Hakim: Mirna Meninggal karena Diracun Sianida

Reporter : Ismoko Widjaya
Kamis, 27 Oktober 2016 16:59
Hakim: Mirna Meninggal karena Diracun Sianida
Menurut hakim, racun sianida masuk melalui mulut Mirna. Pelakunyanya...

Dream - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memastikan Wayan Mirna Salihin meninggal karena racun sianida. Menurut hakim, racun sianida masuk melalui mulut Mirna.

" Maka majelis hakim memastikan kematian korban disebabkan oleh efek toksik racun sianida," kata Hakim Binsar Gultom saat membaca pertimbangan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 27 Oktober 2016.

Menurut hakim, meski sianida yang ditemukan dalam lambung Mirna sangat kecil, barang bukti lain tidak perlu dipertimbangkan lagi.

Hakim juga berpegangan dengan temuan sianida sebesar 0,2 mili perliter di lambung Mirna. Sehingga bukti lain dikesampingkan. 

" Kematian korban karena efek korosif dan toksik racun sianida."

Keyakinan itu diperkuat dari labfor, sambung Binsar. Dengan demikian pendapat hukum ahli pengacara yang sebut tidak atau bukan sianida harus ditolak. (Ism)

1 dari 3 halaman

Keinginan Terakhir Mirna Sebelum Meninggal

Dream - Suami mendiang Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko menyebut ada keinginan terakhir sebelum sang istri mangkat. Impian yang belum juga terwujud sampai istri tercintanya itu meregang nyawa.

" Banyak sekali impian almarhumah Mirna, yang paling penting dia ingin cepat punya anak sama saya," kata Arief di sela sidang vonis kasus Mirna, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 27 Oktober 2016.

Arief dan Mirna bahkan telah menyediakan ruang khusus untuk anaknya kelak. Tetapi, kejadian pada 6 Januari 2016 lalu telah memupus harapannya dan Mirna.

" Bahkan kami sudah menyiapkan ruang baby. Ruang baby sudah kami persiapkan dan sekarang nggak bisa diapa-apain," ucap dia sambil berkaca-kaca.

Selanjutnya, dia berharap majelis hakim dapat memutuskan kasus ini dengan seadil-adilnya. " Intinya hukum ditegakkan di persidangan ini," tegas dia.

Saat ini majelis hakim masih membacakan pertimbangan kasus dugaan pembunuhan Mirna, dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso. Jaksa Penuntut Umum menuntut Jessica dengan hukuman 20 tahun penjara. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Jika Jessica Divonis Ringan, Ini yang Dilakukan Suami Mirna

Dream – Suami mendiang Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, berharap majelis hakim menjatuhkan vonis seadil-adilnya untuk Jessica Kumala Wongso. Arief berharap hakim menjatuhkan vonis maksimal sesuai Pasal 340 KUHP.

Ancaman pasal tentang pembunuhan berencana itu adalah hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau dalam waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Jika hukuman Jessica lebih ringan dari ketentuan pasal itu, Aries akan mendesak jaksa untuk banding.

“ Jaksa pasti banding, keluarga pun pasti akan berembuk untuk banding,” kata Arief di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 27 Oktober 2016.

3 dari 3 halaman

Polri Tak Kenal Amir Papalia yang Ngaku Wartawan Divisi Hukum

Dream – Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, tak mengenal Amir Papalia yang mengaku sebagai wartawan dari Divisi Hukum Polri.

“ Saya baru dengar itu, nama wartawannya juga baru dengar,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 25 Oktober 2016.

Klaim Amir yang mengaku bekerja sebagai wartawan Divisi Hukum Polri pun dipertanyakan oleh Boy. “ Wartawan divisi hukum? Maksudnya dia bekerja di media mana?” ucap dia.

Nama Amir Papalia mencuat setelah disebut dalam duplik Jesica Kumala Wongso, terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dalam duplik, Jessica menyebut Amir melihat suami Mirna, Arief Sumarko, bertemu dengan barista Kafe Olivier, Rangga.

Menurut Jessica, Amir melihat Arief dan Rangga di kawasan Sarinah pada tanggal 5 Januari 2016, atau sehari sebelum kematian Mirna. Amir mengaku melihat Arief menyerahkan bungkusan hitam kepada Rangga.

Saat kasus kematian Mirna dalam tahap penyidikan, muncul kabar tentang keterkaitan Arief dan Rangga. Arief bahkan disebut-sebut memberikan uang Rp140 juta kepada Rangga, sehingga muncul spekulasi bahwa Arief menjadi otak pembunuhan Mirna.

Namun, tuduhan itu telah dibantah oleh Arief dan Rangga. Polisi yang melakukan penyidikan pun juga menyatakan bahwa kabar yanag berhembus kala itu tidaklah benar.

Beri Komentar