' jika tidak untuk kepentingan membeli kebutuhan bahan pokok.

Jika sampai ketahuan keluyuran oleh petugas yang selalu melakukan patroli, maka akan dipaksa untuk pulang balik.

Dia juga bilang warga masyarakat juga tidak bekerja atau sekolah. Mereka diwajibkan bekerja atau belajar dari rumah. Hal ini penting agar virus tidak semakin menyebar. Ini cara satu-satunya memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

3 dari 5 halaman

Sebelum Keluar Rumah

Erycaz membagikan tips melakukan persiapan sebelum keluar rumah untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Dia belanja sekaligus untuk persediaan selama 1-2 minggu.

Pertama dia akan memakai masker. Pemakaian masker menjadi sebuah kewajiban selama lockdown. Jika ketahuan tidak memakai masker, malah akan ditangkap oleh petugas patroli.

Erycaz juga selalu membawa hand sanitizer. Jika sudah kehabisan, Erycaz akan membawa botol kecil berisi alkohol 75 persen.

4 dari 5 halaman

Tak Menyentuh Wajah

Begitu keluar rumah, dia langsung mengoleskan atau menyemprotkan hand sanitizer ke tangan sebelum menyentuh semua benda yang akan dipegangnya. Hal ini penting, terutama bagi mereka yang menggunakan transportasi umum.

Dia juga tidak pernah menyentuh wajah, terutama sekitar mata, hidung, dan mulut selama berada di luar rumah. Jika memang merasa gatal di area-area tersebut, Erycaz akan menyemprotkan hand sanitizer pada tangannya dan menggunakan bagian dalam bajunya untuk menggaruk.

5 dari 5 halaman

Ketika Tiba di Rumah

Ketika sudah pulang kembali ke rumah, Erycaz mencuci tangan dengan air dan sabun. Dia kemudian melepaskan masker sebelum membuangnya atau mencucinya kembali untuk digunakan lagi. Tapi setelah memegang masker, Erycaz mencuci tangannya lagi.

Erycaz kemudian melepaskan pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci. Dia menggunakan air panas dengan suhu 60 derajat Celcius untuk mencuci pakaiannya. Erycaz kemudian mandi.

Setelah itu, Erycaz menyemprotkan disinfektan ke semua benda yang dipegangnya selama di luar, mulai dari ponsel, kunci mobil hingga gagang dan slot pintu.

Dalam postingannya, Erycaz berharap semua orang meniru apa yang dilakukannya agar terhindar dari virus Covid-19.

" Pencegahan ini tidak hanya tanggung jawab satu orang tapi ini merupakan tanggung jawab semua anggota masyarakat dalam memerangi Covid-19," pungkasnya.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar