Serda Dedi, Dulu Tukang Bakso Kini Anggpta TNI AD

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 25 Agustus 2021 07:00
Serda Dedi, Dulu Tukang Bakso Kini Anggpta TNI AD
Meski sudah sukses, Serda Dedi Wardiono tetap membantu orang tuanya berjualan bakso saat pulang ke rumah.

Dream – Menjadi seorang tentara adalah idaman banyak orang. Selain wujud cinta kepada tanah air, profesi yang satu ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Meski begitu, untuk menjadi tentara tidaklah mudah. Berbagai seleksi ketat harus dilalui dan juga dari sisi biaya tidaklah sedikit.

Namun keterbatasan biaya ternyata tidak menyurutkan semangat seorang bapak penjual bakso yang ingin mewujudkan cita-cita sang putra untuk menjadi tentara angkatan darat. Perjuangannya dengan berjualan bakso mampu membuahkan hasil hingga sang putra sukses mencapai impiannya.

Rasa bangga seorang ayah pada anaknya ini pun tak lagi bisa disembunyikan. Bahkan sang anak yang sudah sukses itu pun setiap kali pulang ke rumah masih tetap membantu orang tuanya berjualan bakso.

Untuk mengetahui kisah lengkapnya bagaimana perjuangan seorang ayah yang berjualan bakso hingga anaknya menjadi tentara, berikut sebagaimana telah dilansir oleh Dream melalui akun Instagram @tni_angkatan_darat.

1 dari 6 halaman

Jualan Bakso demi Sang Anak Jadi Tentara

Jualan Bakso Demi Sang Anak Jadi Tentara© Instagram @tni_angkatan_darat

Akun Instagram @tni_angkatan_darat menceritakan kisah seorang bapak yang berjualan bakso untuk bisa membiayai putranya yang bercita-cita menjadi tentara. Bapak bernama Jaminto tersebut berasal dari Wonogiri yang kemudian pindah ke Kalimantan pada tahun 1987.

Jaminto berdagang bakso sudah selama 12 tahun. Pada awalnya dia tidak langsung memiliki warung bakso seperti saat ini. Ia dulunya berjualan keliling sambil mendorong gerobak, sekitar tujuh tahunan.

Bakso yang dijajakannya pun hasil olahan tangan sendiri dengan kombinasi bumbu yang pas. Tak mengherankan bakso milik Jaminto ini punya rasa yang nikmat.

2 dari 6 halaman

Ingin Jadi Tentara Sejak Umur 7 Tahun

Ingin Jadi Tentara Sejak Umur 7 Tahun© Instagram @tni_angkatan_darat

Dalam video tersebut, Jaminto menceritakan bahwa sang putra sudah memiliki cita-cita menjadi seorang tentara sejak umurnya masih tujuh tahun. Namun Jaminto mendengar kabar bahwa untuk menjadi tentara membutuhkan biaya yang besar. Ia merasa bahwa dirinya tidak mampu jika harus membiayai.

Namun seiring berjalannya waktu, Jaminto mampu membuktikan bahwa di tengah keterbatasan biaya, ia tetap mampu membiayai sang putra untuk menjadi tentara.

“ Ternyata itu bohong juga. Ternyata ndak pake biaya juga,” ucap Jaminto.

Selain biaya, untuk menjadi tentara juga dibutuhkan fisik yang sangat baik. Sehingga puntra Jaminto rutin melatih fisiknya dengan berolahraga, salah satunya lari.

“ Lari pagi, siang, pagi terus. Dua kali pokoknya sehari tu. Lari lari. Yang dikejar tu olahraganya gitu,” jelas Jaminto.

3 dari 6 halaman

Pulang ke Rumah Orang Tua

Pulang ke Rumah Orang Tua© Instagram @tni_angkatan_darat

Video itu juga menampilkan putra Jumianto yang sudah menjadi anggota TNI, Serda Dedi Wardiono. Dia tengah pulang ke rumah dan menunjukkan warung bakso milik sang ayah. Sesampainya di rumah, Serda Dedi pun langsung menyalami tangan sang ibu yang sedang meracik bakso untuk pembeli. Baru kemudian Serda Dedi menghampiri sang ayah yang sedang membuat miuman.

Kepulangan Serda Dedi tentunya menjadi momen yang sangat berharga karena biasanya ia pulang dalam setahun hanya dua kali saja. Jika pun cuti hanya selama enam hari saja. Sehingga selama Serda Dedi dinas di Jakarta, hingga saat ini ia baru pulang ke rumah sebanyak tiga kali.

4 dari 6 halaman

Membantu Orang Tua Berjualan Bakso

Membantu Orang Tua Berjualan Bakso© Instagram @tni_angkatan_darat

Meski sudah sukses menjadi tentara, Serda Dedi Wardiono tak merasa gengsi atau pun malu untuk membantu orang tuanya berjualan bakso ketika pulang. Dengan tangan lincahnya, ia membantu membuatkan minum hingga meracik bakso di mangkuk.

Sang ayah mengatakan bahwa Serda Dedi sudah ikut membantu orang tuanya sejak masih SD. Seperti mengangkat mangkok dan mencuci sayuran setiap pulang sekolah.

5 dari 6 halaman

Perjuangan untuk Jadi Tentara

Perjuangan untuk Jadi Tentara© Instagram @tni_angkatan_darat

Melalui video tersebut, Serda Dedi Wardiono menceritakan perjuangannya yang tidak mudah untuk bisa menjadi tentara seperti sekarang ini. Sebelumnya, setiap ada pembukaan pendaftaran tentara, ia selalu mendaftar. Bahkan hingga tujuh kali mendaftar di berbagai instansi, tidak hanya di angkatan darat saja. Setelah tujuh kali mendaftar, barulah dirinya lolos.

Perjuangan Serda Dedi tentunya dibarengi dengan niat yang kuat serta tekad untuk merubah nasib orang tuanya yang selama ini berpenghasilan rata-rata. Apalagi untuk mencari pekerjaan juga bukanlah hal yang mudah. Akhirnya ia pun benar-benar bertekad untuk menjadi tentara angkatan darat.

Kerja keras itu pun membuahkan hasil. Serda Dedi kini telah menjadi tentara yang ditugaskan untuk meliput setiap aktivitas di Angkatan Darat. Ia pun mendapatkan banyak pengalaman berharga dari setiap tugasnya. Tidak hanya tentang video, foto, dan kameramen saja, tetapi ia bisa keliling di setiap daerah di Indonesia.

6 dari 6 halaman

      View this post on Instagram

A post shared by TNI AD (@tni_angkatan_darat)

Beri Komentar