Jokowi Imbau Masyarakat Disiplin Diri Selama Obat Covid-19 Belum Ditemukan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 20 April 2020 13:04
Jokowi Imbau Masyarakat Disiplin Diri Selama Obat Covid-19 Belum Ditemukan
Tinggal di rumah tidak lantas membuat seseorang menjadi individualis.

Dream - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat mulai melakukan disiplin diri selama obat virus corona belum ditemukan. Mulai dari penggunaan masker ketika keluar rumah, menjaga jarak, dan melakukan kegiatan di dalam rumah untuk sementara waktu.

Imbauan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Jokowi, @jokowi. Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat untuk bergotong royong dalam menghadapi virus corona.

" Masa-masa sulit yang kita hadapi di masa pandemi covid-29 ini tetap menyisakan harapan yang tumbuh dari kepedulian warga untuk bergotong royong dan saling membantu, tidak saja untuk bersama-sama mengatasi penyebaran virus corona, tapi juga menjaa perekonomian tetap bergerak dan berputar," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, tinggal di rumah saja tidak lantas membuat semakin individualis. Tetapi, justru meningkatkan kepedulian kepada sesama.

" Saya percaya jika kita bisa melalui kesulitan ini, kita akan keluar menjadi bangsa yang semakin kuat dan siap menyongsong masa depan yang lebih sejahterah," kata Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

Pesan Untuk Pemerintah Daerah

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan pesan kepada semua pemerintah daerah untuk meningkatkan kembali pengujian sampel tes corona secara masif, agresif dan melakukan isolasi yang ketat. Juga mendorong masyarakat di segala lapisan untuk membantu pemerintah.

" Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Peran serta seluruh lapisan masyarakat sangatlah penting, semua ini bukanlah hal yang mudah," ungkap Jokowi.

Seperti yang diketahui, 123 negara di dunia telah terinfeksi virus corona hingga hari ini, Senin, 20 April 2020.

3 dari 5 halaman

Perintah Jokowi ke Menteri: Jangan Tunggu UMKM Tutup, Segera Eksekusi Bantuan

Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri terkait untuk mempercepat eksekusi relaksasi bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Langkah tersebut sebagai bentuk mitigasi pandemi virus corona.

" Mempercepat eksekusi program relaksasi restrukturisasi kredit bagi UMKM yang mengalami kesulitan," kata Jokowi.

Bentuk relaksasi yang diberikan pemerintah antara lain berupa subsidi bunga penundaan bayar pinjaman pokok. Juga tambahan kredit modal kerja yang harus segera disalurkan.

" Jangan menunggu sampai mereka tutup baru kita bergerak. Jangan sampai nanti terlambat, jangan sampai terlambat dan menimbulkan gejolak di masyarakat," kata Jokowi.

Lebih lajut, Jokowi meminta UMKM diberikan peluang agar dapat melanjutkan produksi. Terutama yang bergerak di sektor pertanian dan industri rumah tangga.

" Diberikan peluang terus untuk berproduksi terutama di sektor pertanian, di sektor-sektor industri rumah tangga, serta warung-warung tradisional dan sektor makanan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Jokowi.

Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

4 dari 5 halaman

Jokowi Minta Pejabat Transparans Soal Corona

Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri dan pejabat negara memberikan informasi secara detail mengenai penanganan virus corona yang telah dijalankan sejauh ini. Terlebih, berita-berita yang baik harus terus disampaikan.

" Jangan sampai banyak berita yang baik tidak disampaikan, sehingga rasa optimis masyarakat menjadi cenderung masuk ke hal-hal yang tidak positif," ujar Jokowi.

Dia juga meminta para pejabat membangun komunikasi efektif. Caranya dengan memberikan penjelasan secara transparan. " Ini harus dilakukan dengan detail dan baik," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi juga meminta data dan informasi terkait virus corona bisa terintegrasi di seluruh kementerian. Sehingga data sebaran Covid-19, baik positif hingga sembuh dapat terdata dengan baik.

" Sekali lagi data terpadu ini menyangkut PDP, ODP, yang positif, kemudian yang sembuh, yang meninggal, jumlah yang sudah di- PCR berapa, ada semuanya dan terbuka hasilnya," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

5 dari 5 halaman

Jokowi: Pastikan Tak Terjadi Kelangkaan Pangan

Dream - Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri dan seluruh kepala daerah memastikan kecukupan pasokan bahan pangan. Dalam masa pandemi virus corona ini, potensi terjadinya kelangkaan bahan pangan cukup besar.

" (Kepala daerah) membuat perkiraan-perkiraan ke depan sehingga kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau," ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas melalui video conference, Senin 13 April 2020.

Jokowi mengatakan, Food and Agriculture Organization (FAO) telah memberikan peringatan mengenai dampak krisis akibat Covid-19 terhadap pasokan bahan pangan.

Sehingga, presiden bernama lengkap Joko Widodo itu meminta kepala daerah memantau panen raya April-Mei maupun Agustus-September supaya distribusi pangan tidak terganggu.

" Mungkin panen yang ini (April-Mei) baik, tapi panen pada penanaman yang ke bulan Agustus-September nanti betul-betul dilihat secara detil sehingga tidak mengganggu produksi, rantai pasok, maupun distribusi dari bahan-bahan pangan yang ada," kata Jokowi.

Beri Komentar