Ilustrasi
Dream - Kabar duka kembali datang dari dunia medis. Tenaga medis di Gresik, Jawa Timur, dokter Hilmi Wahyudi meninggal dunia.
Kabar ini disampaikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia di akun Instagram resmi @ikatandokterindonesia.
" Turut berdua cita yang amat mendalam atas wafatnya dr. Hilmi Wahyudi, IDI Cab Gresik. Semoga hal-hal baik yang menjadi perjuangan beliau, diterima oleh Allah SWT dengan limpahan pahala yang Mulia. Amin YRA," demikian unggahan tersebut atas nama Ketua Umum PB IDI, dr Daeng M Faqih.
Dikutip dari bangsaonline, Hilmi turut berjuang menangani kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik. Dia bertugas di Rumah Sakit Mabarrot MWC NU Bungah dan RS Fathma Medika.
Hilmi meninggal akibat diabetes yang dideritanya. Sebelum meninggal, dia terjun sebagai tim garda depan penanganan Covid-19.
Dream - Kabar duka kembali menyelimuti tenaga medis Indonesia akibat Covid-19. Dokter Anastesi RS Sulianti Saroso, dr Heri Susilo meninggal dunia pada Sabtu, 2 Mei 2020. Kabar duka ini diketahui lewat unggahan instagram @m.bahrunnajach.
" Innalilahi Wa'innaillaihi Rojiun Turut Berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya... Penata anastesi, dr anastesi, perawat ICU, memang paling berhadapan sama pasien covid Semoga Almarhum Husnul khatimah Amin YRA," kata akun tersebut disertai unggaham video.
Dalam video yang diunggah memperlihatkan dokter Heri berada di atas tempat tidur rumah sakit. Dia akan dimasukkan ke ruang ICU dan menjalani tindakan medis.
Awalnya, kondisi Heri tampak dalam keadaan baik. Dia masih sadar dan bisa mengangkat kedua tanganya sebelum masuk ke ruang ICU.
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh M. Bahrun Najach (@m.bahrunnajach) pada
Rekan-rekan medis yang ada dalam video itu memberikan dukungan agar sembuh dari penyakit. Terdengar pula suara yang ramai memberikan dikungan kepada dokter anastesi itu.
Sayangnya, dia tidak bisa bertahan. Sampai pada Sabtu kemarin pukul 09.00 wib, Heri menghembuskan napas terakhirnya karena virus corona.
Melihat unggahan ini, netizen beramai-ramai memanjatkan doa.
" Tutur berduka cita atas pahlawan kesehatan," kata akun jefryjalanjalan.
" So sad semoga khusnul khotimah," kata akun andhy_23.
Dream - Beberapa surat edaran pengurus Rukun Warga membuat heboh warganet, khususnya di Kota Malang. Surat itu berisi penolakan dokter dan perawat maupun keluarga pasien yang tinggal di indekos.
Surat itu viral setelah viral di sosial media. Unggahan itu berasal dari pesan langsung yang dikirim warganet.
Dalam unggahan itu, terlihat surat edaran mencantumkan kop pengurus salah satu RW di Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
" Di Kota Malang, Sudah ada Dokter Resident Anak dan Dokter Resident Anestesi di Usir dari kos2annya," demikian bunyi salah satu pesan itu seperti diunggah akun instagram @@lambe_turah
.

Instagram @lambe_turah
Pesan lainnya menyebut, yang mengalami pengusiran merupakan dokter dan perawat di Rumah Sakit Saeful Anwar Malang. Rumah sakit itu memang menjadi rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19.
" Masa masih aja ada diskriminasi buat tenaga medis.. ga cuma dokter.. tenaga medis lain nya yg negkos jg sama," bunyi pesan selanjutnya.
Pemerintah Kota Malang memberikan klarifikasi atas beredarnya surat tersebut. Klarifikasi itu disampaikan lewat akun Instagram resmi Pemeritah Kota Malang, @pemkotmalang.
" Terkait surat imbauan RW 02 Kelurahan Klojen, Kota Malang bahwa surat yang dimaksud ditarik dan direvisi," demikian bunyi klarifikasi tersebut.

Instagram @pemkotmalang
Pemkot Malang menegaskan tidak ada penolakan tenaga medis.
" Pemkot Malang telah menyiapkan empat tempat karantina bagi pemudik dan satu guest house bagi tenaga kesehatan," lanjut pernyataan tersebut.