Ketahuan Punya Pacar, Gadis Ini Dipaksa Orangtua Tes Keperawanan

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 21 September 2018 11:00
Ketahuan Punya Pacar, Gadis Ini Dipaksa Orangtua Tes Keperawanan
Dokter menyatakan menolak memeriksa gadis itu.

Dream - Seorang gadis dipaksa orangtuanya untuk tes keperawanan oleh orangtuanya sendiri setelah ketahuan memiliki kekasih.

Sophia Safaraei, 18 tahun, dipaksa pergi ke dokter oleh orangtunya, Ali Safaraei, 56 tahun, dan Mitra Eidiani, 42 tahun. Gadis itu bahkan diancam ayahnya dengan pisau karena dituduh berzina.

Tetapi sang dokter, Helen Lucas, menolak memeriksa Sophia. Meski didesak oleh Ali dan Mitra, Helen tetap tidak mau hingga berujung ke pengadilan.

Dalam persidangan, dokter Helen mengatakan Mitra membawa Sophia kepadanya untuk uji keperawanan. Helen menolaknya karena alasan usia.

" Sophia menyatakan tidak mau disentuh siapapun. Saya menjelaskan padanya tidak akan menyentuhnya tanpa seizinnya dan saya tidak akan memeriksa kecuali dia mau," kata Helen, dikutip dari Mirror, Jumat 21 Agustus 2018.

Helen kemudian mengatakan Mitra tidak senang dengan keputusannya. Wanita itu mengatakan Helen tidak mengerti budayanya, lalu memanggil suaminya yang menunggu di luar.

" Dia memberitahu saya suaminya sangat keras, tidak seperti dirinya yang liberal, dan akan memaksa saya melakukan tes keperawanan," kata Helen.

1 dari 2 halaman

Diancam Dilaporkan ke Polisi

Beberapa saat kemudian, Ali masuk. Dia dan Mitra terus berusaha memaksa Helen untuk mengetes putri mereka.

" Saya tegaskan kembali posisi hukum. Saya tidak bisa memeriksa Sophia tanpa seizinnya dan mereka sebagai orangtua tidak memiliki otoritas atas gadis itu dan saya untuk menuntut dijalankannya pemeriksaan," tegas Helen.

Ali sempat mengancam akan melaporkan Helen ke polisi. Dia pun balik bertanya kepada Ali pidana apa yang sudah dia lakukan.

" Mitra terus memaksa agar Sophia diperiksa. Dia tidak memberikan kebebasan kepada Sophia atas dirinya sendiri," ucap Helen.

2 dari 2 halaman

Merasa Terkekang

Sophia, kata Helen, menangis tersedu-sedu. Gadis itu meminta orangtuanya tenang untuk beberapa saat.

Helen sempat terlibat perbincangan secara pribadi dengan Sophia tanpa kedua orangtuanya. Sophia pun menceritakan kepadanya apa yang sebenarnya terjadi.

" Dia mengatakan orangtuanya telah mengambil ponselnya dan akan mengantar jemput dia ke sekolah, dan dia terpaksa berhenti bekerja paruh waktu, sehingga tidak punya kesempatan untuk bertemu kekasihnya," kata Helen.

Juri kemudian mendengar keterangan Sophia kepada polisi yang dibacakan di persidangan. Kepada polisi, Sophia mengaku berasal dari keluarga Muslim yang sangat ketat.

" Itu lebih kepada cara mereka dibesarkan daripada saya. Lebih banyak budaya daripada ajaran agama," demikian keterangan Sophia.

Beri Komentar