Kemenag: Dana Jemaah Haji Tidak Dipakai Untuk Penanganan Covid-19

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 13 April 2020 17:01
Kemenag: Dana Jemaah Haji Tidak Dipakai Untuk Penanganan Covid-19
Saya pastikan tidak ada dana jemaah haji yang digunakan untuk pencegahan Covid-19, kata Oman.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan tidak akan ada dana jemaah haji Indonesia yang digunakan untuk program penanganan Covid-19. Kemenag menegaskan tidak ada rencana menggunakan dana jemaah haji untuk tujuan tersebut.

Informasi ini ditegaskan juru bicara Kementerian Agama, Oman Fathurahman sebagai merespon berkembangnya diskursus penggunaan dana jemaah haji untuk penanganan Covid-19. Wacana pengalihan dana haji ini muncul pertama kali dari usulan Komisi VIII DPR saat Rapat Kerja bersama Kementerian Agama, 8 April 2020.

" Saya pastikan tidak ada dana jemaah haji yang digunakan untuk pencegahan Covid-19," kata Oman di Jakarta, Senin, 13 April 2020.

Oman mengatakan, pasal 44 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur, bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersumber dari biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), APBN, Nilai Manfaat, Dana Efisiensi, dan/atau sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

" BPIH yang bersumber dari Bipih, Nilai Manfaat, dan Dana Efisiensi berasal dari dana setoran awal dan pelunasan dari jemaah haji serta dana hasil kelolaan (investasi) Badan Pengelola Keuangan Haj (BPKH), sepenuhnya dipergunakan untuk layanan kepada jemaah haji," ucap dia.

Sedangkan BPIH yang bersumber dari APBN dipergunakan untuk operasional petugas dalam melayani jemaah haji. Dana yang bersumber dari APBN itu antara lain digunakan untuk akomodasi dan konsumsi petugas haji.

1 dari 7 halaman

Hanya BPIH dari APBN yang Direalokasi

Selain itu, dana APBN tersebut juga digunakan untuk biaya transportasi darat petugas selama di Arab Saudi, serta transportasi udara petugas haji dari Indonesia ke Arab Saudi dan sebaliknya. Anggaran rekrutmen dan pelatihan petugas haji, penyiapan dokumen perjalanan haji, sewa kantor sektor dan kantor daerah kerja serta kebutuhan-kebutuhan operasional lainnya baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi juga menggunakan dana APBN.

" Apabila haji batal dilaksanakan tahun ini, hanya BPIH yang bersumber dari APBN yang dapat direalokasi untuk mendukung upaya penanganan penyebaran Covid-19," ucap dia.

" Sedangkan untuk BPIH yang bersumber dari Bipih, Nilai Manfaat, dan Dana Efisiensi akan dikembalikan ke Kas Haji yang ada di BPKH untuk pelaksanaan operasional haji pada tahun-tahun mendatang," kata dia.

Dalam rangka pelaksanaan operasional haji tahun 2020, kata Oman, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mendapatkan alokasi dana dari APBN sebesar Rp486 miliar. Dari total alokasi APBN untuk Ditjen PHU tersebut, terdapat juga alokasi untuk pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen PHU.

" Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi mengenai keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji (PIH) tahun 2020. Oleh karenanya, pemerintah terus mempersiapkan PIH tahun 2020," ujar dia.

2 dari 7 halaman

Dana Haji Dipertimbangkan untuk Penanganan Covid-19

Dream - Usulan penggunaan dana haji untuk membantu penanganan virus corona muncul saat rapat virtual Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama.

Anggota Komisi VIII Partai Demokrat, Nanang Samodra mengusulkan agar Menteri Agama mengalihkan dana haji untuk penanganan virus corona Covid-19.

Tetapi, usulan itu punya persyaratan. Dana haji bisa digunakan, kata Nanang, ketika pelaksanaan ibadah haji 2020 dibatalkan.

" Saya khawatir bahwa pelaksanaan ibadah haji ini kemungkinan besar akan tertunda. Alasannya hingga sekarang belum ada tanda-tanda Covid-19 akan menurun," ujar Nanang.

Saat ini anggaran Kementerian Agama tahun 2020 sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp2,6 triliun. Anggaran tersebut berasal dari fungsi pendidikan sebesar Rp2,2 triliun dan fungsi agama Rp400 miliar.

" Saya yakin dari ibadah haji juga dimungkinkan akan dapat lebih banyak dari itu, apabila ibadah haji tidak berlangsung atau tidak jadi," ucap dia.

3 dari 7 halaman

Kemenag Bersiap

Menteri Agama, Fachrul Razi akan mengkaji usulan itu. Tetapi, Fachrul berharap dana pemerintah cukup untuk penanganan virus corona, sehingga tidak perlu mengalokasikan dana haji.

" Tentang kemungkinan haji ditunda mungkin dananya bisa dialihkan untuk Covid-19, mungkin akan kita kaji lagi lebih lanjut nanti. Mudah-mudahan nanti dana yang diberikan Menteri Keuangan akan cukup sehingga tidak perlu mengalihkan dana itu," ujar Fachrul.

Menanggapi persiapan haji 2020, Fachrul menyebut bila sampai pertengahan Mei 2020 belum ada kepastian pelaksanaan haji, Kemenag siap memberangkatkan jemaah dari Indonesia.

" Kami melihat ada tanda-tanda, misalnya seminggu yang lalu, Masjidil Haram sebelumnya ditutup untuk tawaf, tapi seminggu yang lalu juga kembali untuk tawaf. Sehingga kami melihat ini mudah-mudahan nanti sisi positif gitu, mudah-mudahan," ucapnya.

" Kalau sampai pertengahan Mei diputuskan (haji) bisa, go, saya kira kita masih siap untuk go, gitu," tukas Fachrul.

Sumber: Liputan6.com

4 dari 7 halaman

Menag Bikin Skenario Seandainya Ibadah Haji 2020 Digelar atau Dibatalkan

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi memaparkan sejumlah skenario mengenai pelaksanaan haji tahun 2020. Skenario ini disampaikan karena belum adanya kepastian terkait keputusan pelaksanaan haji di tengah lockdown yang dilakukan kerajaan Saudi.

Skenario pertama mengenai proses haji yang digelar dengan kuota dan pelayanan normal. Kondisi ini bisa memungkinkan terjadi dengan meminimalisasi dampak virus corona di Arab Saudi hingga nol.

" Skenario lain pembatasan kuota. Haji digelar dengan pembatasan kuota," kata Fachrul, saat rapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu, 8 April 2020.

Fachrul memprediksi pembatasan kuota ini akan mencapai 50 persen. Untuk itu, Kemenag akan menyeleksi lebih dalam jemaah dan petugas haji.

" Menyesuaikan term and condition kesepakatan dengan Kantor Misi Haji di Arab Saudi," ucap dia.

Skenario terakhir adalah pelaksanaan haji tahun 2020 mengalami penundaan. Fachrul menyebut, penundaan bisa muncul karena kerajaan Arab Saudi menutup pintu masuk ke wilayahnya dan Kemenag tidak cukup waktu untuk persiapan.

Dia menjelaskan, penundaan haji juga bisa tidak bisa terjadi karena alasan keamanan. Misalnya, pemerintah Indonesia tidak mengirimkan jemaah haji.

5 dari 7 halaman

Asrama Haji Pondok Gede Siap Dipakai Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Dream - Ruang isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, siap digunakan.  Pesan ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kementerian Agama Ali Irfan.

Gedung Utama Asrama Haji Jakarta telah diserahkan Menteri Agama, Fachrul Razi untuk digunakan sementara sebagai ruang isolasi Covid-19 kepada RS Haji Jakarta pada 22 Maret 2020. Sejak itulah, dilakukan proses penyiapan. 

“ Saat ini, ruangan yang sudah dapat digunakan berjumlah lima ruang. Dan bukan tidak mungkin jika diperlukan akan terus ditambah,” kata Ali Irfan, Selasa, 7 April 2020.

Ali menyampaikan, lima ruang isolasi itu untuk penanganan Covid-19 kelas medium. “ Apabila ada yang positif, maka kita rujuk ke rumah sakit yang sudah dijadikan rujukan nasional,” kata dia. 

“ Keberadaan ruang isolasi ini menjadi wujud peran RS Haji Jakarta dan Kemenag untuk terlibat dalam penangangan Covid-19,” ujar dia.

 

6 dari 7 halaman

Untuk PDP yang Stabil

Ruangan di asrama haji Pondok Gede Jakarta© Istimewa

Direktur Utama RS. Haji Jakarta Syarif Hasan, menjelaskan ruang isolasi yang disiapkan ini sudah sesuai standar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, serta WHO. 

“ Setiap pasien yang PDP menempati satu kamar satu tempat tidur. Tidak boleh digabung. Hingga standarisasi pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan, secara umum dan spesifik, dapat lebih maksimal,” ucap Syarif. 

Ruang Isolasi yang dalam kondisi berat tetap berada di rumah sakit. Ruangan ini adalah ruang untuk PDP yang stabil, tidak mempunyai gejala, ataupun gejalan ringan. “ Bagi pasien yang positif tetap dirujuk ke RS rujukan,” kata dia.

Sebelumnya, salah satu dokter RS Haji yang juga anggota Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kemenag dr. Mahesa mengatakan ruang isolasi disiapkan dengan fasilitas khusus.

7 dari 7 halaman

Ruangan Istirahat

Fasilitas itu antara lain ruangan dengan tekanan negatif, support obat-obatan dan nutrisi, serta proses koordinasi pemeriksaan swab. " Dilakukan juga pemantauan selama 24 jam sambil proses koordinasi rujukan ke rumah sakit rujukan Covid-19," ujar dia.

" Setelah lima ruangan siap, tahap selanjutnya persiapan sembilan ruangan di lantai 1 - 2. Target sebenarnya ada 11 ruangan, tapi dua ruangan masih dalam proses perbaikan," kata dia.

Gedung Utama Asrama Haji Pondok Gede terdiri dari empat lantai. Menurut dr. Mahesa, lantai tiga akan digunakan untuk ruang istirahat petugas yang harus self isolation setelah kontak erat dengan pasien. 

" Akan dievaluasi penambahan ruang perawatan di lantai 3-4 sesuai angka lonjakan pasien serta daya tampung RS rujukan," ucap dia.

Beri Komentar