Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Rekaman CCTV Meninggalnya Mohd Radzi Ibrahim (Foto: Sinar Harian)
Dream - Semua manusia pasti meninggal dunia. Namun kapan embusan napas terakhir terjadi, manusia tidak bisa memprediksikannya. Setiap manusia hanya bisa berdoa agar dapat meninggal dalam keadaan husnul khatimah yang menjadi dambaan, khususnya bagi Muslim.
Seperti pria asal Malaysia berikut ini, dia meninggal dengan cara yang diidamkan banyak Muslim. Pria bernama Mohd Radzi Ibrahim ini wafat saat melaksanakan shiolat Maghrib berjemaah di Masjid Mukim Kenor, Kamis 8 September 2022.
Menurut Sinar Harian, Mohd Radzi Ibrahim tutup usia 63 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir pada pukul 7.20 malam waktu setempat. Mohd Radzi Ibrahim terjatuh di saat rakaat pertama.
Imam Masjid Mukim Kenor, Ahmad Fadhil Zamani, mengungkapkan, Radzi terjatuh ketika hendak rukuk. Dia mendengar bunyi kuat saat tubuh pria itu tersungkur.
Rekaman CCTV memperlihatkan, pria berbaju hijau itu tidak sempat rukuk, namun langsung bersujud sebaris dengan jemaah lain yang sedang sholat.

“Seorang jemaah berhenti saat sholat dan segera membantu membaringkan Mohd Radzi yang sudah tidak sadarkan diri,” kata Ahmad.
Ketika tim medis datang untuk memeriksa, Radzi sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dia juga diketahui mempunyai penyakit jantung.
“Saya menghubungi telepon darurat 999 dan petugas medis yang datang memeriksa Mohd Radzi mengatakan dia sudah meninggal dunia,” lanjutnya.
Sosok Radzi semasa hidupnya dikenal sebagai orang yang baik, bahkan dia sering berebut membayar makanan dan minuman untuk sahabat-sahabatnya ketika di kedai makan.
Sholat berjamaah di masjid sudah menjadi rutinitasnya setiap hari bahkan untuk lima waktu. Dia juga selalau mengamalkan bacaan surat Al-Ikhlas.
“Dia (Radzi) memang sholat berjemaah lima waktu di masjid dan setiap hari mengamalkan membaca 40 kali surat Al-Ikhlas, dia seorang pria yang menepati janji,” ungkap Ahmad.
Jenazah Radzi dikebumikan esoknya di Tanah Perkuburan Islam Kampung Tengah Kuala Krai selepas sholat Jumat.
“Kita tidak tahu amalan rahasia dia hingga membawanya kepada kematian yang husnul khatimah (meninggal dalam keadaan beribadah dan pada malam Jumat),” katanya.
Peristiwa meninggalnya lelaki ini mengingatkan kembali akan hadis yang pernah disampaikan Rasulullah tentang orang yang mati syahid. Salah satunya meninggal di saat sedang beraktifitas di jalan Allah SWT.
“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Psikosomatis: Stres yang Bisa Memperburuk Penyakit Fisik, dari Tekanan Darah Tinggi hingga Eksim